SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KARAKTERISTIK PENILAIAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERPEN KELAS XI IBB, XI MIA, XI IIS SMA NEGERI 1 GONDANGLEGI TAHUN AJARAN 2014/2015

MEILANI ANGGI SUSANTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Implementasi kurikulum 2006 yang disebut juga dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan berbeda dengan implementasi kurikulum 2013. Perbedaan tersebut secara garis besar terletak pada proses pembelaran dan penilaian. Pembelajaran menulis teks cerpen pada kurikulum KTSP terdapat pada kelas X SMA, sedangkan pada kurikulum 2013 terdapat pada kelas XI SMA/SMK. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendeskripsikan karakteristik penilaian menulis teks cerpen di SMA Negeri 1 Gondanglegi, sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan karakteritik tugas atau soal menulis cerpen di SMA Negeri 1 Gondanglegi, (2) mendeskripsikan karakteristik rubrik penilaian menulis cerpen di SMA Negeri 1 Gondanglegi, dan (3) mendeskripsikan balikan atau koreksi dari guru terhadap cerpen karangan siswa di SMA Negeri 1 Gondanglegi.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan analisis teks/dokumen. Peneliti menganalisis teks yang dijadikan bahan penelitian secara teliti, cermat, dan mendalam sehingga diperoleh hasil analisis yang menjadi tujuan penelitian. Data yang dianalisis diperoleh tanpa rekayasa atau dipaksakan. Data diperoleh dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari guru bahasa Indonesia kelas XI, teks cerpen siswa kelas XI IBB, MIA dan IIS, serta wawancara dengan guru dan siswa SMA Negeri 1 Gondanglegi tahun ajaran 2014/2015.

Berdasarkan hasil penelitian, dari tiga kelas yang menjadi objek penelitian memiliki karakteristik yang berbeda dalam penilaian pembelajaran menulis teks cerpen. Berdasarkan jenis tugas yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis teks cerpen, kelas XI IBB menggunakan tugas menulis cerpen berbentuk perintah langsung dengan rangsang pengalaman orang lain, kelas XI MIA menggunakan tugas menulis teks cerpen berbentuk perintah langsung dengan rangsang buku, kelas XI IIS menggunakan tugas menulis teks cerpen berbentuk perintah langsung yang disertai perintah lanjutan dengan rangsang pengalaman orang lain. Berdasarkan jenis rubrik penilaian yang digunakan guru untuk menilai tugas menulis teks cerpen, kelas XI IBB menggunakan rubrik holistik dengan rentang skor 4 sebagai skor tertinggi dan 0 sebagai skor terendah, kelas XI MIA dan XI IIS menggunakan rubrik analitik, pada kelas XI MIA memiliki rentang skor 4 sampai dengan 0 dan kelas XI IIS 10 sampai dengan 0. Berdasarkan jenis balikan yang digunakan, pada kelas XI MIA dan XI IIS menggunakan balikan ataukoreksi secara langsung dan tidak langsung, sedangkan pada kelas XI IBB guru tidak memberikan balikan.

Berdasarkan penyususnan penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran. Saran tersebut ditujukan bagi (1) guru bahasa Indonesia, (2) siswa, dan (3)  peneliti lanjut. Bagi guru bahasa Indonesia diharapkan guru bahasa Indonesia mampu memberikan rangsang menulis yang bervariatif agar tidak terjadi kesamaan rangsang pada setiap kelas. Selain itu, diharapkan guru bahasa Indonesia untuk benar-benar menilai teks cerpen karangan siswa secara fokus. Siswa diharapkan agar lebih belajar dan berlatih menulis menggunakan rangsang apa saja. Bukan hanya menulis teks cerpen, melainkan tes apa saja yang diperintahkan guru. Diharapkan pula ada penelitian lanjut yang membahas hal yang relevan dengan penelitian ini dengan subjek yang sama, namun dengan jenis teks yang berbeda. Dengan demikian, diharapkan hal ini akan membantu guru dan siswa dalam mengevaluasi hasil pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam aspek menulis teks cerpen.