SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Nilai Budaya dalam Mantra Bercocok Tanam Padi di Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, Jawa Tengah: Kajian Fungsi Sastra

Rukesi .

Abstrak


Mantra bercocok tanam padi di Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, Jawa Tengah masih digunakan sampai saat ini ketika masyarakat melaksanakan semua proses pertanian padi. Mantra tersebut mengandung nilai-nilai yang dianggap ideal dalam kebudayaan masyarakat pemiliknya. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian terhadap nilai budaya dalam mantra tersebut.

Penelitian ini fokus mengkaji nilai budaya dalam mantra bercocok tanam padi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini adalah kata, frasa, atau kalimat dari transkripsi mantra bercocok tanam padi yang mengandung nilai budaya. Data tersebut dianalisis mulai dari tahap penelaahan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya nilai budaya dalam mantra bercocok tanam padi yang terlihat melalui empat pola hubungan manusia. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan diri sendiri berupa kerja keras, sabar, tanggung jawab, tidak serakah, menjaga kebaikan diri, dan hemat. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan berupa berserah diri kepada Tuhan, meminta perlindungan dan pertolongan kepada Tuhan, memercayai kebaikan dan keburukan berasal dari Tuhan, meminta restu kepada Tuhan, memercayai hidup dan mati ada pada kuasa Tuhan, dan memercayai adanya hukuman dari Tuhan. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam berupa percaya adanya makhluk gaib di alam semesta, saling menghormati dan saling menjaga antarsesama makhluk hidup, tidak menyakiti makhluk hidup di alam, serta menghargai keberagaman di alam. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain berupa tidak mengambil milik orang lain. Nilai budaya dalam mantra bercocok tanam padi tersebut berfungsi melandasi, memandu, mengarahkan, menjaga, serta memberi petunjuk kepada manusia dalam berucap, bertindak, dan berperilaku.

 

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikemukakan saran kepada beberapa pihak yang dipandang relevan. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan fokus yang lebih mendalam, yakni pada aspek implementasi mantra dengan mengkaji mantra dari konteks yang lebih praktis.  Kepada lembaga penelitian disarankan untuk mendokumentasikan mantra dengan merekam kemudian mentranskripsi mantra supaya sastra lisan di Indonesia tidak punah. Kepada masyarakat Indonesia disarankan untuk tetap menjaga dan melestarikan sastra lisan, khususnya mantra, dengan terus menggunakan mantra pada kegiatan tertentu dan mewariskan mantra kepada generasi selanjutnya sehingga mantra tersebut akan tetap hidup dan berkembang.