SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

AnalisisKarakteristik Cerpen Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Sumberrejo-Bojonegoro Tahun Pelajaran 2014/2015

Leny Dwi Hayati

Abstrak


ABSTRAK

 

Hayati, Leny Dwi. 2015. AnalisisKarakteristik Cerpen Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Sumberrejo-Bojonegoro Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, MPd., (II) Dra. Ida Lestari, M.Si.

 

Kata Kunci: Cerpen, Unsur intrinsik, unsur ekstrinsik.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dua fokus penelitian. Pertama, karakteristik unsur intrinsik yang meliputi tema, tokoh, perwatakan, alur, setting, titik pandang, gaya bahasa, dan amanat. Kedua, karakteristik unsur ekstrinsik meliputi nilai-nilai (agama dan budaya), latar belakang pengarang, dan situasi sosial.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini juga termasuk dalam jenis penelitian deskriptif. Desain penelitian yang digunakan berupa studi dokumen. SMP Negeri 2 Sumberrejo-Bojonegoro dipilih sebagai lokasi penelitian karena  sekolah tersebut terbuka dengan kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan dan belum pernah dijadikan lokasi untuk penelitian yang sejenis dengan penelitian ini. Selain itu, sekolah tersebut dapat dijadikan sumber data yang mendukung dalam penelitian ini. Data penelitian ini berupa dua puluh  empat naskah cerpen karya siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sumberrejo-Bojonegoro. Sumber penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sumberrejo-Bojonegoro tahun pelajaran 2014/2015. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu panduan analisis data dan lembar-lembar analisis data yang berisi format dan tabel yang digunakan untuk mengklasifikasi data mengenai unsur instrinsik dan unsur ekstrinsikdalam cerpen karya siswa yang diperoleh. Tahapan yang dilakukan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian.

Analisis karakteristik cerpen siswa kelas VII menghasilkan dua butir simpulan. Pertama, berdasarkan karakteristik unsur intrinsik, tema yang diangkat adalah tema-tema umum, yaitu tema persahabatan dan keluarga. Pemunculan tokoh banyak yang kurang rinci, banyak yang dimunculkan hanya sebatas nama dan tidak diberikan keterangan lebih rinci dari tokoh. Perwatakan yang dimiliki tokoh kurang kuat, yang dimunculkan sebagian besar hanya perwatakan protagonis saja dan disampaikan secara tersurat. Alurnya didominasi alur progresif. Sebagian besar setting disebutkan secara langsung oleh pengarang. Hanya terdapat dua titik pandang, yaitu narrator omniscient dan narrator observer. Cerpen yang menggunakan gaya bahasa permajasan dan diksi yang menarik hanya sedikit, sebagian besar menggunakan gaya bahasa sederhana yang dipakai sehari-hari.

Kedua, berdasarkan karakteristik unsur ekstrinsik, nilai-nilai yang ada pada lingkungan sekitar pengarang (siswa) seperti nilai agama dan budaya tidak tercermin pada cerpen yang diciptakannya. Terdapat banyak kebudayaan lokal yang khas dan unik pada daerah sekitar SMPN 2 Sumberrejo-Bojonegoro, akan tetapi tidak ada satupun yang dimunculkan oleh siswa.

Simpulan akhir penelitian ini menghasilkan tiga saran. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat memperluas ruang lingkup kajian. Bagi guru bahasa dan sastra Indonesia, perlu memperhatikan pentingnya keterkaitan unsur intrnsik dan ekstrinsik dalam prosa fiksi atau pada hal ini adalah cerpen karya siswa dalam mencapai pemahaman dari isi cerita secara mendalam.