SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KESALAHAN PENULISAN KATA BAHASA INDONESIA SISWA YANG BERBAHASA IBU BAHASA MELAYU DI SEKOLAH WIENGSUWANWITTAYAKHOM, NARATHIWAT, THAILAND

Dina Nisrina

Abstrak


ABSTRAK

 

Nisrina, Dina. 2017. Kesalahan Penulisan Kata Bahasa Indonesia Siswa yang Berbahasa Ibu Bahasa Melayu di Sekolah Wiengsuwanwittayakhom, Narathiwat, Thailand. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd

 

Kata Kunci : analisis kesalahan, bahasa Indonesia,bahasa Melayu

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia siswa yang berbahasa ibu bahasa Melayu di Sekolah Wiengsuwanwittayakhom, Narathiwat, Thailand. Kesalahan penulisan kata bahasa Indonesia ini perlu diketahui guru bahasa Indonesia utamanya guru BIPA. Informasi-informasi ilmiah ini berguna untuk meningkatkan kompetensi dan performansi bahasa Indonesia siswa, sebagai pijakan refleksi untuk meningkatkan kompetensi bahasa Indonesia siswa, dan sebagai rujukan untuk memperlakukan siswa dalam belajar bahasa Indonesia sesuai dengan karakteristik siswa. Selain berguna bagi guru BIPA, informasi ilmiah tentang bentuk-bentuk kesalahan kata bahasa Indonesia ini juga berguna bagi tutor, siswa maupun pebelajar asal Thailand yang mengikuti program BIPA, penulis buku teks atau bahan ajar BIPA, dan peneliti lain. Mempertimbangkan manfaat yang nyata ini, dirasa penting untuk melakukan penelitian ini.

Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena datanya berupa data kualitatif, yaitu kata bahasa Indonesia yang salah yang digunakan oleh siswa Matthayom (setingkat SMP-SMA). Sumber data penelitian ini adalah tulisan tangan bahasa Indonesia siswa Matthayom (setingkat SMP-SMA) yang berbahasa ibu bahasa Melayu,yang berasal dari(1) buku catatan siswa (yang berisi catatan materi dan tugas harian), (2) pekerjaan siswa di kelas, dan (3) catatan guru. Data dikumpulkan dengan cara mengklasifikasi siswa yang berbahasa ibu bahasa melayu, (2) mengumpulkan sumber data, (3) mendokumentasikan sumber data, (4) membaca sumber data, (5) menandai kesalahan penulisan, (6) menginventarisasi data awal, (7) mengidentifikasi jenis kesalahan, (8) memberi kode pada data awal, (9) mengklasifikasi data awal, (10) mereduksi data, dan (11) mempersiapkan data yang siap dianalisis.

Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok temuan. Pertama,kesalahan penulisan kata yang berupa penghilangan (omission) yang ditemukan dalam penelitian ini adalah (a) penghilangan konsonan n di tengah kata dan (b) penghilangan konsonan h  di akhir kata. Kedua, kesalahan penulisan kata yang berupapenambahan (addition) yang ditemukan dalam penelitian ini adalah penambahan konsonan h di akhir kata. Ketiga, kesalahan penulisan kata yang berupa salah formasi (misformation) yang ditemukan dalam penelitian ini adalah (a) salah formasi konsonan b, c, dan d di awal kata, (b) salah formasi konsonan b, c, dan y di tengah kata, (c) salah formasikonsonan h dan s di akhir kata, (d) salah formasi vokal a, e, dan u di tengah kata, dan (e) salah formasi vokal a di akhir kata.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diajukan enam saran. Pertama, pengajar BIPA untuk siswa Thailand yang berbahasa ibu bahasa Melayu-Pattani disarankan untuk lebih memperhatikan cara menulis huruf pada kosakata bahasa Indonesia terutama yang di dalamnya terdapat beberapa huruf yang rentan salah di awal, tengah, dan akhir kata berdasarkan hasil penelitian. Kedua, para tutor BIPA untuk mahasiswa Thailand yang berbahasa ibu bahasa Melayu-Pattani (apabila pembelajaran dilakukan di Indonesia), dapat memajankan penulisan kata yang sering salah cara penulisannya di saat jam tutorial. Ketiga, dengan mengetahui kesalahan apa saja yang sering ditemukan, para pebelajar asal Thailand yang berbahasa ibu bahasa Melayu-Pattani disarankan bisa memperbaiki kekurangannya dan meningkatkan keberhasilan belajarnya. Keempat, bagi penyusun buku teks BIPA, para penulis buku teks bisa lebih memperbanyak latihan dalam penulisan kata bahasa Indonesia yang rentan salah di awal, tengah, dan akhir kata berdasarkan hasil penelitian. Kelima, hasil penelitian ini bisa dijadikan bahan untuk peneliti selanjutnya. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan topik yang berhubungan dengan adanya interferensi bahasa Melayu-Pattani terhadap bahasa Indonesia.Terakhir, para pengembang ilmu dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untuk menambah referensi pengembangan teori Analisis Kesalahan Berbahasa tentang ragam kesalahan penulisan kata yang ditulis oleh sebagian besar pebelajar yang berbahasa ibu bahasa Melayu, khususnya pada program BIPA PPL/KKN Thailand di Sekolah Wiengsuwanwittayakhom dan juga pengembangan materi perkuliahan Pengembangan Bahan Ajar BIPA dan Strategi Pembelajaran BIPA sebagai Bahasa Asing.