SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Psikologi Tokoh dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari: Tinjauan Psikoanalisis

Fita Agustiningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Kepribadian manusia memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni Id, Ego, dan Superego. Id manusia dibawa sejak lahir oleh manusia karena merupakan aspek dasar pada kepribadian manusia. Ego merupakan aspek yang beroperasi mengikuti prinsip realita dan mengontrol Egonya dalam berbagai hal. Kemudian Superego merupakan aspek moral dan etika dalam diri seseorang, dan Superego yang mengenal baik buruknya sesuatu, Superego jugalah yang menuntut kesempurnaan untuk dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengetahui psikologi tokoh dalam novel Pasung Jiwa  karya Okky Madasari. Dalam novel Pasung Jiwa  karya Okky Madasari terdapat dua tokoh yang menonjol, tokoh tersebut adalah Sasana dan Jaka Wani. Sasana dan Jaka Wani sama-sama memiliki kesamaan dalam menyukai seni musik. Sasana adalah seorang perempuan yang terperangkap dalam tubuh laki-laki. Sasana merupakan anak pertama dari seorang ayah yang berprofesi pengacara dan ibu dari dokter bedah. Sasana memiliki adik perempuan yang bernama Melati, Sasana sangat mengagumi sosok Melati. Awal mula Sasana menemukan jati dirinya sebagai perempuan adalah ketika dia mulai menyukai musik dangdut. Meskipun kedua orang tuanya menentangnya menyukai musik dangdut. Sisi lain Jaka Wani yang mendukungnya dalam menyukai musik dangdut dan membantunya menjadi sosok yang dia impikan, menjadi seorang perempuan. Sedangkan Jaka Wani mempunyai sifat yang bertolak belakang dengan Sasana. Jaka Wani bersyukur dirinya diciptakan sebagai laki-laki dan tertarik kepada lawan jenis. Sebelum mengenal Sasana, Jaka Wani adalah pengangguran yang dulu pernah duduk bangku kuliah, ketika semester akhir dia memutuskan untuk berhenti kuliah. Sasana dan Jaka Wani bertemu ketika sedang ngopi di warung Cak Man, dari situlah mereka memulai mewujudkan impiannya sebagai pemain musik. Sasana menjadi penyanyinya dan Jaka Wani sebagai pengiring musiknya. Namun, dalam perjalanan hidup mereka untuk mewujudkan impiannya menjadi pemain musik terkenal dipenuhi dengan suka, duka, serta kontroversi. Sasana dan Jaka Wani merasa bahwa kehidupan mereka terkungkung dengan aturan yang membuatnya merasa tidak bebas menjalani kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) aspek Id yang ada pada tokoh Sasana dan Jaka Wani dalam novel Pasung Jiwa  karya Okky Madasari, (2) aspek Ego yang ada pada tokoh Sasana dan Jaka Wani dalam novel Pasung Jiwa  karya Okky Madasari, dan (3) aspek Superego yang ada pada tokoh Sasana dan Jaka Wani dalam novel Pasung Jiwa  karya Okky Madasari.

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karena data dari penelitian ini berupa data tertulis dari novel Pasung Jiwa  karya Okky Madasari. Penelitian ini berupa data-data yang tidak memperhitungkan angka dan analisis statistik, instrumen penelitian ini berupa tabel data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Peneliti bertindak lanjut sebagai pengumpul data dan menelah novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Data penelitian ini diperoleh dengan membaca novel Pasung Jiwa  karya Okky Madasari. Setelah membaca novel Pasung Jiwa  karya Okky Madasari, kemudian peneliti akan mengumpulkan dan menelaah data yang berupa dialog tokoh, monolog tokoh, dan narasi yang memunculkan adanya struktur psikologi yang berupa Id, Ego, dan Superego.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan antara Id, Ego dan Superego. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan yang dialami oleh tokoh Sasana bahwa (1) terdapat problem kejiwaan dengan keinginan menjadi seorang perempuan, (2) tekanan secara batin dan fisik membuatnya mengalami guncangan kejiwaan, terlebih kekerasan fisik membuat jiwanya tidak stabil, (3) keterkaitan antara Id, Ego, dan Superego membuat kondisi kejiwaannya mengalami perkembangan dan penurunan mental. Hasil penelitian yang ditunjukkan oleh tokoh Jaka Wani bahwa (1) adanya perkembangan psikologi dengan mengubah pola pikir dan pola tingkah laku, (2) adanya konflik batin yang muncul karena tekanan batin, (3) adanya tekanan secara fisik yang dialami karena mendapat kekerasan secara fisik.

 

Saran penulis bagi pembaca adalah untuk lebih mengetahui dan mengenal psikologi manusia yang ada di dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Pembaca dapat mengetahui adanya struktur psikologi yang ada di dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Selain itu, dari hasil penelitian ini pembaca dapat menambah wawasan dan mengenal tentang psikologi dalam sebuah novel, cerpen, puisi dan karya sastra lainnya melalui teori psikoanalisis. Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah disampaikan, pembaca dapat mengetahui tentang problem kejiwaan yang dialami oleh tokoh dari segi psikoanalisis. Meksipun penelitian melalui teori psikoanalisis telah diselesaikan. Masih ada kesempatan bagi para peneliti untuk melakukan ekplorasi novel ini dari berbagai teori lain.