SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Citraan dalam Teks Laporan Perjalanan Surat Kabar Jawa Pos.

Andini Febri Tri Krismaningrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Teks laporan perjalanan merupakan salah satu teks yang bersifat deskriptif naratif. Teks dengan gaya penulisan deskriptif dan naratif memiliki perbedaan dan persamaan yang menjadi ciri khas masing-masing. Teks dengan gaya penulisan deskriptif memiliki ciri penggambaran objek yang bertujuan agar pembaca dapat membayangkan objek yang dideskripsikan seolah nyata, sedangkan teks dengan gaya penulisan naratif memiliki ciri khas urutan waktu, pelaku, kesan, dan peristiwa. Kedua jenis teks tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menggerakkan aspek emosi sehingga dapat menimbulkan imaji atau citra. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengaji citraan yang terdapat di dalam teks yang memiliki gaya penulisan deskriptif dan naratif. Aspek citraan penting diteliti karena merupakan unsur penyusun teks deskriptif dan naratif. Secara khusus, hal yang diteliti meliputi (1) wujud citraan dalam teks laporan perjalanan dan (2) fungsi citraan dalam teks laporan perjalanan.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data penelitian berupa kalimat atau paragraf yang menunjukkan penggunaan wujud citraan. Sumber data penelitian ini ialah wacana deskriptif naratif yang berupa teks laporan perjalanan. Teks tersebut termuat dalam rubrik Traveling surat kabar Jawa Pos. Dalam penelitian ini, peneliti bertugas sebagai pengumpul dan pengolah data. Penelitian ini memerlukan beberapa tahap dalam proses pengumpulan data. Tahap-tahap tersebut antara lain yaitu memilih, menyimak, mendokumentasi, dan memberi  kode. Proses analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.

Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa dalam teks laporan perjalanan surat kabar Jawa Pos terdapat (1) wujud-wujud citraan dan (2) fungsi citraan. Wujud citraan yang ditemukan ialah citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan perabaan, citraan pencecapan, dan citraan gerak. Wujud-wujud citraan tersebut menggunakan teknik-teknik penggambaran objek untuk medeskripsikan objek. Teknik penggambaran objek tersebut antara lain (a) citraan penglihatan menggunakan teknik percontohan, teknik rincian, teknik narasi, dan teknik ungkapan, (b) citraan pendengaran menggunakan teknik penggambaran objek berupa teknik ungkapan, (c) citraan perabaan menggunakan teknik penggambaran objek berupa teknik ungkapan, (d) citraan pencecapan menggunakan teknik penggambran objek berupa teknik rincian dan teknik ungkapan, dan (e) citraan gerak menggunakan teknik penggambaran objek berupa teknik proses, teknik narasi, dan teknik ungkapan. Temuan selanjutnya ialah tentang fungsi citraan dalam teks laporan perjalanan. Fungsi citraan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi fungsi yang lebih spesifik. Klasifikasi fungsi tersebut antara lain (a) citraan penglihatan dapat berfungsi sebagai deskriptor pendukung suasana, deskriptor bagian objek, deskriptor letak objek, dan deskriptor cara, (b) citraan pendengaran dapat berfungsi sebagai deskriptor pendukung suasana, (c) citraan perabaan dapat berfungsi sebagai deskriptor pendukung suasana, deskriptor bagian objek, dan deskriptor cara, (d) citraan pencecapan dapat berfungsi sebagai deskriptor rasa, deskriptor cara, dan deskriptor pendukung suasana. (e) citraan gerak dapat berfungsi sebagai deskriptor cara dan deskriptor pendukung suasana.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa wujud citraan dalam teks laporan perjalanan berupa citraan penglihatan, pendengaran, perabaan, pencecapan, dan citraan gerak. Wujud-wujud citraan tersebut menggunakan teknik penggambaran objek berupa teknik percontohan, teknik narasi, teknik ungkapan, teknik rincian, dan teknik proses. Selain memiliki fungsi untuk menggambarkan angan, fungsi citraan dapat diklasifikasikan menjadi fungsi yang spesifik, yakni sebagai deskriptor pendukung suasana, deskriptor bagian objek, deskriptor letak objek, deskriptor rasa, dan deskriptor cara.

 

Dari paparan tersebut, dapat diajukan saran-saran yang akan disampaikan berikut. Bagi penulis teks laporan perjalanan, dalam proses penulisan wacana deskriptif naratif, penulis hendaknya lebih kreatif dan inspiratif sehingga pembaca teks laporan perjalanan dalam rubrik Traveling tertarik untuk membaca rubrik tersebut setiap kali terbit. Bagi pembaca teks laporan perjalanan yang termuat dalam rubrik Traveling hendaknya memiliki pemahaman yang baik terhadap wacana deskriptif naratif berupa teks laporan perjalanan. Pemahaman yang baik dalam proses membaca teks laporan perjalanan memiliki manfaat agar dapat memahami teks secara menyeluruh. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memiliki referensi yang lebih variatif sehingga penelitian yang dapat dilakukan selanjutnya menjadi penelitian yang dapat mengisi kekurangan dalam penelitian ini. Peneliti selanjutnya yang memiliki ketertarikan dengan wujud maupun fungsi citraan dalam wacana deskriptif naratif dapat mengembangkan penelitiannya dan memperkaya peneliatian selanjutnya dengan temuan-temuan baru tentang wujud dan fungsi citraan ataupun tentang wacana deskriptif naratif.