SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Status Sosial dengan Perilaku Sosial Tokoh dalam Novel De Winst Karya Afifah Afra

Dinda - Fransisca

Abstrak


Hubungan merupakan keterkaitan antara suatu hal dengan hal yang lain. Dalam penelitian ini ditemukan hubungan antara status sosial dengan perilaku sosial tokoh dalam novel De Winst. Status sosial terbagi menjadi tiga macam, yaitu status dibebankan, status diraih, dan status diberikan. Status dibebankan merupakan status yang diperoleh karena faktor keturunan. Status diraih merupakan status yang diperoleh karena usaha-usaha yang dicapai sesuai dengan kemampuan. Status diberikan merupakan status yang diperoleh karena pemberian dari suatu kelompok atau golongan kepada seseorang yang berjasa. Status sosial yang ditemukan dalam penelitian ini memiliki hubungan dengan perilaku sosial tokoh yang berdasarkan tipe-tipe tindakan sosial. Tipe-tipe tindakan sosial meliputi tindakan tradisional, afektif, berorientasi nilai, dan rasional instrumental. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitian mengenai hubungan status sosial dengan perilaku sosial tokoh dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan (a) status sosial tokoh, (b) perilaku sosial tokoh yang berdasarkan tipe-tipe tindakan sosial, dan (c) hubungan status sosial dengan perilaku sosial tokoh yang ada dalam novel De

Winst karya Afifah Afra. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kajian teks. Data penelitian ini berupa satuan teks yang terdiri atas monolog, dialog, dan narasi yang menggambarkan status sosial dan perilaku sosial tokoh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik telaah teks. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen manusiawi, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan dengan memanfaatkan berbagai wacana sastra dan sosiologi, serta masukan-masukan dari peminat sastra yang dianggap ahli. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap klasifikasi data, reduksi data, penyajian data, penafsiran data, dan penarikan kesimpulan data. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, status sosial tokoh yang ditemukan dalam novel De

Winst. Status sosial tokoh dalam novel De Winst meliputi status dibebankan, status diraih, dan status diberikan. Status dibebankan dalam novel De Winst ditemukan pada tokoh-tokoh yang berlatar belakang sebagai bangsawan Jawa yaitu sebagai tokoh pangeran, kesatria, raden, dan putri. Status dibebankan ditemukan pada tokoh Rangga, Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryanegara, Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryakusuma, Raden Prakosa, Raden Suryadi, dan Sekar Prembayun. Status diraih dalam novel De Winst ditemukan pada tokohtokoh yang memiliki gelar atau jabatan akademik sebagai Profesor, Sarjana, Lulusan HBS, dan Kader Partai Rakyat. Status diraih ditemukan pada tokoh Rangga, Kareen, Prakosa, dan Johan Van De Vondell. Status diberikan dalam

i novel De Winst ditemukan pada tokoh-tokoh yang mempunyai peran sosial, yaitu sebagai aktivis pergerakan kemerdekaan, dan sebagai guru partikelir. Status diberikan ditemukan pada tokoh Pratiwi, dan Jatmiko. Kedua, perilaku sosial tokoh yang berdasarkan tindakan sosial dalam novel De Winst meliputi tindakan tradisional, afektif, berorientasi nilai, dan rasional instrumental. Tindakan tradisional dalam novel De Winst ditemukan pada tokoh-tokoh yang berorientasi pada nilai tradisi masa lampau. Tindakan tradisional tokoh ditemukan pada tokoh Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryanegara, Raden Ngabehi Suratman atau Kerabat Keraton, Prajurit Keraton, dan Ayah Sekar (Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryakusuma). Tindakan afektif dalam novel De Winst ditemukan pada tokoh-tokoh yang dipengaruhi oleh perasaan emosi tokoh. Tindakan afektif tokoh ditemukan pada tokoh Rangga, Kareen, Pratiwi, Jatmiko, dan Jan Thijsse. Tindakan berorientasi nilai ditemukan pada tokoh-tokoh yang dipengaruhi oleh nilai-nilai religius, etis dan estetis. Tindakan berorientasi nilai tokoh ditemukan pada tokoh Rangga, Eyang Haji Keraton, anak-anak kecil, ibu-ibu, dan Pratiwi. Tindakan rasional instrumental ditemukan pada tokoh-tokoh yang mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas dalam mencapai suatu tujuan. Tindakan rasional instrumental ditemukan pada tokoh Rangga, Jan Thijsse, Ayah Sekar (Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryakusuma), Ayah Rangga (Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryanegara). Ketiga, hubungan status sosial dengan perilaku sosial yang berdasarkan tindakan sosial tokoh dalam novel De Winst. Hubungan status sosial dibebankan dengan empat tipe tindakan sosial, yaitu tindakan tradisional, afektif, berorientasi nilai, dan rasional instrumental. Hubungan tersebut ditemukan pada tokoh-tokoh dari golongan bangsawan Jawa, yang meliputi tokoh Rangga, Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryanegara, Kanjeng Gusti Pangeran Harya Suryakusuma, Raden Ngabehi Suratman, dan Prajurit Keraton. Hubungan status sosial diraih dengan tiga tipe tindakan sosial, yaitu tindakan afektif, berorientasi nilai, dan rasional instrumental. Hubungan tersebut ditemukan pada beberapa tokoh yang berasal dari golongan yang berbeda-beda, meliputi tokoh Rangga, Jan Thijsse, Tuan Biljmer, dan Eyang Haji. Hubungan status sosial diberikan dengan dua tipe tindakan sosial, yaitu tindakan afektif dan berorientasi nilai. Hubungan tersebut ditemukan pada dua tokoh yang memiliki ambisi untuk kemerdekaan bangsa, yaitu tokoh Jatmiko dan Pratiwi. Saran penelitian ditujukan untuk peneliti selanjutnya dan pemerhati sastra. Peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian yang berkaitan dengan novel

De Winst disarankan untuk mengembangkan penelitian terhadap hubungan status sosial dengan perilaku sosial tokoh yang terdapat dalam novel dengan menggunakan teori yang lain. Dengan menggunakan teori yang lain akan memperdalam dan memperluas hubungan status sosial dengan perilaku sosial dalam novel. Pemerhati sastra disarankan memanfaatkan hasil penelitian ini dalam studi terhadap karya sastra, baik penulisan maupun penelitian. Selain itu, adanya hubungan status sosial dengan perilaku sosial tokoh berdasarkan tipe-tipe tindakan sosial dalam novel juga dapat dimanfaatkan untuk menambah referensi atau sebagai bahan bandingan dalam menganalisis sebuah karya sastra.