SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan Tingkat Kerumitan Kesalahan Penggunaan Ejaan pada Karya Ilmiah Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

Ratna Dewi Ambarwati

Abstrak


ABSTRAK

 

Ambarwati, Ratna Dewi. 2017. Perbandingan Tingkat Kerumitan Kesalahan Penggunaan Ejaan pada Karya Ilmiah Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Imam Agus Basuki, M.Pd.

 

Kata Kunci: ejaan, kesalahan penggunaan ejaan, karya ilmiah

Ejaan merupakan aspek mekanis yang penting dan harus diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Ejaan berfungsi untuk memandu pembaca dalam memahami informasi yang disampaikan dalam karya ilmiah. Tulisan yang penuh kesalahan penggunaan ejaan akan menyulitkan pembaca dalam memahami maksud penulis. Mahasiswa sering meremehkan persoalan ejaan sehingga  ditemukan banyak kesalahan penggunaan ejaan dalam karya ilmiah mahasiswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan tingkat kerumitan kesalahan penggunaan ejaan yang ditemukan pada karya ilmiah mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Kesalahan tersebut meliputi kesalahan pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini berupa penggalan kalimat yang mengandung kesalahan pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. Sumber data penelitian adalah teks karya ilmiah individu yang dibuat oleh mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Instrumen merupakan alat yang digunakan peneliti dalam melaksanakan penelitiannya. Instrumen yang digunakan meliputi panduan kodifikasi data dan pedoman analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Kegiatan analisis data yang dilakukan melalui tahap pengumpulan data, tahap perbandingan, dan tahap penafsiran. Tahap penelitian meliputi tahap penentuan kriteria kerumitan, tahap analisis kesalahan, tahap perbandingan, dan tahap penyajian hasil.

Berdasarkan temuan penelitian, secara garis besar diperoleh tiga hasil penelitian. Pertama, terdapat kesamaan dan perbedaan tingkat kerumitan kesalahan pemakaian huruf yang dilakukan oleh mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir. Terdapat sembilan aspek kesalahan yang selalu ditemukan pada karya ilmiah mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir. Terdapat enam aspek kesalahan yang ditemukan pada jenjang semester tertentu, meliputi kesalahan mahasiswa AW=TG≠AK (3 aspek), mahasiswa AW=AK≠TG (1 aspek), dan mahasiswa AW≠TG≠AK (2 aspek). Berdasarkan persebaran tingkat kerumitan kesalahannya, dapat diketahui bahwa kesalahan pemakaian huruf dengan persebaran yang tinggi ditemukan pada kesamaan kesalahan pemakaian huruf yang sederhana dan sedang. Pada tingkat sederhana, kesalahan pada aspek pemakaian huruf kapital sebagai huruf pertama awal kalimat cenderung memiliki persebaran yang tinggi daripada yang lain. Kesalahan ini ditemukan pada setiap jenjang semester dengan jumlah yang tinggi, mencapai rata-rata 55% dari keseluruhan karya ilmiah. Pada tingkat sedang, kesalahan pada aspek pemakaian huruf kapital sebagai huruf pertama setiap kata pada judul juga cenderung memiliki persebaran yang tinggi, mencapai rata-rata 60% dari keseluruhan karya ilmiah.

Kedua, terdapat kesamaan dan perbedaan tingkat kerumitan kesalahan penulisan kata yang dilakukan oleh mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir. Kesamaan dan perbedaan tersebut terjadi pada tingkat sederhana, sedang, dan rumit. Terdapat tiga belas aspek kesalahan yang selalu ditemukan pada karya ilmiah mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir. Terdapat tiga belas aspek kesalahan yang ditemukan pada jenjang semester tertentu, meliputi kesalahan mahasiswa AW≠TG≠AK (3 aspek), mahasiswa TG≠AW≠AK (1 aspek), mahasiswa AK≠AW≠TG (3 aspek), dan mahasiswa AW=TG≠AK (6 aspek). Berdasarkan persebaran tingkat kerumitan kesalahan tersebut, dapat diketahui bahwa kesalahan penulisan kata dengan persebaran yang tinggi ditemukan pada kesamaan kesalahan penulisan kata yang sederhana, yaitu penulisan kata depan di, ke, dan dari yang diikuti nomina dan kata penunjuk arah. Kesalahan ini ditemukan pada setiap jenjang semester dengan jumlah yang tinggi, mencapai rata-rata 62% dari keseluruhan karya ilmiah.

 

Ketiga, terdapat kesamaan dan perbedaan tingkat kerumitan kesalahan pemakaian tanda baca yang dilakukan oleh mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir. Kesamaan dan perbedaan tersebut ditemukan pada tingkat sederhana, sedang, dan rumit. Terdapat tujuh belas aspek kesalahan yang selalu ditemukan pada karya ilmiah mahasiswa semester awal, tengah, dan akhir. Terdapat tujuh belas aspek kesalahan yang ditemukan pada jenjang semester tertentu, meliputi kesalahan mahasiswa AW≠TG≠AK (5 aspek), mahasiswa TG≠AW≠AK (1 aspek), mahasiswa AK≠AW ≠TG (6 aspek), mahasiswa AW=TG≠AK (4 aspek), dan mahasiswa AW=AK ≠TG (1 aspek). Berdasarkan persebaran tingkat kerumitan kesalahan tersebut, dapat diketahui bahwa kesalahan pemakaian tanda baca dengan persebaran yang tinggi ditemukan pada kesamaan kesalahan pemakaian tanda baca yang sedang dan rumit. Pada tingkat sedang, kesalahan pada aspek (1) pemakaian tanda koma sebelum kata penghubung dalam kalimat majemuk setara dan (2) pemakaian tanda koma di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat tergolong dalam kategori persebaran yang tinggi. Kesalahan tersebut ditemukan pada setiap jenjang semester dengan jumlah yang tinggi, mencapai rata-rata 60% dari keseluruhan karya ilmiah untuk aspek pertama dan 72% dari keseluruhan karya ilmiah untuk aspek kedua. Pada tingkat rumit, kesalahan pada aspek (1) pemakaian tanda koma yang tidak diperlukan jika induk kalimat mendahului anak kalimat dan (2) pemakaian tanda koma untuk mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi tergolong dalam kategori persebaran yang tinggi. Kesalahan tersebut ditemukan pada setiap jenjang semester dengan jumlah yang tinggi, mencapai rata-rata 70% dari keseluruhan karya ilmiah untuk aspek pertama dan 75% dari keseluruhan karya ilmiah untuk aspek kedua.