SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Membaca Pemahaman dengan Metode Direct Reading Thinking Activity (DRTA)

hanik nuril jazilah

Abstrak


ABSTRAK

 

Jazilah, Hanik Nuril. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Membaca Pemahaman dengan Metode DRTA. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M. Pd, (II) Dr. Martutik, M. Pd.

Kata kunci: bahan ajar, membaca pemahaman, Metode DRTA

 

Pencapaian kompetensi keterampilan membaca pada umumnya belum maksimal, karena beberapa faktor penyebab, salah satunya adalah bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran. Bahan ajar yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar, diharapkan akan mampu meningkatkan daya keaktifan siswa dalam pembelajaran. Selain bahan ajar yang tepat digunakan dalam pembelajaran membaca, metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar harus tepat. Oleh karena itu, bahan ajar yang dikembangkan dengan metode Direct Reading Thinking Activity (DRTA) dianggap cocok untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Metode DRTA memfokuskan kerterlibatan siswa dengan teks karena siswa harus membuat prediksi dan membuktikannya ketika membaca. Metode DRTA diarahkan untuk mencapai tujuan umum agar siswa mampu melibatkan proses berpikir ketika membaca sebab pembaca haruslah melibatkan pengalamannya ketika akan merekonstruksi ide-ide pengarang. Tujuan penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar membaca pemahaman yang kemudian dikemas dalam bentuk sebuah buku pelajaran. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar membaca pemahaman menggunakan metode DRTA untuk siswa SMP  yang layak dari segi isi (materi), bahasa, dan tampilannya sesuai dengan kompetensi yang diajarkan.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Prosedur penelitian yang digunakan diadaptasi dari langkah-langkah penelitian pengembangan yang diungkapkan oleh Borg dan Gall. Langkah-langkah tersebut antara lain (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk awal, (4) uji coba dan penyempurnaan produk awal, (5) merevisi hasil uji coba, (6) uji coba produk, (7) penyempurnaan produk, (8) uji coba pemakaian, (9) penyempurnaan produk akhir, dan (10) pembuatan produk secara masal. Data dalam penelitian ini berupa data verbal dan data nominal. Data verbal berupa komentar dari validator, sedangkan data nominal berasal dari  angket uji coba. Validator uji produk penelitian ini ada tiga, yaitu dosen sebagai ahli bahan ajar, guru sebagai ahli praktisi, dan siswa sebagai sasaran penggunaan produk. Data penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Angket yang digunakan adalah angket uji kelayakan bahan ajar. Angket tersebut digunakan untuk mengetahui apakah bahan ajar yang dikembangkan sudah layak atau belum. Angket diisi oleh salah satu dosen UM sebagai ahli bahan ajar, guru Bahasa Indonesia sebagai ahli praktisi, dan 10 siswa SMPN 1 Babadan sebagai pengguna bahan ajar.

Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah bahan ajar yang berbentuk buku cetak. Bahan ajar ini terdiri atas tiga jenis teks dalam satu genre yang terbagi dalam tiga unit, unit pertama membahas tentang teks cerita pendek, unit kedua membahas tentng teks fabel, unit kedua membahas tentang teks novel, latihan soal, dan refleksi. Unit pertama mengembangkan bahan ajar membaca teks cerpen dan latihan memahami teks cerpen dengan metode DRTA. Unit kedua mengembangkan bahan ajar membaca teks fabel dan latihan memahami teks fabel. Unit ketiga mengembangkan bahan ajar membaca teks novel, tetapi dalam bahan ajar ini cuplikan dari novel yang dikembangkan. Latihan soal dalam buku ini disajikan untuk menguji kemampuan siswa. Refleksi disajikan untuk mereviu apa saja yang sudah dipelajari dalam buku kumpulan bahan latihan tersebut. Berdasarkan uji yang telah dilakukan, aspek kelayakan materi bahan ajar diperoleh persentase sebesar 76.39% yang didapatkan dari uji ahli 70.83 % dari uji praktisi 83.33%  dan uji siswa 75%. Aspek kelayakan kebahasaan bahan ajar diperoleh persentase sebesar 69.67% yang didapatkan dari uji ahli 66.67%, dari uji praktisi 70.81%,  dan uji siswa 71.5%. Aspek kelayakan tampilan bahan ajar diperoleh persentase sebesar 77.11% yang didapatkan dari uji ahli 75%, dari uji praktisi 83.3%,  dan uji siswa 73%. Hampir setiap kriteria tidak ada yang di bawah 66% sehingga bahan ajar tergolong layak untuk diimplementasikan. Penilaian materi bahan ajar selain berupa skor nilai, juga berupa data verbal tertulis. Data verbal tersebut diperoleh dari hasil komentar dan saran yang diberikan oleh ahli bahan ajar, guru dan siswa. Data tersebut antara lain, untuk memfokuskan genre bacaan, memperhatikan kesalahan penulisan, menuliskan sumber bacaaan dan gambar secara jelas.

Bahan ajar yang layak diimplementasikan tersebut dapat disebarluaskan melalui forum guru mata pelajaran, jurnal pendidikan, dan diterbitkan oleh penerbit. Hal tersebut dikarenakan agar bahan ajar tersebut dapat dibaca, dipelajari, dan dimanfaatkan oleh semua pihak yang membutuhkan.