SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat dengan Media Pandang Geraktahun ajaran 2013/2014 Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Lamongan

Moch Eko Putro Suhardono

Abstrak


ABSTRAK

 

Putro Suhardono, Eko 2014. Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat dengan Media Pandang Geraktahun ajaran 2013/2014 Siswa Kelas XI SMA Negeri  1 Lamongan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pempimping (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.Pd., M. Sn.

 

Kata Kunci: peningkatan, kemampuan membaca cepat, media pandang gerak.

Kemampuan membaca cepat merupakan keterampilan yang harus dikuasai siswa karena dengan keterampilan tersebut siswa dapat menggali  informasi secara cepat dan tepat. Namun, hal tersebut belum sesuai dengan kenyataan. Pemilihan media pembelajaran yang kurang tepat berdampak pada kemampuan membaca cepat siswa. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMA Negeri  1 Lamongan membuktikan bahwa kemampuan membaca cepat siswa masih rendah. Oleh karena itu, dilakukan tindak lanjut dengan penggunaan media pandang gerak untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lamongan dari segi proses dan hasil. Segi proses mencangkup kebiasaan atau perilaku baca siswa seperti, bersuara, menggerakkan bibir, menggerakkan kepala, dan menggunakamn alat bantu. Sedangkan segi hasil mencangkup tingkat pemahaman siswa terhadap bacaan. KD yang akan dicapai oleh siswa ialah  KD 11.1, yaitu menemukan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kpm.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang disusun dalam satuan siklus yang meliputi perencanaan (penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran), pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek umum yang diberi tindakan adalah seluruh siswa kelas XI IA3, sedangkan subjek khususnya adalah siswa yang memperoleh skor penilaian di bawah Kriteria Minimal (KKM) yang sudah ditetapkan.

Data penelitian diperoleh melalui instrumen utama, yaitu peneliti yang didukung dengan instrumen penunjang berupa pedoman observasi, tes subjektif membaca cepat, serta dokumentasi untuk mengetahui proses dan hasil membaca cepat siswa.

Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa proses pembelajaran  membaca cepat melalui media pandang gerak dilaksanakan dengan beberapa langkah, yaitu siswa berlatih: mengurangi kebiasaan buruk dalam membaca, memperluas jangkauan mata, memperbaiki gerakan mata, konsentrasi, dan ingatan dalam membaca. Berdasarkan hasil analisis proses diketahui bahwa sebagian siswa mengikuti pembelajaran membaca cepat dengan cukup antusisas, sedangkan pada siklus 2 semua siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran membaca cepat.

Hasil analisis kemampuan membaca cepat dengan media pandang gerak pada siklus 1 meliputi proses dan hasil membaca cepat. Setelah dilakukan tindakan,  perilaku baca siswa membaik daristudi pendahuluan yakni, 12,12% siswa yang menggerakkan kepala ketika membaca,  24,24 % siswa yang menggerakkan bibir ketika membaca, dan sudah tidak ada siswa yang bersuara dan menggunakan alat bantu ketika membaca. Pada aspek pemahaman, terdapat 9 siswa (25%) siswa yang belum tuntas dan masuk kriteria kurang.

Setelah dilakukan tindakan pada siklus 2 yanng meliputi proses dan hasil membaca cepat, diperoleh hasil dari perilaku baca siswa membaik dengan hanya 6% siswa yang menggerakkan kepala ketika membaca, 6 % siswa yang menggerakkan bibir ketika membaca, dan sudah tidak ada siswa yang bersuara dan menggunakan alat bantu ketika membaca. Pada aspek pemahaman, sudah ada peningkatan meskipun belum semua siswa dikategorikan tuntas. Masih ada 2 siswa (6 %) siswa yang belum tuntas dan masuk kriteria kurang.

 

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia agar memanfaatkan atau menggunakan media pandang gerak untuk meningkatkan pembelajaran membaca cepat. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan bahan acuan peneliti berikutnya pada pembelajaran membaca, khususnya membaca pemahaman.