SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Gaya Bahasa Cerpen Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi Karya Eka Kurniawan

Bagas Hari Pratama

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratama, Bagas Hari. 2016. Gaya Bahasa Cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi .Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indondesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. pembimbing: Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, dosen pembimbing I dan Drs. Dwi Saksomo, M.Si. dosen pembimbing II

 

Kata Kunci: gaya bahasa, fungsi, relasi

 

Gaya bahasa merupakan salah satu cara yang digunakan pengarang untuk menampilkan karyanya agar terlihat indah. Eka Kurniawan merupakan pengarang karya sastra dan kumpulan cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi merupakan karyanya. Mengetahui gaya bahasa yang digunakan Eka Kurniawan pada kumpulan cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi menjadi penting guna mengetahui gaya bahasa yang digunakan pengarang yang menjadikan karyanya terlihat lebih menarik dan indah serta berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gaya bahasa yang digunakan Eka Kurniawan pada kumpulan cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi. Selain bentuk gaya bahasa, penelitian ini juga mendeskripsikan fungsi gaya bahasa dan juga relasi gaya pada unsur intrinsik cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kutipan kata, frasa, kalimat, paragraf yang berupa narasi tokoh, konflik, dialog antartokoh dan juga monolog tokoh yang terdapat pada kumpulan cerpen.  Sumber data penelitian ini adalah buku kumpulan cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi (PPHYKMCMM ) karya Eka Kurniawan. Pengumpulan data dimulai dengan membaca cerpen, mencermati, menandai setiap kutipan yang mengandung gaya bahasa. Instrumen penelitian adalah tabel panduan studi dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dengan klasifikasi data, reduksi data, penyajian data, penafsiran data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan data dilakukan dengan dua cara, yaitu pengumpulan kembali data dan diskusi dengan teman sejawat.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya berbagai gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna, baik gaya bahasa retoris maupun gaya bahasa kiasan beserta indikatornya  dalam cerpen. Gaya bahasa retoris yang terdapat dalam kumpulan cerpen   karya Eka Kurniawan, meliputi gaya bahasa asonansi, aliterasi, anastrof, apostrof, apofasis, asidenton, elipsis, eufemisme, hiperbol, histeron proton, kiasmus, koreksio, litotes, paradoks, perifrasis, pleonasme, polisidenton, erotesis, prolepsis, repetisi, silepsis dan zeugma. Pada gaya bahasa kiasan kumpulan cerpen PPHYKMCMM  karya Eka Kurniawan, meliputi gaya bahasa simile, metafora, personifikasi, sinekdoke, metonomia, antonomasia, hipalase, ironi, sinisme, sarkasme, satire dan inuendo.

Fungsi gaya bahasa retoris ditemukan dalam kumpulan cerpen PPHYKMCMM karya Eka Kurniawan. Fungsi gaya bahasa retoris dalam kumpulan cerpen PPHYKMCMM karya Eka Kurniawan meliputi gaya bahasa untuk menekankan sebuah gagasan, membuat gagasan lebih dramatis, menunjukkan imajinasi pembaca yang hilang, mempertimbangkan kata yang lebih sopan, membesar-besarkan gagasan, menonjolkan sesuatu yang diperbandingkan dalam sebuah kalimat, memaparkan gagasan secara tidak langsung, menekankan sesuatu yang sedang terjadi, dan memperjelas gagasan yang ditampilkan oleh pengarang. Fungsi gaya bahasa kiasan pada kumpulan cerpen PPHYKMCMM karya Eka Kurniawan meliputi gaya bahasa untuk menciptakan efek dramatisir pada sebuah gagasan, menciptakan efek yang mendalam pada sebuah gagasan,  menciptakan suasana yang lebih menarik dan hidup, untuk memfokuskan makna, untuk mempersempit suatu gagasan, untuk mempertegas dan menyanggah sebuah gagasan, menolak suatu gagasan secara tidak langsung, dan memperhalus suatu gagasan dengan menggunakan pernyataan.

Relasi gaya bahasa pada unsur intrinsik amanat merupakan keterkaitan gaya bahasa dalam penyusunan sebuah amanat. Setiap masing-masing amanat cerpen dari kumpulan cerpen PPHYKMCMM  akan dikaitkan dengan gaya bahasa. Kumpulan cerpen tersebut meliputi (1) Gerimis yang Sederhana, (2) Gincu Ini Merah, Sayang, (3) Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi, (4) Penafsir Kebahagian, (5) Membuat Senang Seorang Gajah, (6) Jangan Kencing di Sini, (7) Tiga Kematian Marsilam, (8) Cerita Batu, (9) La Cage aux Folles, (10) Setiap Anjing Boleh Berbahagia, (11) Kapten Bebek Hijau (12) Teka-teki Silang, (13) Membakar Api.

Berdasarkan hasil penelitian gaya bahasa dalam kumpulan cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi karya Eka Kurniawan, diharapkan dapat memberi masukan pada pihak – pihak yang terkait, yaitu kepada peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan untuk memulai penelitian baru yang berkaitan gaya bahasa pada karya fiksi dan dapat memperluas fungsi dari gaya bahasa berdasarkan penelitian ini. Kepada para pengajar ilmu sastra., penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menyampaikan materi ilmu sastra terutama tentang gaya bahasa. Sedangkan kepada pembaca karya fiksi, penelitian  ini menambah pengetahuan tentang ilmu sastra dalam karya fiksi. Pembaca tidak hanya menikmati jalannya cerita tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang gaya bahasa yang ditulis dalam karya fiksi.gaya bahasa, fungsi, relasi