SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Menulis Cerita fantasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Malang tahun Pelajaran 2016-2017

Siti Masruroh

Abstrak


ABSTRAK

 

Aulia, Sela Wildaan. 2017. Kemampuan Menulis Naskah  Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Semanding Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Roekhan M,Pd.

 

Kata Kunci: kemampuan menulis, naskah drama

Menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan keaslian ide ditemukan dalam  Kompetensi Dasar 8.1 KTSP. Naskah drama adalah karya sastra yang berisi cerita atau  lakon yang ditulis dalam bentuk dialog berisikan konflik kehidupan manusia. Penelitian  ini bertujuan mengungkap kemampuan siswa dalam menulis naskah drama. Lima  aspek yang diteliti adalah aspek tema, penokohan, latar, alur, dan dialog.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Semanding dengan populasi berjumlah 125 siswa. Penentuan  sampel dilakukan  dengan cara mengambil 20%-25% sehingga sampel yang digunakan berjumlah 25 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Random Sampling. Cara tersebut dilakukan karena anggota populasi  homogen. Instrumen penelitian berupa perintah penugasan menulis naskah drama dalam satu  babak. Analisis data dilakukan berdasarkan model Arikunto yang meliputi tiga langkah, yaitu (1) persiapan, (2) tabulasi, dan (3) penerapan data (Arikunto, 2006:235). Kegiatan pada tahap persiapan yaitu (1) mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi dan (2) mengecek kelengkapan data dengan memeriksa jumlah sumber data. Kegiatan pada tahap tabulasi adalah memberikan skor (scoring) terhadap item-item yang perlu diberi skor. Kegiatan pada tahap penerapan data adalah mengolah data yang terkumpul dengan menggunakan rumus perhitungan skor.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu menulis naskah drama pada aspek tema. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 37,5 % (9 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 37,5% (9 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi cukup sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi sangat rendah sebesar 8,3% (2 siswa). Siswa belum mampu menulis naskah drama pada aspek penokohan. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 20,8% (5 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 12% (50 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi rendah sebesar 12,5% (3 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi sangat rendah sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa mampu menulis naskah drama pada aspek latar. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 50% (12 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 25% (6 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi cukup sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi sangat kurang sebesar 8,3% (2 siswa). Siswa belum mampu menulis naskah drama pada aspek alur. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 12,5% (3 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 33,3% (8 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi rendah sebesar 37,5% (9 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi sangat rendah sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa belum mampu menulis naskah drama pada aspek dialog. Siswa yang memiliki kualifikasi sangat mampu sebesar 20,8% (5 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi mampu sebesar 41,6% (10 siswa). Siswa yang memiliki kualifikasi rendah sebesar 16,6% (4 siswa). Siswa yang memilki kualifikasi sangat rendah sebesar  20,8% (5 siswa).

Secara keseluruhan dari lima aspek yang diteliti dalam kemampuan menulis naskah drama terdapat dua aspek yakni  aspek tema dan latar yang mampu mencapai KKM. Aspek tema dan latar mencapai skor rata-rata tertinggi 75. Aspek alur mencapai skor rata-rata terendah 45,8. Secara keseluruhan rata-rata kemampuan menulis naskah drama siswa adalah 65,6. SMPN 2 Semanding Tuban menerapkan kriterian ketuntasan minimal adalah 75. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahawa kemampuan menulis naskah drama siswa kelas VIII SMPN 2 Semanding Tuban Tahun Pelajran 2016/2017 tergolong kurang mampu, karena jumlah siswa yang mendapat kualifikasi kemampuan sangat mampu, mampu, cukup, dan kurang belum mencapai ketuntasan dalam belajar. Dalam penelitian ini ditemukan masalah umum yang berkaitan dengan pembelajaran menulis naskah drama yaitu siswa belum mampu keluar dari cerita realitas kehidupannya. Secara umum siswa hanya menceritakan kembali kehidupannya bersama kelompok objek di sekitarnya.

Berdasarkan hasil simpulan, disarankan kepada pihak-pihak yang terkait dalam penelitian ini sebagai berikut. Pertama, guru disarankan agar menerapkan metode, media, bahan ajar  yang dapat menimbulkan minat siswa dalam menulis naskah drama dan dibutuhkan keikutsertaan guru untuk mengajak siswa  berlatih menulis naskah drama. Kedua, sekolah disarankan agar menyediakan sarana unjuk karya siswa dan menyediakan buku sastra, terutama naskah drama di perpustakaan sekolah. Ketiga, peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian tentang kemampuan menilis naskah drama siswa dengan menggunakan metode dan media yang mampu meningkatkan kemampusan siswa dalam menulis naskah drama dalam berbagai aspek.

Masruroh, Siti. 2017. Kemampuan Menulis Cerita Fantasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Malang Tahun Pelajaran 2016-2017. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.

