SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kesalahan Penulisan Ejaan Kata Bahasa Indonesia Mahasiswa Thailand Jurusan Asean Studies Universitas Walailak Tahun 2016/2017

Septanti Elva Adi Kawuryanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Kawuryanti, Septanti Elva Adi. 2017. Kesalahan Penulisan Ejaan dalam Kata Bahasa Indonesia Mahasiswa Thailand Jurusan ASEAN Studies Universitas Walailak Tahun 2016/2017. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd

 

Kata Kunci: kesalahan, penulisan kata, Thailand

Dalam proses belajar bahasa Indonesia, mahasiswa asing sering melakukan kesalahan penulisan ejaan kata bahasa Indonesia. Penulisan ejaan yang benar akan memudahkan penyampaian pesan, sebaliknya penulisan ejaan yang salah dapat mengubah makna. Bentuk-bentuk kesalahan penulisan ejaan itu perlu dideskripsikan supaya bentuk-bentuk kesalahan tersebut dapat dikenali dan dicari solusi pemecahannya. Oleh karena itu, penelitian ini akan difokuskan pada (1) kesalahan ejaan pada kata benda, (2) kesalahan ejaan pada kata kerja, dan (3) kesalahan ejaan pada kata sifat.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif karena datanya berupa data kualitatif, yaitu (1) kesalahan penulisan ejaan kata benda, (2) kesalahan penulisan ejaan kata kerja, dan (3) kesalahan penulisan ejaan kata sifat. Sumber data yang diperoleh peneliti berasal dari tugas, hasil mengarang, dan hasil ujian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan Asean Studies melakukan kesalahan penulisan ejaan sebagai berikut. Pertama, kesalahan penulisan kata benda berjumlah 17 huruf yang berada di awal, di tengah, dan di akhir. Adapun kesalahan penulisan terdapat pada huruf vokal dan konsonan. Kesalahan penulisan kata benda di awal terdapat pada huruf konsonan /ph/, /c/, dan /b/. Contoh kesalahan penulisan kata benda di awal yaitu lalu saya dan beluarga pergi sholat di masjid. Kesalahan penulisan kata benda di tengah terdapat pada huruf vokal /a/, /ǝ/, /e/, /i/ dan /o/ dan huruf konsonan /s/, /n/, /k/, /g/. Contoh kesalahan penulisan kata benda di tengah yaitu di negeri lain ada 4 musiam. Kesalahan penulisan kata benda di akhir terdapat pada huruf vokal /a/ dan huruf konsonan yaitu /m/, /f/, /t/, dan /k/. Contoh kesalahan penulisan kata benda di akhir yaitu ketika saya dingin saya sering minum tea panas. Kedua, kesalahan penulisan kata kerja berjumlah 20 huruf yang berada di awal, di tengah, dan di akhir. Kesalahan penulisan kata kerja di awal terdapat pada huruf konsonan /k/, /l/, /m/ dan /j/. Contoh kesalahan penulisan kata kerja di awal yaitu nasi koreng itu saya makan dan ayam rebus itu karra makan. Kesalahan penulisan kata kerja di tengah terdapat pada huruf vokal /a/, /ǝ/, dan /u/ dan huruf konsonan /r/, /n/, /y/, /m/, /k/, /g/, /p/, /t/, dan /r/. Contoh kesalahan penulisan kata kerja di tengah yaitu saya berrangkat jam 1 malam. Kesalahan penulisan kata kerja di akhir terdapat pada huruf vokal /u/ dan huruf konsonan yaitu /n/, /r/, dan /t/. Contoh kesalahan penulisan kata kerja di akhir yaitu di taman kota orang suku foto. Ketiga, kesalahan penulisan kata sifat berjumlah 7 huruf yang berada di awal, di tengah, dan di akhir. Kesalahan penulisan kata sifat di awal terdapat pada huruf konsonan /r/, /m/, dan /k/. Contoh kesalahan penulisan kata sifat di awal yaitu musim panas membuat saya kila. Kesalahan penulisan kata sifat di tengah terdapat pada huruf vokal /e/ dan /o/. Contoh kesalahan penulisan kata sifat di tengah yaitu buat titik ini merupakan yang popoler. Kesalahan penulisan kata sifat di akhir terdapat pada huruf konsonan yaitu /s/ dan /g/. Contoh kesalahan penulisan kata sifat di akhir yaitu jam 13.00 saya rasa dinging.

 

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh 3 saran. Pertama, sebaiknya pengajar lebih mengajarkan tentang kata benda yang berbentuk asal kata, terutama pada huruf vokal /a/, /ǝ/, /e/, /u/, /i/ dan /o/ dan pada huruf konsonan /ph/, /c/, /b/, /s/, /n/, /k/, /g/, /m/, /f/, dan /t/ yang berstruktur VK, KV, KKV, KVK, KVV, KKVK, dan KVVK. Kedua, sebaiknya pengajar lebih mengajarkan tentang kata kerja yang berbentuk asal kata, terutama pada huruf vokal /a/, /u/, /ǝ/, dan /o/ dan pada huruf konsonan /k/, /l/, /m/, /j/, /r/, /n/, /y/, /p/, /t/, dan /r/ yang berstruktur KV, VK, dan KVK. Ketiga, sebaiknya pengajar hendaknya lebih mengajarkan tentang kata sifat yang berbentuk asal kata, terutama pada huruf vokal /e/, /o/ dan pada huruf konsonan /r/, /m/, /k/, /s/, dan /g/ yang berstruktur KV, KK, dan KVK.