SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

SPIRITUALITAS TOKOH DALAM NOVEL MAYA KARYA AYU UTAMI

Silmi Amalia Fidareni

Abstrak


ABSTRAK

Fidareni, Silmi Amalia. 2017. Spiritualitas Tokoh dalam Novel Maya Karya Ayu Utami. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Wahyudi Siswanto,
M. Pd.

 

Kata Kunci: spiritualitas, tokoh, novel

 

Sebagai endapan kejiwaan pengarang, di dalam novel dapat dijumpai peristiwa-peristiwa kejiwaan, salah satunya adalah spiritualitas. Maslow (1968) mendefinisikan spiritualitas sebagai sebuah tahapan aktualisasi diri. Selanjutnya, ia mengungkapkan bahwa spiritualitas adalah suatu pengalaman puncak, sesuatu yang tinggi, dan sesuatu terjauh yang dapat dicapai oleh manusia. Lewat pendapat Maslow tersebut, Elkins (1988) melakukan penelitian lebih lanjut mengenai aspek-aspek yang membentuk spiritualitas. Aspek-aspek tersebut terdiri atas kepercayaan akan dimensi transenden, makna dan tujuan dalam hidup, misi hidup, kesakralan hidup, nilai-nilai material, altruisme, idealisme, kesadaran akanmakna tragedi dalam hidup, dan buah spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan aspek spiritualitas Elkins yang ada pada tokoh utama dan tokoh tambahanpada novel Maya karya Ayu Utami.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa monolog, dialog, dan narasi yang berkaitan dengan aspek-aspek spiritualitas tokoh yang ada dalam novel. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel berjudul Maya karya Ayu Utami. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama yang disertai dengan instrumen pendukung berupa instrumen pengumpul data aspek spiritualitas tokoh untuk mengumpulkan dan menginterpretasikan data penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca novel yang diteliti secara mendalam dan berulang, melakukan identifikasi, mencatat data-data yang relevan, dan melakukan klasifikasi serta interpretasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara mendiskusikan dengan dosen pembimbing dan teman sejawat.

            Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, tokoh pada novel Maya karya Ayu Utami dibagi menjadi dua, yakni tokoh utama dan tokoh tambahan utama. Tokoh utama terdiri atas tokoh Yasmin dan Maya. Tokoh tambahan utama terdiri atas tokoh Saman dan Suhubudi. Pada tokoh-tokoh tersebut ditemukan aspek-aspek spiritualitas menurut teori Elkins. Kedua, berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa spiritualitas tokoh Yasmin lebih dominan daripada tokoh yang lain. Pada tokoh Yasmin ditemukan enam dari sembilan aspek-aspek spiritualitas menurut teori Elkins dengan total tujuh belas data pendukung. Pada tokoh Maya ditemukan enam dari sembilan aspek spiritualitas dengan enam belas data pendukung. Aspek yang ditemukan pada tokoh Yasmin dan tidak ditemukan pada tokoh Maya adalah aspek altruisme dan aspek buah atau hasil spiritualitas. Aspek yang ditemukan pada tokoh Maya dan tidak ditemukan pada tokoh Yasmin adalah aspek idealisme dan aspek kesakralan hidup. Pada tokoh Saman ditemukan delapan aspek spiritualitas dengan empat belas data pendukung. Pada tokoh Suhubudi ditemukan enam aspek spiritualitas dengan sembilan data pendukung. Aspek yang ditemukan pada tokoh Saman dan tidak ditemukan pada tokoh Suhubudi adalah aspek makna dan tujuan dalam hidup dan aspek misi hidup. Ketiga, aspek spiritualitas yang lebih dominan dalam novel Maya adalah aspek kepercayaan akan dimensi transenden. Aspek ini ditemukan dalam wujud percaya kepada Tuhan dan percaya pada dimensi transenden. Aspek makna dan tujuan hidup ditemukan dalam dua wujud, yakni pemaknaan kehidupan dan memiliki tujuan hidup yang jelas. Aspek kesadaran akan makna tragedi dalam hidup ditemukan dalam wujud memaknai tragedi untuk membuat dirinya menjadi lebih baik. Aspek altruisme ditemukan dalam wujud peduli dan bertanggung jawab terhadap kesusahan orang lain serta sikap mengutamakan orang lain.Aspek misi hidup ditemukan dalam wujud melakukan tindakan konkret untuk mewujudkan tujuan. Aspek idealisme ditemukan dalam wujud kepercayaan akan prinsip hidup yang dianggap benar. Aspek kesakralan hidup ditemukan dalam wujud menyadari dan menghormati dimensi sakral kehidupan. Aspek nilai-nilai material diwujudkan dalam bentuk penghargaan akan hal-hal material tanpa mengutamakannya dan aspek buah atau hasil spiritualitas diwujudkan dalam bentuk memiliki pandangan hidup baru sebagai hasil berbagai peristiwa hidup dan dapat memilah hal yang berguna dan tidak berguna dalam hidup.

            Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini ditujukan kepada peneliti selanjutnya dan pembaca sastra. Pertama, bagi peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian mengenai spiritualitas tokoh dalam novel-novel karya Ayu Utami diharapkan dapat melakukan perbandingan spiritualitas pada novel-novel tersebut menggunakan satu teori inti. Dengan penelitian tersebut diharapkan dapat ditemukan kekhasan pengarang dalam menyampaikan pesan spiritualitas pada tiap-tiap tokoh dalam novel yang berbeda dengan pengarang yang sama. Kedua, bagi pembaca sastra, diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai sarana memahami spiritualitas, terutama yang disampaikan dalam novel, untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menggali spiritualitas dalam diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.