SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penanda Kohesi dalam Paragraf Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas VII MTsN Pandaan

Syarifatul Ulya

Abstrak


ABSTRAK

ABSTRAK

Ulya, Syarifatul. 2017. PenandaKohesidalamParagrafTeksLaporanHasil

ObservasiSiswaKelas VII MTsNPandaan. Skripsi. JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd.

 

Kata Kunci: penandakohesi, tekslaporanhasilobservasi

DalampembelajaranBahasa     Indonesia, terdapatempatketerampilanberbahasa, yaituketerampilanmembaca, keterampilanmenyimak, keterampilanberbicara, danketerampilanmenulis. PadapembelajaranBahasa Indonesia kelas VII SMP berdasarkanKurikulum 2013, salahsatuketerampilanmenulis yang diajarkanadalahmenulistekslaporanhasilobservasi. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanragampenandakohesidalamparagraftekslaporanhasilobservasisiswakelas VII MTsNPandaan. Penelitiandifokuskanpada (1) ragampenandakohesidalamparagrafyang meliputipenandakohesigramatikaldanpenandakohesileksikaldan (2) penggunaanpenandakohesiantarbagiandalamkalimat (intrakalimat) danpenggunaanpenandakohesiantarkalimat.

Pendekatan yang dilakukanadalahpendekatankualitatifdenganjenispenelitiandeskriptif. Penelitiankualitatifinitermasukanalisisdokumenkarenapenelitimenganalisisdokumendanmendeskripsikanhasilpenelitiantersebut. Data tersebutdiperolehdaritesmenulisdandianalisisberdasarkanpedomananalisispenandakohesidalamparagraftekslaporanhasilobservasi. Sumber data penelitianiniadalahparagraftekslaporanhasilobservasi.

Berdasarkananalisis data diperolehhasilpenelitianberikut. Pertama, penandakohesigramatikalhanyaditemukantiga, yaitureferensi, substitusi, dankonjungsi. Penelititidakmenemukanpenandakohesigramatikalelipsis. Siswatidakmenggunakanpenandaelipsissamasekaliketikamenulistekslaporanhasilobservasi. Hal tersebutterjadikarenadalamtekslaporanhasilobservasitidakdibutuhkanpelesapanmaknasehinggatidakperlumemasukkanpenandaelipsis. Konjungsi yang lebihseringdigunakansiswayaitukonjungsipenambahanberupa kata dan, serta, juga.Konjungsitersebutsering kali munculdalamsetiapkalimat. Kedua, penandakohesileksikal yang paling banyakmunculdarikaryasiswayaitureiterasi (perulangan) seluruhnya. Siswasering kali mengulang kata denganbentuk yang samatanpadikurangidanditambahiunsurnya. Penandakohesileksikalsinonimi, antonimi, hiponimi, dankolokasijarangsekalidigunakan.Ketiga, penggunanpenandakohesi yang ditemukanpadakaryasiswalebihbanyakmenggunakanpenggunaanpenandakohesiantarbagiandalamkalimat (intrakalimat) yang terdapat 7 fungsi yang meliputipenanda(1)hubungankelanjutan, (2) hubunganurutanwaktu, (3) kontras, (4) urutanjarak, (5) ilustrasi, (6) sebab-akibat, dan (7) pengandaian, sedangkanpenggunaanpenandakohesiantarkalimathanya 4 fungsi yang meliputipenanda (1) hubungankelanjutan, (2) kontras, (3) sebab-akibat, dan (4) simpulan.

 

Saran penelitiandisampaikanpada guru matapelajaranBahasa Indonesia danpeneliti lain. Pertama, guru perlumemberikanpenempatanmateripenandakohesigramatikaldanleksikal. Guru haruslebihmemperhatikansiswadalammenulistekslaporanhasilobservasi, karenamasihbanyakkekurangansiswadalampenempatanpenandakohesigramatikalmaupunleksikal. Guru sebaiknyamemberikancontohdalammenulistekslaporanhasilobservasidenganbenarterutamapadapenempatanpenandakohesi. Kedua, penelitiselanjutnyadisarankanmelakukanpenelitian yang mendekati, yaitukesalahanpenempatanpenandakohesigramatikaldankohesileksikal