SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Gaya Bahasa (Basa Rinengga) pada Siswa Kelas VIII SMPN 2 Malang Tahun 2016/2017

LusiAri Agustin

Abstrak


ABSTRAK

 

Agustin, LusiAri. 2017. Pembelajaran Gaya Bahasa (Basa Rinengga) pada Siswa Kelas VIII SMPN 2 Malang Tahun 2016/2017. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.

 

Kata kunci: pembelajaran, basa rinengga, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian

Pembelajaran bahasa Jawa merupakan muatan lokal yang dipelajari siswa mulai dari jenjang SD/MI sampai SMA/SMK/MA, bahkan dalam kehidupan sehari-hari sudah menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa daerah, utamanya di Jawa Timur. Pada jenjang SMP, KD mengenai mengidentifikasi ragam dan gaya bahasa Jawa dipelajari oleh siswa kelas VIII. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan penulis di SMPN 2 Malang, proses pembelajaran bahasa Jawa sudah menggunakan Kurikulum 2013. Pada penerapan K-13 untuk pembelajaran bahasa Jawa ditemukan beberapa kendala, antara lain kurangnya literatur dan rendahnya pemahaman siswa mengenai istilah bahasa Jawa. Hal ini menjadi penyebab tidak lancarnya komunikasi ketika pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian terhadap fakta pembelajaran bahasa Jawa. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di kelas VIII SMPN 2 Malang dengan materi pokok basa rinengga. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan mengenai perencanaan pembelajaran basa rinengga yang terkait dengan komponen RPP, (2) untuk mendeskripsikan interaksi siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar yang terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, (3) untuk mendeskripsikan penilaian pembelajaran basa rinengga yaitu penilaian sikap, penilaian keterampilan, dan penilaian pengetahuan.

Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan penelitian berupa wacana kelas. Instrumen kunci pada penelitian ini ialah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data berupa perencanaan pembelajaran adalah RPP yang telah disusun dan hasil wawancara dengan guru mengenai penyusunan perencanaan pembelajaran. Data pelaksanaan pembelajaran berupa transkrip pelaksanaan pembelajaran yang terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Data penilaian berupa penilaian proses dan hasil, serta informasi hasil wawancara tentang penilaian pembelajaran. Dalam menentukan keabsahan temuan peneliti melakukan diskusi dengan dosen pembimbing dan teman sejawat.

Hasil penelitian pembelajaran basa rinengga pada siswa kelas VIII SMPN 2 Malang terbagi menjadi tiga aspek, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pertama, RPP yang disusun sudah memuat semua komponen RPP. Kedua, pelaksanaan pembelajaran gaya bahasa (basa rinengga) terdiri atas kegiatan: awal, inti dan penutup. Kegiatan awal meliputi apersepsi, presensi, dan motivasi. Guru juga mengaitkan penguasaan kompetensi terhadap kehidupan siswa. Kegiatan inti meliputi penerapan pendekatan saintifik. Pada pelaksanaan kegiata inti sudah terlihat proses unjuk kerja. Pada pelaksanaan kegiatan penutup guru memberikan refleksi simpulan mengenai pembelajaran yang dilaksanakan. Ketiga, penilaian terdiri dari penilaian sikap, penilaian keterampilan, dan penilaian pengetahuan. Pada penilaian sikap dilaksanakan ketika pembelajaran berlangsung tanpa rubrik penilaian, penilaian keterampilan dilaksanakan dengan unjuk kerja sementara itu untuk penilaian pengetahuan dilaksanakan dengan tes tulis berupa ulangan harian dan tanya jawab di kelas. Penilaian keterampilandan penilaian pengetahuan sudah sesuai dengan yang tercantum pada RPP. Dalam RPP yang dirancang guru, sumber belajar yang digunakan kurang bervariasi. Materi dan media yang dirumuskan oleh guru sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Kesimpulan pada penelitian ini yaitu, perencanaan pembelajaran sudah memuat seluruh komponen RPP untuk pelaksanaan pembelajaran. Pada pelaksanaan pembelajaran basa rinengga guru lebih kreatif dalam memilih media dan mengunakan alokasi waktu sebaik mungkin. Penilaian pembelajaran berupa penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Berdasarkan kesimpulan di atas disampaikan saran sebagai berikut. Guru lebih teliti kembali pada saat menyusun RPP dalam kelompok Tim MGMP, alangkah baiknya apabila guru mempersiapkan sendiri RPP pembelajaran yang akan diajarkan. Pada pelaksanaan pembelajaran perlu diusahakan sesuai dengan rancangan pembelajaran yang terdapat pada RPP. Pemilihan media lebih bervariasi serta buku penunjang juga lebih diperhatikan kembali supaya pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan lancar sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Bagi siswa diharapkan untuk secara berkelanjutan mempelajari mengenai pengucapan kosakata bahasa Jawa dan mencintai serta mempelajari budaya-budaya Jawa lainnya. Penelitian ini masih pada tahap melihat bagaimana perencanaan, pelaksanaan,dan penilaian pada pembelajaran gaya bahasa (basa rinengga), maka dapat dilanjutkan dengan penelitian mengembangkan bahan ajar mengenai ragam dan gaya bahasa Jawa.

