SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

SIKAP DAN FUNGSI JIWA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PULANG KARYA TERE LEYE BERDASARKAN PERSPEKTIF JUNG

Devi Nur Indah Sari

Abstrak


 

Sari, Devi Nur Indah. 2017. Sikap dan Fungsi Jiwa Tokoh Utama

dalam Novel Pulang Karya Tere Liye Berdasarkan Perspektif Jung. Skripsi. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing:

Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.

 

Kata Kunci: sikap jiwa, fungsi jiwa, tokoh utama, novel Pulang

Dalam suatu karya sastra, tokoh-tokoh lahir dari berbagai latar berdasarkan konflik tertentu yang telah ditentukan pengarang. Tokoh-tokoh tersebut mengalami permasalahan sehingga timbul aspek-aspek kejiwaan. Aspek kejiwaan tersebut membentuk kepribadian tertentu yang mempengaruhi perkembangan plot cerita secara keseluruhan. Dalam sistem kepribadian, seseorang dapat diketahui kepribadiannya antara lain melalui dimensi kesadaran. Kepribadian tokoh dalam karya sastra dapat diketahui dengan mengacu pada sistem kesadaran yang meliputi sikap dan fungsi jiwa. Sikap dan fungsi jiwa yang dominan dan tidak dominan pada tokoh akan menunjukkan kepribadian seorang tokoh dalam karya sastra. Salah satu karya sastra berbentuk novel yang memuat aspek kejiwaanadalahnovel Pulang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan (a) sikap jiwa tokoh utama dan (b) fungsi jiwa tokoh utama dalam novel Pulang karya Tere Liye berdasarkan perspektif Jung.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan psikologi karya yang mengacu pada teori psikoanalitik Jung. Data penelitian ini berupa unit-unit teks yang terdiri dari monolog, dialog, dan narasi yang menggambarkan sikap dan fungsi jiwa tokoh utama. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik telaah teks. Instrumen yang digunakan penelitian ini berupa human instrumen, yaitu peneliti sendiri didukung dengan penggunaan tabel pengumpulan data. Data penelitian ini dianalisis melalui tahap pengumpulan data, pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan data. Teknik validasi penelitian ini menggunakan tiga cara, yaitu perpanjangan keikutsertaan, keajegan pengamatan, dan pemeriksaan sejawat melalui diskusi.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh dua kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, sikap jiwatokoh utama dalam novel Pulang meliputi sikap jiwa ekstraversi dan sikap jiwa introversi. Sikap jiwa ekstraversi ditandai dengan ciri-ciri, yaitu percaya diri, setia dan rela berkorban, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, senang berada di tengah banyak orang serta terbuka dengan hal-hal baru, banyak bicara, peduli dengan orang yang ada di dekatnya, dan mampu mengungkapkan perasaan. Ciri-ciri tersebut ditemukan pada tokoh utama, yaitu Bujang, Tauke Muda, Samad, dan Midah. Sikap jiwa introversi ditandai dengan ciri-ciri, yaitu subjektif atau tidak peduli dengan orang lain dan komentar orang lain serta sangat pendiam dan cendurung banyak mengamati.Ciri-ciri sikap jiwa introversi hanya ditemukan pada tokoh utama Bujang.

Kedua, fungsi jiwa tokoh utama dalam novel Pulangmeliputi fungsi jiwa pikiran, perasaan, pengindraan, dan intuisi. Fungsi pikiran ditandai dengan ciri-ciri, yaitu berpikir secara logis dan menyimpulkan kebenaran berdasarkan fakta-fakta yang diinderanya, serta mampu menyelesaikan masalah dan banyak bertanya agar mendapatkan suatu kebenaran. Fungsi pemikir tersebut ditemukan hanya pada tokoh utama Bujang. Fungsi perasaan ditandai dengan ciri-ciri, yaitu adanya perasaan takut/cemas, sedih, senang/tidak senang, dan sentimental. Fungsi perasa ditemukan pada tokoh utama Bujang, Tauke Muda, Samad, dan Midah. Fungsi pengindraan ditandai dengan ciri-ciri, yaitu pengamat yang baik dan melibatkan alat inderanya dengan baik untuk menghasilkan fakta-fakta konkret, suka mencoba, cepat tanggap, suka meniru, sabar dengan rutinitas, dan dapat merespon rangsangan dalam tubuhnya sendiri, dan penuh kesadaran tinggi dalam menyikapi permasalahan dan solusinya. Fungsi jiwa pengindraan ditemukan pada tokoh Bujang dan Tauke Muda. Fungsi intuisi ditandai dengan ciri-ciri, yaitu secara tidak sadar Bujang memperoleh kebenaran yang tidak dapat dijelaskan secara konkret (insting) dan melihat segala sesuatu dengan berbagai kemungkinan serta berpikir tentang masa depan. Fungsi intuisi ditemukan pada tokoh Bujang dan Tauke Muda.

 

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, saran penelitian ini ditujukan untuk peneliti selanjutnya dan pembaca hasil penelitian ini. Bagi peneliti selanjutnya, pertama, disarankan agar dapat melakukan penelitian serupa yang berkaitan dengan sistem kepribadian berdasarkan perspektif Jung, baik berupa dimensi kesadaran, ketidaksadaran, atau dua-duanya. Kedua, bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian yang menganalisis tentang tokoh-tokoh dalam karya sastra. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, disarankan agar membuat penelitian dengan objek novel Pulang karya Tere Liye menggunakan pendekatan teori psikologi sastra lain yang memungkinkan. Bagi pembaca, setelah membaca hasil penelitian ini, pembaca disarankan untuk mempelajari tentang sikap dan fungsi jiwa agar pembaca lebih mampu memahami ciri-ciri kepribadian seseorang dan memilah sikap, perilaku, maupun sifat positif sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan, khususnya dalam kehidupan sosial.