SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Referensi pada Teks Eksposisi Karangan Siswa Kelas X SMA Negeri 07 Malang

Nuril Hidayati Fatmala

Abstrak


ABSTRAK

 

Wacana yang baik adalah wacana yang kohesif dan koheren.Wacana yang kohesif dan keheren adalah wacana yang utuh dan padu agar pembaca dapat menangkap maksud yang disampaikan penulis. Untuk mengetahui keutuhan dan kepaduannya, wacana membutuhkan suatu penanda, salah satunya adalah penanda kohesi. Salah satu peanda kohesi adalah kohesi gramatikal jenis referensi. Penggunaan referensi sangat berpengaruh dalam pembentukan wacana yang utuh dan padu. Penggunaan referensi dalam suatu kajian wacana dapat dilihat dalam bentuk karangan tulis. Karangan tulis yang terdapat di jenjang SMA adalah karangan eksposisi. Penelitian ini digunakan untuk memperoleh deskripsi objektif tentang penggunaan referensi dalam teks eksposisi karangan siswa.

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. teknik yang digunakan adalah studi dokumentasi atau kajian teks. Data penelitian ini berwujud penanda referensi yang terdapat dalam teks eksposisi karya siswa. Sumber data berupa teks eksposisi karya siswa kelas X SMA Negeri 07 Malang. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik observasi dan tes menulis.

Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian berikut. Pertama, penggunaan penanda referensi persona yang ditemukan menggunakan bentuk pronominal persona enklitik –nya, pronominal persona pertama jamak kita, dan penyebutan ulang nomina yang dirangkai dengan pemarkah takrif. Penggunaan referensi persona dengan bentuk pronominal persona enklitik –nya digunakan dalam hubungan referensi antarkalimat maupun intrakalimat yang mengacu pada subjek atau objek yang dibicarakan. Referensi persona dengan bentuk pronominal persona pertama jamak kita bersifat eksoforis yang mengacu pada pembaca dan penulis yang terdapat di luar teks. Referensi persona dengan bentuk penyebutan ulang nomina yang dirangkai dengan pemarkah takrif (ini, itu, tersebut) lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan referensi persona dengan bentuk lain. Kedua, penggunaan referensi demonstrativa yang ditemukan menggunakan bentuk frase dengan demikian, hal ini, hal tersebut, sementara itu. Referensi demonstrativa dengan bentuk frase dengan demikian banyak ditemukan di bagian kesimpulan teks eksposisi untuk memberikan penegasan ulang terhadap topik yang sudah dibicarakan. Penggunaan referensi demonstrativa dengan menggunakan bentuk frase hal ini, hal tersebut, sementara itu digunakan untuk mnegacu pada hal/ihwal yang dibicarakan sebelumnya. Peda penlitian ini juga ditemukan referensi demonstrativa yang bersifat eksoforis yang mengacu pada tempat di luar teks seperti di bumi ini. Ketiga¸ penggunaan referensi komparatif yang ditemukan menggunakan bentuk frase selain itu dan kata selain. Penggunaan  referensi komparatif dengan bentuk frase selain itu banyak ditemukan dalam hubungan referensi antarkalimat. Referensi tersebut digunakan untuk menyebutkan kesamaan yang dimiliki referensi dengan referennya. Referensi komparatif dengan bentuk frase selain ditemukan dalam hubungan referensi intrakalimat yang juga digunakan untuk menyebutkan kesamaan atau kemiripan yang dimiliki referensi dengan referennya.

 

Saran penelitian ini ditujukan pada pertama, saran ditujukan kepada peneliti lain. Peneliti yang lain disarankan agar mengkaji lebih dalam tentang penanda kohesi yang lain, khususnya bidang wacana yang berkaitan dengan kohesi dan koherensi dalam wacana di dalam hasil karya tulis siswa, masih banyak hal-hal menarik untuk dijadikan bahan-bahan penelitian. Penelitian yang bisa dilakukan, misalnya penelitian penggunaan kohesi pada artikel ilmiah yang dikerjakan siswa. Kedua, saran ditujukan kepada guru bidang studi Bahasa Indonesia. Guru bidang studi Bahasa Indonesia disarankan agar hasil dari penelitian ini dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan sumber belajar, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan referensi maupun penanda kohesi yang lain agar keterampilan siswa dalam menulis tidak hanya kohesif saja tapi juga koheren.