SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Citraan pada Novel Fantasi Nataga the Little Dragon Karya Ugi Agustono

Nurul Hidayati

Abstrak


ABSTRAK

Hidayati, Nurul. 2016. Citraan pada Novel Fantasi Nataga the Little Dragon Karya Ugi Agustono. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd.

Kata Kunci: cerita fantasi, novel, citraan, stilistika

Nataga the Little Dragon adalah salah satu novel fantasi karya Ugi Agustono yang mengisahkan komodo dan Pulau Komodo. Ugi Agustono menggunakan unsur citraan untuk membangkitkan tanggapan indera pembaca.  Citraan merupakan salah satu kajian stilistika yang dapat membuat pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, dan merasakan apa yang diceritakan pengarang dalam karyanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis citraan pada novel fantasi Nataga the Little Dragon dan (2) fungsi citraan pada novel fantasi Nataga the Little Dragon.

Sehubungan dengan hal itu, untuk melakukan penelitian ini digunakan jenis penelitian kajian teks dengan pendekatan hermeneutika. Data penelitian ini adalah paparan bahasa berupa narasi, dialog, dan monolog yang ada pada novel fantasi Nataga the Little Dragon karya Ugi Agustono. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara klasifikasi, reduksi data, penyajian data, penafsiran data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data digunakan teknik ketekunan pengamatan dan kecukupan referensial. Tahap-tahap penelitian ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya dua aspek, yakni jenis citraan dan fungsi citraan. Pertama, jenis citraan pada novel fantasi Nataga the Little Dragon  terdiri atas 7 subaspek, yaitu (1) citraan pelihatan, (2) citraan pendengaran, (3) citraan penciuman, (4) citraan pencecapan, (5) citraan gerak, (6) citraan perabaan, dan (7) citraan intelektual. Citraan pelihatan berupa deskripsi alam, benda (senjata) dan binatang (reptil dan mamalia). Citraan pendengaran berupa bunyi yang dihasilkan oleh alam dan bunyi yang dihasilkan oleh binatang (reptil, burung, ikan, dan mamalia). Citraan penciuman berupa bau yang dihasilkan oleh alam dan bau yang dihasilkan oleh binatang (mamalia dan reptil). Citraan pencecapan berupa rasa daging binatang. Citraan gerak berupa aktivitas tokoh dalam cerita, seperti berjalan, melompat, dan memanjat. Citraan perabaan berupa suhu dingin dan sentuhan terhadap benda. Citraan intelektual berupa pengetahuan tentang komodo dan binatang di hutan

Kedua, fungsi citraan pada novel fantasi Nataga the Little Dragon ada empat. Fungsi pertama, citraan untuk memperjelas gambaran. Citraan untuk memperjelas gambaran terbagi menjadi dua, yakni citraan untuk memperjelas gambaran karakter tokoh dan gambaran latar. Fungsi kedua, citraan untuk menghidupkan gambaran dalam pikiran dan penginderaan. Fungsi ketiga, citraan untuk menimbulkan suasana yang khusus. Suasana khusus tersebut berupa suasana yang mengerikan, suasana tenang, suasana sepi, suasana ramai, suasana bahagia, dan suasana sedih.  Fungsi keempat, citraan untuk membangkitkan intelektualitas pembaca.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh dua simpulan. Pertama, jenis citraan yang diteliti pada penelitian ini terdiri atas tujuh citraan, sedangkan pada penelitian sebelumnya hanya lima jenis citraan yang sering diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dua jenis citraan, yakni citraan gerak dan citraan intelektual digunakan pada novel Nataga the Little Dragon. Jenis citraan yang paling banyak ditemukan dalam novel Nataga the Little Dragon adalah citraan pelihatan, sedangkan citraan yang paling sedikit ditemukan adalah citraan pencecapan karena novel tersebut bergenre fantasi dan bertema petualangan sehingga hal-hal yang berkaitan dengan indera pencecapan jarang ditemukan. Kedua, fungsi citraan pada novel Nataga the Little Dragon yang sedikit ditemukan adalah fungsi citraan untuk membangkitkan intelektualitas pembaca karena novel tersebut bertema petualangan sehingga sedikit menggunakan logika dan pemikiran.

Saran ditujukan kepada penulis sastra dan peneliti sastra selanjutnya. Kepada penulis sastra disarankan untuk berkreasi dengan menggunakan citraan pada penulisan karya sastra, khususnya citraan pencecapan, karena citraan ini jarang ditemukan. Kepada peneliti sastra selanjutnya diharapkan untuk meneliti citraan gerak dan citraan intelektual. Dua jenis citraan tersebut jarang diteliti sehingga peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih mendalam tentang citraan gerak dan citraan intelektual.