 

Kata Kunci: kemampuan menulis, cerita fantasi

Cerita fantasi adalah cerita yang dikembangkan dengan menghadirkan sebuah dunia lain di samping dunia realitas, menampilkan tokoh, alur, karakter, dan lainnya yang kebenarannya diragukan. Cerita fiksi bergenre fantasi merupakan dunia imajinatif yang diciptakan penulis. Melalui kegiatan menulis cerita fantasi, siswa kelas VII SMP Negeri 12 Malang tahun pelajaran 2016-2017 diharapkan dapat mengembangkan imajinasi dalam karangan yang bersifat khayal yang memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembaca dalam bentuk tulis. Kegiatan menulis ini siswa diharapkan dapat memaparkan gambaran awal cerita fantasi dan menggambarkan peristiwa, masalah, dan kejadian ajaib dalam isi cerita fantasi. Selain meningkatkan dan mengembangkan kemampuan menulis siswa, melalui kegiatan menulis cerita fantasi, siswa kelas VII SMP Negeri 12 Malang tahun pelajaran 2016-2017 dapat mengambil amanat (pesan) atau nilai positif dalam cerita fantasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri 12 Malang tahun pelajaran 2016-2017. Tujuan khusus dalam penelitian ini dirumuskan menjadi dua tujuan, yakni (1) mendeskripsikan kemampuan menulis cerita fantasi dari aspek struktur isi dan (2) mendeskripsikan kemampuan menulis cerita fantasi dari aspek kebahasaan.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 12 Malang tahun pelajaran 2016-2017 sebanyak 256 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas 7-A SMP Negeri 12 Malang tahun pelajaran 2016-207 dengan total sebanyak 32 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan cara sampel acak (cluster random sampling). Instrumen penelitian berupa tes yang berisi perintah dan petunjuk menulis cerita fantasi yang berfungsi sebagai alat untuk mendapatkan karya tulis siswa. Pedoman penyekoran kemampuan menulis cerita fantasi yang digunakan untuk analisis data, agar bisa mengetahui kemampuan menulis cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri 12 Malang tahun pelajaran 2016-2017.

Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan bahwa secara umum siswa kelas VII SMP Negeri 12 Malang tahun pelajaran 2016-2017 mampu menulis cerita fantasi dengan kategori baik, terbukti dengan hasil rata-rata nilai yang diperoleh siswa dengan jumlah 80 untuk 32 siswa sedangkan KKM disekolah tersebut 72. Secara rinci, kategori sangat baik  sebesar 31.2% (10 siswa) dengan indikator tujuh terpenuhi semua. Kategori baik  sebesar 28.1% (9 siswa) dengan indikator tujuh terpenuhi, kecuali aspek komplikasi dan resolusi yang tidak maksimal. Kategori cukup baik sebesar 40.6% (13 siswa) dengan tujuh indikator terpenuhi, kecuali aspek komplikasi, resolusi, dan pilihan kata yang tidak maksimal nilainya.

Berdasarkan  hasil penelitian dan pembahasan kemampuan menulis cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri 12 Malang tahun pelajaran 2016-2017, kemampuan siswa dalam menentukan aspek judul tergolong sangat baik, terbukti sebagian besar siswa (87,5%) mendapat kategori sangat baik dan sebagian kecil siswa mendapatkan kategori baik (12,5%).  Kemampuan siswa dalam menentukan aspek orientasi tergolong baik, terbukti sebagian kecil siswa (18,8%) mendapat kategori sangat baik, sebagian besar mendapatkan kategori baik (78,1%), dan sisanya siswa mendapatkan kategori cukup baik (3,1%). Kemampuan siswa dalam menentukan aspek komplikasi tergolong baik, terbukti sepertiga siswa mendapatkan kategori sangat baik  (31,2%), kategori baik (34,4%), sebagian kecil kategori cukup baik (25.0%), dan sisanya kategori kurang baik (9,4%). Kemampuan siswa dalam menentukan aspek resolusi tergolong baik, terbukti sebagian kecil kategori sangat baik (25,0%), sebagian besar  kategori baik (40.6%), dan sisanya kategori cukup baik (34,4%).

Kemampuan siswa dalam menentukan aspek ketepatan pilihan kata cerita fantasi tergolong sangat baik, terbukti separuh kategori sangat baik (40,6%), sepertiga kategori baik (34.4%), sebagian kecil siswa mendapatkan kategori cukup baik (18,8%), dan kategori kurang baik (6.2%). Kemampuan siswa dalam menentukan aspek keefektifan kalimat tergolong sangat baik, terbukti sebagian besar kategori sangat baik (65,5%), sepertiga kategori baik (34,4%). Kemampuan siswa dalam menentukan aspek penggunaan ejaan kalimat tergolong baik, terbukti separuh kategori sangat baik (40.6%), sebagian besar siswa mendapatkan kategori baik (43.8%), sebagian kecil kategori cukup baik (12.5%), dan mendapatkan kategori kurang baik (3.1%).  

Saran, penelitian ini ditujukan kepada dua pihak sebagai berikut 1) bagi guru Bahasa Indonesia dan 2) bagi peneliti selanjutnya. disarankan kepada dua  pihak sebagai berikut.  Pertama,  kepada guru Bahasa Indonesia disarankan agar melakukan tindak lanjut dalam pembelajaran menulis  khususnya pada struktur komplikasi dan resolusi dalam cerita fantasi. Kedua, kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian baru yang masih berkaitan dengan cerita fantasi, Agar penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian mengenai cerita fantasi. Penelitian ini juga dapat digunakan menjadi rujukan untuk penelitian sejenis.