SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penanda Kohesi Pada Teks Pidato Bahasa Jawa Siswa Kelas IX

Isma Pranata Hilma

Abstrak


ABSTRAK

 

Hilma, Isma Pranata. 2017. Penanda Kohesi pada Teks Pidato Bahasa Jawa Siswa Kelas IX. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Anang Santoso, M. Pd.

 

Kata Kunci: Penanda kohesi, Teks pidato bahasa Jawa, siswa SMP.

Pada pembelajaran bahasa Jawa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dipelajari meliputi tembang macapat, geguritan, aksara Jawa, pidato dan sebagainya. Pada tingkat SMP kelas IX semester 1 kompetensi dasar yang dipelajari salah satunya menulis teks pidato bahasa Jawa. Dalam praktiknya di MTS Negeri Purwoasri siswa masih kesulitan menulis teks pidato bahasa Jawa dengan menggunakan penanda kohesi yang benar.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penanda kohesi pada teks pidato bahasa Jawa siswa kelas IX MTS Negeri Purwoasri. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif. Data dan sumber data penelitian ini yaitu penanda kohesi pada teks pidato bahasa Jawa siswa MTS Negeri Purwoasri yang diperoleh melalui studi dokumen. Instrumen penelitian yang digunakan panduan kriteria kelayakan data, panduan analisis data, dan tabel pengumpul data. Dalam penelitian ini dilakukan analisis data dimulai dari tahap mereduksi data, menyajikan data (display data), menarik kesimpulan dan melaksanakan verifikasi.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, pada bagian pembuka teks pidato bahasa Jawa ditemukan penanda kohesi gramatikal dan penanda kohesi leksikal. Penanda kohesi gramatikal meliputi referensi, subtitusi, dan konjungsi. Pada bagian pembuka teks pidato bahasa Jawa ditemukan penanda kohesi gramatikal referensi anafora dan katafora. Penanda kohesi referensi yang ditemukan meliputi meliputi pronomina demonstratif (kata penunjuk) dan pronomina lokatif (kata ganti tempat). Kemudian, ditemukan pula penanda kohesi subtitusi kata ganti orang atau pronomina persona meliputi pronomina persona pertama, kedua, ketiga, dan bentuk jamak. Penanda kohesi pada bagian pembuka teks pidato bahasa Jawa yang paling banyak digunakan yaitu konjungsi. Pada bagian pembuka teks pidato bahasa Jawa ditemukan pula penanda kohesi leksikal yang lebih sedikit daripada penanda kohesi gramatikal. Penanda kohesi leksikal, terdiri dari dua aspek yaitu reiterasi dan kolokasi. Kemudian, pada bagian pembuka teks pidato bahasa Jawa penanda kohesi leksikal reiterasi yang ditemukan reiterasi pengulangan penuh, pengulangan bentuk lain, dan pengulangan dengan penggantian. Pengulangan hiponimi tidak di temukan pada bagian pembuka teks pidato bahasa Jawa siswa.

Kedua, pada bagian isi teks pidato bahasa Jawa ditemukan penanda kohesi gramatikal dan penanda kohesi leksikal. Penanda kohesi gramatikal meliputi referensi, subtitusi, dan konjungsi. Pada bagian isi teks pidato bahasa Jawa ditemukan penanda kohesi gramatikal referensi anafora dan katafora. Penanda kohesi referensi yang ditemukan meliputi pronomina demonstratif (kata penunjuk) dan pronomina lokatif (kata ganti tempat). Kemudian, ditemukan pula penanda kohesi subtitusi kata ganti orang atau pronomina persona meliputi pronomina persona pertama, kedua, ketiga, dan bentuk jamak. Dari ketiga penanda kohesi tersebut yang sering ditemukan adalah konjungsi. Kemudian, penanda kohesi gramatikal konjungsi meliputi konjungsi kausalital, konjungsi temporal/konungsi tempo waktu beurutan, konjungsi konklusi, konjungsi similaritas, konjungsi adisi, dan konjungsi kontras. Pada bagian isi teks pidato bahasa Jawa ditemukan pula penanda kohesi leksikal yang lebih sedikit daripada penanda kohesi gramatikal. Penanda kohesi leksikal, terdiri dari dua aspek yaitu reiterasi dan kolokasi. Kemudian, pada bagian isi teks pidato bahasa Jawa penanda kohesi leksikal reiterasi yang ditemukan yaitu reiterasi pengulangan penuh dan bentuk lain. Pengulangan hiponimi dan penggantian tidak di temukan pada isi bagian teks pidato bahasa Jawa siswa.

 

Ketiga, pada bagian penutup teks pidato bahasa Jawa ditemukan pada bagian penutup teks pidato bahasa Jawa ditemukan penanda kohesi gramatikal dan penanda kohesi leksikal. Penanda kohesi gramatikal meliputi referensi, subtitusi, dan konjungsi. Pada bagian penutup teks pidato bahasa Jawa ditemukan penanda kohesi gramatikal referensi anafora dan katafora. Penanda kohesi gramatikal referensi ditemukan yaitu pronomina demonstratif (kata penunjuk). Kemudian, ditemukan pula penanda kohesi subtitusi kata ganti orang atau pronomina persona meliputi pronomina persona pertama, kedua, ketiga, dan bentuk jamak.  Namun, yang paling banyak digunakan yaitu konjungsi. Pada bagian penutup teks pidato bahasa Jawa juga ditemukan penanda kohesi leksikal yang lebih sedikit daripada penanda kohesi gramatikal. Penanda kohesi leksikal yang ditemukan yaitu penanda kohesi leksikal reiterasi ulangan penuh. Penanda kohesi pengulangan dengan bentuk lain, penggantian, dan hiponimi tidak ditemukan. Selain itu juga tidak ditemukan kolokasi pada bagian penutup teks pidato bahasa Jawa siswa.