SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kalimat Bahasa Indonesia Anak Autis di Sekolah Autis Lab UM

Purnama Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Purnama. 2014. Kalimat Bahasa Indonesia Anak Autis di Sekolah Autis Lab UM. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali. M.Pd.

 

Kata kunci: anak autis, gangguan berbahasa, struktur kalimat, konteks kalimat

Autis merupakan sebutan bagi individu yang mengalami gangguan interaksi sosial, komunikasi, perilaku repetitif dan stereotip (termasuk dalam perkembangan pervasif). Gejala gangguan berkomunikasi pada anak autis adalah kurangnnya kontak mata, meracau atau berbicara sendiri, membeo, menginginkan sesuatu dengan isyarat. Dalam kurun waktu terakhir ini, penelitian tentang perkembangan Bahasa Indonesia anak autis belum ada. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai kalimat Bahasa Indonesia anak autis.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup (1) struktur kalimat yang diproduksi oleh anak autis, (2) penggunaan kalimat pada bahasa lisan anak autis.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa paparan kebahasaan dalam bentuk audio dan visual yang diperoleh dari hasil observasi, kemudian ditranskip ke dalam bentuk tulisan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik oservasi, wawancara tak terstruktur, elisitas dan perekaman. Istrumen yang digunakan berupa pedoman perekaman dan instrumen pemancingan data. Kegiatan analisis data dimulai dari transkripsi fonemis, identifikasi data (meracau, membeo, menjawab), seleksi data, mengklasifikasi berdasarkan jumlah kata, menganalisis (berdasarkan jumlah kalimat, fungsi, struktur, serta konteks yang menyertai), dan menyimpulkan.

Subjek penelitian adalah lima anak autis dari Sekolah Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Informan tersebut adalah siswa kelas IB Proksus (1 anak umur 8 tahun), IIA (1 anak umur 8 tahun), IIIA (2 anak umur 9 tahun dan 15 tahun), dan VIA (1 anak umur 16 tahun).

Hasil temuan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua. Pertama, pada struktur kalimat yang diproduksi oleh anak autis terdapat tiga hal yaitu  (1) kalimat satu kata yang tersusun atas satu fungsi kalimat yang telah diproduksi keempat subjek, dan (2) kalimat dua kata yang tersusun atas dua fungsi kalimat yang telah mampu diproduksi oleh ketiga subjek. (3) kalimat tiga kata yang tersusun atas tiga fungsi kalimat yang telah digunakan oleh satu subjek saja Jadi, terdapat dua subjek yang belum mampu memproduksi kalimat dua kata, meskipun subjek tersebut telah berumur 8 tahun dan 15 tahun.

 

Kedua, konteks yang menyertai kalimat. Telah ditemukan tujuh macam fungsi konteks yang menyertai kalimat anak autis, yaitu (1) meminta sesuatu, (2) meminta perhatian, (3) menolak, (4) menyatakan keinginan, (5) bertanya, (6) menyuruh, dan (7) mengajak. Pola kalimat anak autis pada kelima subjek memang sering tidak lengkap dan kreatifitasnya belum muncul. Kelengkapan serta makna kalimat akan semakin terlihat apabila berada di dalam konteks