SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemenuhan Kebutuhan Tokoh dalam Novel Supernova: Kesatria, Putri, dan, Bintang Jatuh Karya Dewi Lestari

Patricia Nur Ikawaty Maflani

Abstrak


PEMENUHAN KEBUTUHAN TOKOH DALAM NOVEL SUPERNOVA: KESATRIA, PUTRI, DAN, BINTANG JATUH KARYA DEWI LESTARI

Patricia Nur Ikawaty Maflani

Heri Suwignyo²

Nita Widiati³

Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

e-mail: patriciaikawaty94@gmail.com

ABSCTACK

The aim of this research is to describe character's needs fullfilment in the novel Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh to satisfy five needs in hierarchy of needs. There five needs in hierarchy of needs, include 1) physiological needs, (2) safety needs, (3) love and belongingness needs, (4) esteem needs, and (5) self-actualization needs. The method used in this research is qualitative method. Analytical results of this research indicate: (1) only one woman character, that is Diva, able to satisfied five needs, Rana only able to satisfied four needs:, and, (2) all man characters able to satisfied five needs.

Keywords: personality of character; needs fullfilment

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan tokoh dalam novel Supernova: Kesatria, Putri, dan, Bintang Jatuh dalam memenuhi lima kebutuhan dalam hierarki kebutuhan. Kebutuhan tersebut meliputi (1) fisiologis, (2) rasa aman, (3) cinta dan rasa memiliki, (4) harga diri, dan (5) aktualisasi diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian meliputi: (1) hanya satu tokoh wanita, yaitu Diva yang berhasil memenuhi lima kebutuhan, Rana hanya memenuhi empat kebutuhan; dan, (2) semua tokoh pria telah memenuhi lima kebutuhan.

Kata Kunci: kepribadian tokoh; pemenuhan kebutuhan

Pada umumnya, kejiwaan tokoh menjadi salah satu perhatian dalam penceritaan. Gambaran kejiwaan tokoh dapat mengungkapkan identitas tokoh dalam suatu cerita (Mulyaningtyas, 2014:4). Untuk mengamati kepribadian tokoh di dalam suatu novel dapat memanfaatkan kajian psikologi.  Hubungan antara sastra dan psikologi menciptakan pendekatan bernama psikologi sastra. Pendekatan psikologi sastra adalah analisis objektif terhadap tokoh serta karakternya dalam karya sastra dipadukan dengan analisis berdasarkan kaidah atau teori psikologi, karakter setiap tokoh dianalisis dan dipahami melalui prinsip-prinsip psikologi (Suwignyo, 2010:135).

[1] Patricia Nur Ikawaty Maflani adalah mahasiswa Program Studi S1 Bahasa dan Sastra Indonesia.

² Heri Suwignyo adalah dosen pembimbing 1; tenaga pendidik di Jurusan Sastra Indonesia.

³ Nita Widiati adalah dosen pembimbing 2; tenaga pendidik di Jurusan Sastra Indonesia.

Konsep dasar psikologi sastra adalah pandangan bahwa karya sastra merupakan karya yang memuat peristiwa-peristiwa kehidupan manusia yang diperankan oleh tokoh-tokoh imajiner di dalam suatu karya sastra (Mauludiyah, 2012:3). Aspek kejiwaan tokoh atau dapat disebut psikologi tokoh dapat diketahui dari tingkah laku tokoh, jalan pikiran tokoh, dan deskripsi tokoh. Penelitian psikologi sastra selalu berkaitan dengan aspek kejiwaan oleh karena itu, banyak teori psikologi yang dapat dimanfaatkan, tentu harus diselaraskan dengan kondisi sastra (Endraswara, 2008:73). Teori psikologi yang umum digunakan untuk menganalisis adalah psikologi kepribadian. Humanistik adalah teori psikologi kepribadian berdasarkan beberapa asumsi dasar mengenai motivasi manusia yang diorganisasikan ke dalam sebuah hierarki kebutuhan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan menggunakan teori hierarki kebutuhan dalam psikologi humanistik Abraham Maslow. Hierarki kebutuhan digunakan untuk menganalisis variasi perilaku. Hierarki kebutuhan (Yusuf dan Nurihsan, 2007:156) menyatakan adalah suatu susunanan kebutuhan yang sistematis, suatu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi sebelum kebutuhan dasar yang lain muncul. Kebutuhan ini bersifat instinktif yang mengaktifkan atau mengarahkan perilaku manusia. Meskipun kebutuhan itu bersifat instiktif, perilaku yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan tersebut sifatnya terpelajari sehingga terjadi variasi perilaku dari setiap orang dalam memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan itu terdiri atas (1) kebutuhan fisiologis, (2) kebutuhan rasa aman, (3) kebutuhan cinta dan rasa memiliki, (4) kebutuhan harga diri, dan (5) kebutuhan aktualisasi diri.

