SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kompleksitas Teks Narasi dan Argumentasi

Aldias Almeda Jati

Abstrak


ABSTRAK

Jati, Aldias Almeda. Kompleksitas Teks Narasi dan Argumentasi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd,

(II) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd.

 

 Kata Kunci: kompleksitas teks, proposisi, kata penghubung, narasi, argumentasi.

Setiap manusia di dunia terlahir dengan kompetensi untuk berbahasa. Chomsky menyebut kompetensi itu dengan LAD (Language Acquisition Device). Setiap orang yang tidak tidak terhalang secara fisik dan mental tidak serta merta dapat berbahasa. Kompetensi yang dimiliki perlu diberi trigger, pemicu, agar dapat digunakan dengan baik dan benar. Kompetensi yang telah aktif perlu diaktualisasi demi performansi yang lebih baik. Bentuk aktualisasi diri dalam berbahasa dapat dilakukan dengan memproduksi bahasa, baik lisan atau pun tulis. Aktualisasi diri juga dapat dilakukan dengan mengimpor dalam bentuk pengetahuan melalui menyimak dan membaca. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak terlepas dari aktivitas mental, karena dalam otaklah pusat unit pemrosesan.

 

Pada penelitian ini penulis meneliti dua macam teks, yaitu teks narasi dan teks argumentasi. Teks narasi dianggap mudah karena berbentuk cerita, sedangkan pada teks argumentasi dianggap sulit karena menggunakan penalaran, walaupun kadang juga bersumber dari emosi. Hal tersebut melatarbelakangi penulis untuk membuktikan anggapan bahwa teks narasi lebih mudah dipahami dibandingkan dengan teks argumentasi.

 

Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural. Sedangkan, jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah teks kompleksitas teks narasi dan argumentasi. Sumber data penelitian ini adalah teks narasi yang diambil cuplikan dari novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata dan teks argumentasi berupa essai tulisan Goenawan Mohamad berjudul Maridjan.

 

Prosedur pengumpulan data adalah (1) memilih teks, narasi dan argumentasi, yang akan ditelaah kompleksitasnya, (2) membaca sampai benar-benar memahami teks yang diteliti, (3) memaparkan kalimat berdasarkan fungsinya, dan (4) mengklasifikasikan kalimat berdasarkan jumlah proposisinya. Data-data yang telah terkumpul kemudian dideskripsikan berdasarkan pendekatan struktural, sehingga menghasilkan informasi kompleksitas dari teks narasi dan teks argumentasi.

 

Penelitian ini menyimpulkan, bahwa teks narasi yang dicuplik dari novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata mempunyai kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan teks argumentasi berjudul “Maridjan” yang ditulis oleh Goenawan Mohammad berdasarkan jumlah proposisinya. Namun, pada penggunaan kata penghububung dan penggunaan aposisi, didapati bahwa teks argumentasi memiliki kompleksitas yang lebih tinggi.

 

Dalam meneliti sebuah kompleksitas teks, hasil temuan akan menjadi lebih akurat jika digunakan berbagai pendekatan. Penelitian selanjutnya yang sejenis disarankan tidak menggunakan pendekatan bentuk saja, tapi menggunakan pendekatan-pendekatan lain untuk meraih hasil yang baik.