SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Konjungsi Pada Teks Eksposisi Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang

Ricky Setya Prayoga

Abstrak


ABSTRAK

Prayoga, Ricky Setya. 2015. Penggunaan Konjungsi Pada Teks Eksposisi Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd., (2) Dr. H. Imam Agus Basuki, M.Pd.

Kata Kunci: konjungsi, teks eksposisi.

Konjungsi adalah satuan yang digunakan untuk meluaskan maupun mengaitkan satuan-satuan sintaktis baik setara maupun tidak setara. Secara sederhana, konjungsi berarti kata hubung karena tugasnya merupakan penghubung antar kata dengan kata, frase dengan frase, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat. Dalam penelitian ini dikaji tentang penggunaan konjungsi pada teks eksposisi karya siswa. Teks eksposisi yang di dalamnya berisi suatu penjelasan atau pemaparan pendapat memerlukan kecermatan dan keefektifan penggunaan kalimat agar ide yang dituangkan penulis dapat tersampaikan dengan baik pada pembaca. Salah satu keefektifan penggunaan kalimat dapat ditinjau dari penggunaan konjungsi.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian teks atau dokumen yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Data penelitian adalah konjungsi koordinatif dan subordinatif antarklausa maupun antarkalimat. Sumber data didapatkan dari guru mata pelajaran. Analisis data dalam penelitian ini meliputi (1) reduksi data, (2) sajian data, dan (3) penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik kecermatan peneliti dan diskusi dengan pembimbing.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh empat kesimpulan. (1) Bentuk dan penggunaan konjungsi koordinatif antarklausa dalam teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang cukup banyak, serta penggunaan dalam teks tersebut sebagian besar sudah tepat. Bentuk konjungsi koordinatif antarklausa yang terdapat dalam 25 teks eksposisi siswa sebanyak 274. Kemudian, untuk penggunaan konjungsi koordinatif antarklausa yang kurang tepat, umumnya dikarenakan siswa kurang cermat dalam pemakaian konjungsi untuk meluaskan ide dari klausa satu ke klausa lainnya.(2) Bentuk dan penggunaan konjungsi subordinatif antaklausa dalam teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang cukup banyak, serta penggunaan dalam teks tersebut sebagian besar sudah tepat. Bentuk konjungsi subordinatif antarklausa yang terdapat dalam 25 teks eksposisi siswa adalah yang terbanyak, yakni sebanyak 391. Kemudian, untuk penggunaan konjungsi subordinatif antarklausa yang kurang tepat, umumnya dikarenakan siswa kurang cermat dalam menggunakan konjungsi untuk meluaskan ide dari klausa satu ke klausa lainnya. (3) Bentuk dan penggunaan konjungsi koordinatif antarkalimat dalam teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang tidak terlalu banyak, namun penggunaan dalam teks tersebut sebagian besar sudah tepat. Bentuk konjungsi koordinatif antarkalimat yang terdapat dalam 25 teks eksposisi siswa sebanyak 122. Kemudian, untuk penggunaan konjungsi koordinatif antarkalimat yang kurang tepat, umumnya dikarenakan siswa kurang cermat dalam pemilihan konjungsi untuk meluaskan ide dari kalimat satu ke kalimat lainnya, sehingga perpindahan antarkalimat tersebut terasa kurang lembut. Dalam penggunaan konjungsi koordinatif antarkalimat ini, variasi yang muncul juga sudah banyak. (4) Bentuk dan penggunaan konjungsi subordinatif antarkalimat dalam teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang tidak terlalu banyak, namun penggunaan dalam teks tersebut sebagian besar sudah tepat. Bentuk konjungsi subordinatif antarkalimat yang terdapat dalam 25 teks eksposisi siswa sebanyak 112. Kemudian, untuk penggunaan konjungsi subordinatif antarkalimat yang kurang tepat, umumnya dikarenakan siswa kurang cermat dalam pemilihan konjungsi untuk meluaskan ide dari kalimat satu ke kalimat lainnya, sehingga perpindahan antarkalimat tersebut terasa kurang lembut. Dalam penggunaan konjungsi subordinatif antarkalimat ini, variasi yang muncul juga sudah banyak.