ABSTRAK

Agustin, LusiAri. 2017. Language Style Learning (Basa Rinengga) in Year VIII SMPN 2 Malang Students Year 2016/2017. Thesis. Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. Supervisor Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.

 

Keywords: learning, rinengga language, planning, implementation, and evaluation

Javanese language learning is a local subject learned by students from elementary level to high school level, even in daily life Javanese language is a first language in East Java. In junior high school, basic competency about identifying the variety and style of Javanese language is studied by second grader students of junior high school. Based on the results of researcher’s observation that have been done in SMP 2 Malang, the language learning process on Javanese language is already using the curriculum of 2013. On the K-13 application of learning the Javanese language, the researcher found several problems, including the literature learning and the knowledge of students about the terms, phrases or vocabulary that is still lacking. Other problem faced by teachers in learning is the limitation of the use of Javanese language in communication also become problem for teachers in learning. This research was carried out to examine the KBM (teaching and learning activities) in VIII grade of SMP 2 Malang with the subject matter of Rinengga language. The purpose of this research is (1) to describe about the lesson plan on Rinengga language that are associated with the components of the RPP, (2) to describe knowing the interaction between students and teachers in the teaching and learning activities on learning Rinengga language which consists of initial activities, core activities, and the closing activities, (3) to describe the learning assessment of Rinengga language based from attitudes, skills, and knowledge.

In this study, the researcher using qualitative-descriptive approach in the form of class discourse. The key instrument in this study is the researcher. Data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The learning plan is from RPP that has been compiled and from the results of interviews with teachers regarding the preparation of study plan. The data from the learning implementation in the form of a transcript from the implementation of the learning of initial activities, core activities, and closing activities. Data assessment form are assessment processes and results, as well as the information about learning interviews. In determining the validity of the research, the researcher conducting discussions with friends and supervisors.

The research result of learning Rinengga language on grade VIII SMP 2 Malang is divided into three aspects, planning, implementation, and assessment. First, the RPP arranged already contains all of the components of the RPP. Second, the implementation of learning did not run in accordance with RPP that are designed by teachers, scientific approach is not fully implemented by the teacher when in learning activities, learning activities took three sessions and a daily test while at RPP teacher only noted for two times. Third, the assessment consists of assessments of the attitude, skills, and knowledge. On the attitude assessment was carried out when the learning took place without the rubric assessment, skills assessment was carried out in the form of the performance, and for knowledge assessment test implemented in the form of daily test and frequently asked questions in class. Skills assessment and knowledge assessment is suitable with listed on the RPP. In the RPP, teacher-designed learning resources are used less varied. Materials and media that are formulated by the teacher is suitable with the purpose of learning.

 

The conclusion on this research is, the plan study is already containing of all components of RPP for the implementation of learning. Implementation of learning Rinengga language are carried out three times. Activities between teachers and students in the form of lectures, discussions and assignments. Learning assessment form are attitude, knowledge, and skills. Based on the research results can be delivered to the following suggestions. Teachers more focus on when teachers are putting together in a group of MGMP, it would be nice if the teachers are preparing their own RPP learning that will be taught. On the implementation of learning need to be organized in accordance with the design of the study that contained in the RPP. The selection of books as well as more varied media support is also noted so that learning can be done nicely and smoothly and it is able to improve the quality of learning. For students are expected to continuously learn about pronunciation and vocabulary of the Javanese language and study as well as they learn other Javanese cultures. This research is still at the stage of looking at how the planning, implementation, and assessment of learning styles of language (Rinengga language), then can proceed with research to develop learning materials about the variety and style of Javanese language.