SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Problematika Menulis Puisi Siswa SD Kelas V SDN Kidal KAbupaten Malang

Rubiah -

Abstrak


ABSTRAK

 

Rubiah. 2016. Problematika Menulis Puisi Siswa SDN Kidal. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd., (II) Dra. Ida Lestari, M.Si.

Kemampuan menulis  puisi  merupakan  salah  satu  kemampuan  bersastra yang perlu dimiliki oleh seorang siswa. Memiliki kemampuan menulis  puisi tidak  semudah  yang  dibayangkan  orang. Keluhan  terhadap  kemampuan menulis  puisi banyak  terjadi  pada  siswa khususnya.  Kemampuan menulis  puisi  siswa masih  jauh  dari memadai. Berbagai aspek yang mempengaruhi kemampuan menulis puisi pada siswa antara lain kurangnya motivasi dalam belajar, siswa kurang mampu mengembangkan ide, kurangnya kosa kata yang dimiliki siswa dan siswa kurang mampu menulis puisi. Dalam  menulis  puisi,  siswa semestinya memperhatikan  unsur-unsur  yang  terdapat  di  dalam  puisi  agar puisi  yang ditulis  menjadi  lebih  indah.  Namun  jika  siswa  tidak  mampu menulis  puisi dengan memanfaatkan unsur-unsur puisi, hal tersebut mungkin karena adanya faktor-faktor yang membuat siswa merasa kesulitan. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan alternatif pemecahan menulis puisi untuk siswa.

Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif karena data yang dihasilkan berupa deskripsi tentang problematika menulis puisi siswa kelas V SDN Kidal beserta alternatif pemecahannya. Sumber data utama dalam penelitian ini berupa deskripsi tentang problematika menulis puisi siswa kelas V SDN Kidal yang diperoleh melalui wawancara kepada siswa kelas V SDN Kidal. sumber data pendukung berupa deskripsi angket yang diberikan kepasa siswa. Sedangkan data penunjang dalam penelitian ini berupa deskripsi wawancara dengan guru. Serta dokumen yang digunakan sebagai alternatif pemecahan problematika menulis puisi siswa kelas V SDN Kidal. Data tersebut selanjutnya dianalisis, dideskripsikan, dan diambil kesimpulan.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Problematika menulis puisi siswa kelas V SDN Kidal terbagi menjadi dua bagian, yaitu problematika pada tahapan menulis puisi dan faktor internal yang menjadi penyebab problematika menulis puisi. Problematika pada tahapan menulis puisi dibagi menjadi tujuh, yaitu pembebasan tema, pembatasan tema, kesulitan merangkai, kesulitan membahasakan ide baru, kesulitan menentukan judul, kesulitan menyesuaikan tema, dan kesulitan menentukan diksi. Faktor internal penyebab problematika menulis puisi oleh siswa adalah motivasi siswa yang kurang dalam menulis puisi serta wawasan siswa yang kurang terhadap manfaat menulis puisi. Dari problematika tersebut dijelaskan mengenai alternatif pemecahannya. Alternatif pemecahan yang bersumber dari guru. Guru menggunakan metode dan media yang menarik dan sesuai dengan pembelajaran.

Problematika menulis puisi siswa dapat dilihat ketika pemberian tema. Dalam pemberian tema terdapat siswa yang kesulitan ketika mendapat tema yang bebas sebaliknya ada siswa yang merasa kesulitan saat mendapat tema yang ditentukan. Setelah kesulitan tersebut siswa dihadapkan pada kesulitan merangkai ide yang telah dituangkan dalam bentuk tulisan. Siswa sulit membahasakan ide-ide baru. Setelah lepas dari merangkai siswa sulit menentukan judul dan diksi yang sesuai. Tidak berhenti pada problematika tersebut, saat puisi siswa utuh siswa takut akan ketidaksesuaian tema dengan puisi yang telah dibuat. Dalam hal ini guruberperan dalam memberikan batasan tema yang akan digunakan.

Faktor internal penyebab problematika menulis puisi dapat diketahui melalui motivasi dan wawasan yang dimiliki dalam menulis puisi. Ketidaktertarikan siswa menjadi salah satu penyebab lemahnya motivasi siswa dalam menulis puisi. Sehingga minat yang kurang tersebut juga mempengaruhi kepuitisan puisi siswa. Siswa yang berminat cenderung dapat menulis bahasa yang indah dalam puisinya begitupun sebaliknya. Serta ketidaktahuan siswa tentang manfaat menulis puisi yang menjadikan siswa enggan untuk menulis puisi. Penyebab selanjutnya yaitu wawasan siswa mengenai menulis puisi. Wawasan siswa yang kurang terhadap menulis puisi menjadikan siswa mengalami kesulitan saat menuliskan puisi. Siswa perlu memperbanyak buku mengenai menulis puisi ataupun membaca beragam jenis puisi agar memiliki kosakata yang cukup.

 

Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disusun kegunaan sebagai referensi bagi guru sebelum mengajarkan puisi. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai rujukan bagi penulis buku yang ingin menulis buku tentang problematika menulis puisi. Bagi peneliti lain dapat mengembangkan penelitian ini dengan masalah penelitian yang berbeda dan lebih mendalam lagi.