SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Pembelajaran Ekosistem Berbasis Inkuiri Terbimbing dengan Sumber Belajar Pantai Elaar untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains, Sikap Ilmiah, dan Penguasaan Konsep Siswa SMP Negeri 2 Kei Kecil.

AI LAHARWATI

Abstrak


ABSTRAK

 

Hakikat pembelajaran IPA meliputi aspek proses, produk, dan sikap. Pembelajaran IPA dengan memanfaatkan lingkungan sekitar siswa sebagai sumber belajar akan menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing berbasis potensi pantai Elaar yang valid, praktis, dan efektif meningkatkan keterampilan proses sains, sikap ilmiah, dan penguasaan konsep siswa. Perangkat yang dikembangkan terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), instrumen penilaian, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan handout.

Penelitian dan pengembangan inimenggunakan model 4D yang terdiri dari tahapan define, design, develop, dan disseminate. Kevalidan perangkat dinilai berdasarkan penilaian 1 dosen ahli materi, 1 dosen ahli desain pembelajaran, dan 1 praktisi pendidikan. Penilaian keterbacaan dilakukan oleh 9 orang siswa yang sudah mempelajari materi Ekosistem. Uji empirik juga dilakukan untuk mengukur kevalidan, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda butir soal tes penguasaan konsep. Subjek uji empirik adalah 212 orang siswa. Kepraktisan perangkat dinilai dengan menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Keefektifan perangkat diukur dengan menggunakan desain pretest-posttest only control group terhadap keterampilan proses sains, sikap ilmiah, dan penguasaan konsep.

 

Hasil validasi perangkat pembelajaran yang dikembangkan secara keseluruhan menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan valid sehingga dapat digunakan. Hasil uji keterbacaan menunjukkan kriteria keterbacaan yang sangat baik. Kepraktisan perangkat menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan sangat praktis. Keefektifan perangkat menunjukkan bahwa keterampilan proses, sikap ilmiah dan penguasaan konsep setelah perlakuan memiliki perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Analisis menunjukkan bahwa siswa pada kelas eksperimen memiliki keterampilan proses, sikap ilmiah dan penguasaan konsep yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Secara keseluruhan, perangkat yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif meningkatkan keterampilan proses sains, sikap ilmiah, dan penguasaan konsep siswa.