SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Argumentasi dalam Artikel Opini Surat Kabar Media Indonesia

Miftahul Hasanah

Abstrak


ABSTRAK

Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang bertujuan meyakinkan pembaca agar sependapat dengan pandangan penulis, dengan cara menyajikan bukti-bukti yang mendukung opini penulis. Penulis dapat menggabungkan bukti-bukti yang dimiliki dengan menggunakan metode pembuktian dalam argumentasi. Terdapat tujuh metode pembuktian dalam argumentasi, yaitu metode pembuktian dengan pendefinisian, metode pembuktian dengan sebab dan akibat, metode pembuktian dengan persamaan, metode pembuktian dengan pertentangan, metode pembuktian dengan perbandingan, metode pembuktian dengan kesaksian, dan metode pembuktian dengan autoritas. Penulis dapat menggunakan satu metode pembuktian atau beberapa metode pembuktian dalam wacana argumentasi. Susunan dari metode pembuktian yang digunakan dalam wacana argumentasidapatmembentuksebuah pola, yakni pola sederhana dan pola kompleks.

Teks yang dapat menggunakan metode pembuktian dalam argumentasi dan pola argumentasi adalah kategori teks argumentasi. Salah satu teks yang masuk dalam kategori wacana argumentasi adalah artikel opini. Hal ini dikarenakan artikel opini bertujuan meyakinkan pembaca bahwa pandangan penulis benar adanya. Selain itu, artikel opini juga mengajukan bukti-bukti yang mendukung opini pengarang. Dengan demikian, penelitian ini secara umum bertujuan untuk menjelaskan argumentasi dalam artikel opini surat kabar Media Indonesia. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode argumentasi dalam artikel opini surat kabar Media Indonesia dan menjelaskan pola argumentasi dalam artikel opini surat kabar Media Indonesia.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif analisis teks. Data penelitian ini berupa paragraf yang berisi metode argmentasi dan pola argumentasi. Sumber data yang digunakan adalah artikel opini dalam surat kabarMedia Indonesia. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Analisis data penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan sejak pengumpumpulan data. Analisis data dimulai dari kegiatan identifikasi dan klasifikasi metode argumentasi,selanjutnya kegiatan identifikasi dan klasifikasi pola argumentasi. Hasilkedualangkah itu ditata dan diorganisasikan secara sistematis untikdilihat keutuhannya dalam sajian data. Tahapan selanjutnya adalah penarikan kesimpulan sementara. Hasil simpulan sementara ditelaah kembali kesahihannya dengan cara diskusi dengan teman sejawat dan dosen pembimbing. Hasil simpulan yang sahih itulah yang digunakan sebagai simpulan akhir penelitian.

Berdasarkan penelitian ini ditemukan metode argumentasi dan pola argumentasi dalam surat kabar Media Indonesia. Pertama, metode argumentasi yang digunakan dalam surat kabarMedia Indonesia dapat berupa 1) metode pendefinisian, 2) metode sebab-akibat, 3) metode sirkumstansi, 4) metode persamaan, 5) metode pertentangan, 6) metode perbandingan, 7) metode kesaksian dan metode autoritas. Metode pendefinisian dapat dinyatakan dengan bentuk pendefinisian sinonim kata, pendefinisian etimologi, dan pendefinisian luas. Metode sebab akibat dapat dinyatakan dengan bentuk sebab-akibat dan akibat-sebab. Metode sirkumstansi dapat dinyatakan dalam bentuk solusi tunggal dan solusi prosedural. Metode perbandingan dapat dinyatakan dengan bentuk perbandingan dua objek dan perbandingan lebih dari dua objek.Metode pertentangan dapat dinyatakan dengan bentuk antonim dan semestinya. Metode persamaan dapat dinyatakan dengan bentuk menyamakan dua objek atau permasalahan.Metode kesaksian dapat dinyatakan dengan bentuk kesaksian penulis dan kesaksian orang lain.Metode autoritas dapat dinyatakan dengan bentuk pendapat ahli, pendapat dari buku, dan pendapat survei dari sumber terpercaya.

Kedua, pola metode argumentasi dalam surat kabarMedia Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yakni pola sederhana dan pola kompleks. Pola sederhana terbentuk dari gabungan dua metode pembuktian, gabungan tiga metode pembuktian, gabungan empat metode pembuktian. Pola kompleks terbentuk dari gabungan dua metode pembuktian, gabungan tiga metode pembuktian, gabungan empat metode pembuktian, dan gabungan lima metode pembuktian. Pola sederhana artinya metode yang digunakan dalam argumentasi tidak berulang atau digunakan hanya sekali, sehingga membentuk metode sederhana. Disisi lain, pola kompleks artinya metode yang digunakan dalam berargumentasi berulang atau digunakan lebih dari sekali, sehingga membentuk bebrapa metode yang berulang.

 

Saran yang diajukan peneliti berdasarkan hasil penelitian adalah kepada praktisi pembinaan dan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah, yakni penyusun buku teks dan guru bahasa Indonesia, serta kepada peneliti argumentasi. Dalam menjelaskan, menyampaikan, dan melatihkan argumentasi hendaknya penyusun buku dan guru memperhatikan metode yang digunakan dalam argumentasi yang berupa metode pendefinisian, metode sebab-akibat, metode perbandingan, metode sirkumstansi, metode pertentangan, metode persamaan, metode kesaksian dan autoritas. Dalam meneliti argumentasi, khususnya metode dan pola peneliti dapat memperoleh hasil yang lebih mendalam tentang argumentasi.