SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar

Ika Sari Wulandari

Abstrak


ABSTRAK

 

Literasi merupakan kemampuan yang berkaitan dengan kegiatan membaca, berpikir, dan menulis yang bertujuan pada kemampuan memahami informasi secara kritis, kreatif, dan reflektif.Salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk memaksimalkankemampuan literasi siswa adalah mengintegrasikan literasi dengan kurikulum pembelajaran melalui program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola implementasi GLS di sekolah dasar. Penelitian ini berfokus pada: (1) pola kegiatan literasi pada buku tematik siswa kelas IV edisi revisi 2016 dan (2) pola kegiatan literasi di sekolah pada jenjang sekolah dasar.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama baik dalam pengumpulan data maupun analisis data. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa sekolah, yaitu SDN Bareng 3, SDN Sumbersari 2, SDN Kauman 1, SDN Kauman 2, dan SD Laboratorium UM. Sumber data dalam penelitian ini berupa buku tematik siswa kelas IV edisi revisi 2016, kepala sekolah, guru, pustakawan, dan lingkungansekolah. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Proses analisis data dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi data. Pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian ini menggunakan dua cara, yaitu perpanjangan pengamatan dan triangulasi.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dua simpulan. Pertama, pola kegiatan literasi pada buku tematik siswa kelas IV edisi revisi 2016. Pola yang ditemukan berjumlah dua belas ragam pola kegiatan literasi, yaitu (1) skemata-baca-tulis, (2) skemata-baca-coba, (3) skemata-baca-jawab, (4) pertanyaan-baca-coba, (5) tujuan-baca-tulis, (6) skemata-baca-pertanyaan, (7) tujuan-dengarkan-tulis, (8) skemata-baca-bercerita (9) tujuan-baca-bercerita, (10) pertanyaan-baca-jawab, (11) tujuan-baca-jawab, dan (12) pertanyaan-baca-tulis. Keduabelas pola tersebut meliputi kegiatan memahami informasi secara kritis, kreatif, dan reflektif.

Kedua, pola kegiatan literasi di sekolah dasar. Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan ditemukan bahwa sekolah mayoritas menerapkan kegiatan literasi pada tahap pembiasaan. Implementasi kegiatan literasi di sekolah dasar ditinjau dari: (1) pola strategi dan pelaksanaan kegiatan literasi, (2) sumber buku dan lingkungan literasi, dan (3) kerja sama kegiatan literasi. Pola strategi dan pelaksanaan kegiatan literasi yang ditemukan berjumlah lima pola. Pola tersebut adalah (1) bergiliran-berdoa-senyap-tulis, (2) mingguan-berdoa-senyap-bacakan, (3) serentak-pembiasaan-berdoa-senyap, (4) serentak-berdoa-senyap-tulis, dan (5) mingguan-upacara-berdoa-senyap.Sumber buku dan lingkungan literasi memiliki beberapa indikator, yaitu pola pengadaan buku, pola pemilihan buku, pola pengelolaan area baca, pola pengelolaan perpustakaan, pola pengelolaan sudut baca, dan pola pengelolaan poster. Berdasarkan indikator tersebut pola yang ditemukan berjumlah empat pola, yaitu (1) buku perpustakaan-bacaan bebas-lingkungan-perpustakaan mendukung-sudut baca kelas mendukung-poster bebas, (2) buku siswa-bacaan bebas-lingkungan-perpustakaan kurang mendukung-sudut baca kelas mendukung-poster bebas, (3) buku siswa-bacaan bebas-lingkungan-perpustakaan mendukung-sudut baca mendukung-poster bebas, dan (4) buku siswa-bacaan bebas-lingkungan-perpustakaan kurang mendukung-sudut baca mendukung-poster dibatasi. Kerjasama kegiatan literasi terbagi menjadi dua indikator, yaitu pola pendukung sarana literasi dan pola pelatihan kegiatan literasi. Adapun pola yang ditemukan berdasarkan dua indikator tersebut berjumlah empat pola, yaitu (1) dinas-USAID-K3S-orang tua-perpustakaan-USAID, (2) dinas-orang tua, (3) dinas-orang tua-perpustakaan, dan (4) USAID-orang tua-USAID.

 

Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk tim penyusun buku tematik hendaknya agar memperhatikan komponen literasi secara lebih jelas dan detail khususnya unsur literasi kritis, kreatif, dan reflektif yang tercakup dalamkegiatan prabaca, membaca, dan pascabaca pada buku tematik untuk penulisan buku di tahun-tahun selanjutnya. Saran terkait pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah ditujukan kepada kepala sekolah selaku pembuat kebijakan di sekolah sebaiknya membentuk tim secara khusus untukpengembangan kegiatan literasi di sekolah. Guru selaku pelaksana yang bertugas mendampingi siswa saat kegiatan literasi hendaknya lebih disiplin melihat hasil tindak lanjut membaca dan lebih kreatif dengan memilih ragam kegiatan membaca yang berbeda agar kegiatan literasi terasa menyenangkan oleh siswa.