SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Kalimat dalam Teks Cerpen Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tumpang

Laili Fitriyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Fitriyah, Laili. 2017. Penggunaan Kalimat dalam Teks Cerpen Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tumpang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Dr. Sunaryo HS., S.H., M.Hum.

 

Kata Kunci: Penggunaan kalimat, teks cerpen, jumlah klausa, struktur internal klausa, bentuk/kategori sintaksis

Kalimat memiliki peran esensial dalam kegiatan berkomunikasi baik lisan maupun tulis. Pada komunikasi tulis, kalimat menjadi sarana pengungkap ide atau gagasan pengarang kepada pembacanya. Cerpen sebagai salah satu teks sastra tidak dapat dipisahkan dari bahasa. Hakikatnya, bahasa sastra bersifat konotatif dan emotif. Kalimat sebagai wujud bahasa sastra menjadi media penyampai ide pengarang kepada pembaca. Penggunaan kalimat dalam teks cerpen memiliki kekhasan karena dibangun oleh kalimat berupa narasi dan kalimat berupa dialog. Kedua bentuk kalimat ini hadir dan bekerja sama untuk memperindah dan menghadirkan cerita yang segar.

Penggunaan kalimat dalam teks cerpen selain sebagai alat untuk menambah nilai lebih karya sastra, juga memiliki fungsi komunikatif. Sifat komunikatif cerpen lebih tinggi dibandingkan puisi dan drama, karena cerpen menuntut bahasa yang komunikatif agar mudah diikuti pembaca. Narasi digunakan pengarang untuk menceritakan sesuatu secara singkat, sedangkan dialog dimunculkan pengarang untuk menghidupkan tokoh cerita. Melihat kekhasan kalimat dalam teks sastra tersebut, maka penggunaan kalimat dalam teks cerpen siswa menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat narasi dan dialog dalam teks cerpen siswa yang mencakup (1) penggunaan kalimat berdasarkan jumlah klausanya (2) penggunaan kalimat berdasarkan struktur internal klausa utamanya, dan (3) penggunaan kalimat berdasarkan bentuk/kategori sintaksisnya

Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Sumber data penelitian ini berupa teks cerpen karangan siswa kelas XI IBB 2 dan kelas XI MIA 4. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mengumpulkan dokumen berupa teks cerpen karya siswa, (2) menghitung kesesuaian jumlah karya cerpen dengan jumlah siswa dalam kelas, (3) membaca teks cerpen siswa secara berulang-ulang untuk mereduksi karya yang tidak memenuhi kriteria kelayakan data, (4) mengidentifikasi kalimat-kalimat dalam teks cerpen siswa ke dalam tabel data, (5) memberikan kode pada karangan dan aspek-aspek yang diteliti. Data berupa kalimat dalam teks cerpen siswa dianalisis melalui tiga tahapaan yaitu, (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan dan diskusi bersama ahli/dosen pembimbing.

Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, berdasarkan jumlah klausanya kalimat narasi pada teks cerpen siswa terdiri atas kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Dari 321 kalimat, terdapat 145 penggunaan kalimat tunggal dengan 18 variasi pola kalimat. Penggunaan kalimat majemuk berjumlah 163 kalimat dengan rincian sebagai berikut: (1) kalimat majemuk setara sejumlah 58 kalimat dengan 6 pola besar yang mengalami pengulangan, (2) kalimat majemuk bertingkat sejumlah 81 kalimat dengan 9 pola besar yang mengalami pengulangan dan (3) kalimat majemuk campuran sejumlah 24 kalimat. Selanjutnya, kalimat bentuk dialog juga terdiri atas kalimat tunggal dan kalimat majemuk dengan rincian sebagai berikut. Penggunaan kalimat tunggal dalam kalimat bentuk dialog sejumlah 51 kalimat dengan 13 variasi pola, sedangkan penggunaan kalimat majemuk berjumlah 95 kalimat yang terdiri dari (1) kalimat majemuk setara sejumlah 21 kalimat, (2) kalimat majemuk bertingkat sejumlah 52 kalimat dengan 7 pola besar yang mengalami pengulangan, dan (3) kalimat majemuk campuran sejumlah 22 kalimat.

Kedua, berdasarkan struktur internal klausa utamanya kalimat narasi dan dialog dalam teks cerpen siswa terdiri atas kalimat lengkap dan kalimat tidak lengkap. Penggunaan kalimat lengkap dalam bentuk narasi pada teks cerpen siswa sejumlah 308 dari keseluruhan 321 kalimat, sedangkan penggunaan kalimat tidak lengkap sejumlah 13 kalimat. Selanjutnya, penggunaan kalimat lengkap dalam bentuk dialog pada teks cerpen siswa sejumlah 146 kalimat dari keseluruhan 164 kalimat berupa dialog sedangkan penggunaan kalimat tidak lengkap sejumlah 17 kalimat. Kalimat dialog yang merupakan ragam lisan komunikatif memungkinkan unsur-unsur kalimat yang tidak lengkap, karena dipengaruhi oleh adanya prinsip-prinsip pragmatik.

Ketiga, penggunaan kalimat bentuk narasi berdasarkan bentuk/kategori sintaksisnya terdiri atas kalimat berita, kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat seruan. Dari 321 kalimat bentuk narasi, sebagian besar termasuk kalimat berita yaitu sejumlah 308 kalimat, sebagian kecil kalimat bentuk narasi termasuk kategori lain yaitu: kalimat perintah sebanyak 3 kalimat, kalimat interogatif sebanyak 7 kalimat, dan selebihnya, 3 kalimat berupa kalimat seruan. Selanjutnya, penggunaan kalimat bentuk dialog berdasarkan bentuk/kategori sintaksisnya terdiri atas kalimat berita, kalimat perintah dan kalimat tanya. Dari 163 kalimat bentuk dialog, sejumlah 73 kalimat termasuk kalimat berita, sedangkan 41 kalimat termasuk kalimat perintah, 49 kalimat bentuk dialog termasuk kalimat tanya.

Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat disimpulkan, baik pada kalimat narasi maupun kalimat dialog, kehadiran unsur-unsur inti dalam kalimat pada teks cerpen siswa sudah diperhatikan. Namun, dilihat dari urutan fungsi unsur kalimat, kalimat siswa masih biasa-biasa saja. Karakteristik bahasa sastra yang bebas masih belum nampak karena masih sedikit kalimat berurutan inversi. Penggunaan konjungsi koordinatif maupun subordinatif sudah banyak dimunculkan. Hubungan subordinatif juga dimunculkan dengan perluasan unsur kalimat (S,P,O,Pel,Ket). Namun demikian masih ada ketidaksesuaian penggunaan konjungsi, kata tanya dan partikel penegas.

 

Saran penelitian diberikan kepada pihak berikut. (1) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti penggunaan unsur-unsur lain dalam kalimat yang masih perlu dieksplorasi, misalnya kesesuaian penggunaan konjungsi dalam kalimat ataupun kesesuaian penggunaan pronomina penanya dalam kalimat siswa. (2) bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk melihat penguasaan siswa terhadap materi sintaksis dalam pembelajaran menulis.