Objek penelitian ini adalah tokoh sentral dalam novel Supernova: Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh karya Dewi Lestari. Tokoh sentral dalam novel ini adalah Diva, Ferre, Rana, Arwin, Reuben dan Dimas. Peneliti berminat menganalisis para tokoh dalam novel ini karena para tokoh mempunyai kepribadian yang menarik untuk diteliti. Selain itu, belum ada yang mengkaji novel ini melalui pendekatan psikologi sastra dengan penerapan teori psikologi humanistik.

Berdasarkan uraian di atas, penulis akan mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan tokoh dalam novel Supernova: Kesatria, Putri, dan, Bintang Jatuh menggunakan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Pemenuhan kebutuhan tokoh dilihat pada dua aspek, yaitu (1) pemenuhan kebutuhan tokoh wanita, dan (2) pemenuhan kebutuhan tokoh pria.

METODE

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data-data yang dianalisis dan hasil analisisnya berbentuk deskriptif mengenai pemenuhan kebutuhan tokoh dalam novel Supernova: Kesatria, Putri, dan, Bintang Jatuh. Pendekatan yang digunakan adalah psikologi sastra.

Data dalam penelitian ini berupa kata-kata atau tuturan yang dikutip dari teks novel yang dapat berupa monolog, dialog, dan narasi, yang menggambarkan kepribadian tokoh dalam novel Supernova: Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh. Data tentang kepribadian tokoh tersebut dapat berupa sifat, tingkah laku, perbuatan, dan perkataan tokoh yang merujuk pada upaya pemenuhan kebutuhan Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.

Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri disertai instrumen pendukung berupa panduan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu, (1) membaca, (2) mengindentifikasi, dan (3) memberi kode. Membaca dilakukan untuk memahami jalan cerita. Membaca juga dilakukan untuk menemukan data yang menunjukan upaya pemenuhan kebutuhan tokoh. Identifikasi data dilakukan terkait dengan fokus penelitian. Data yang telah

 

diperoleh dari sumber data kemudian dilakukan seleksi dan dipilah berdasarkan kebutuhan penelitian, yaitu meneliti pemenuhan kebutuhan tokoh wanita dan pria. Memberi kode dilakukan pada setiap data yang mengandung aspek mengenai kepribadian tokoh berdasarkan hierarki kebutuhan yang telah diidentifikasi berdasarkan panduan kodifikasi yang telah disusun.

Analisis data dilakukan dengan tiga cara yaitu (1) mereduksi, (2) mengklasifikasi, dan (3) menginterpretasi sekaligus mendeskripsikan. Reduksi data dilakukan agar peneliti dapat menentukan dan memilah data yang dapat digunakan dan sesuai dengan aspek yang dikaji. Mengklasifikasi dilakukan untuk mengatur dan mengurutkan sesuai fokus penelitian yang telah diajukan. Menginterpetasi sekaligus mendeskripsikan dilakukan ketika menguraikan data-data yang telah dikumpulkan sesuai fokus penelitian.

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan analisis data dalam novel Supernova: Kesatria, Putri, dan, Bintang Jatuh, hasil penelitian ini meliputi: (1) hanya satu tokoh wanita, yaitu Diva yang berhasil memenuhi lima kebutuhan, Rana hanya memenuhi empat kebutuhan; dan, (2) semua tokoh pria telah memenuhi lima kebutuhan.

Pemenuhan Kebutuhan Tokoh Wanita

Berdasarkan paparan data, analisis, dan interpretasi penulis terhadap pemenuhan kebutuhan tokoh Diva, diketahui bahwa Diva telah memenuhi lima kebutuhan dalam hierarki kebutuhan yaitu 1) kebutuhan fisiologis, 2) kebutuhan rasa aman, 3) kebutuhan cinta dan memiliki, 4) kebutuhan harga diri, dan 5) kebutuhan aktualisasi diri.

Kebutuhan fisiologis Diva ditunjukkan dengan makan, minum, dan tidur. Kebutuhan fisiologis untuk makan ditunjukkan Diva dengan sarapan. Kebutuhan fisiologis untuk minum ditunjukkan Diva dengan minum susu hangat. Kebutuhan fisiologis untuk tidur ditunjukkan Diva dengan bersiap untuk tidur.

Kebutuhan rasa aman aman Diva telah terpenuhi baik secara harta maupun psikologis. Aman secara harta ditunjukkan Diva dalam hal pekerjaan Diva tidak mau dibayar murah. Diva memiliki dua profesi, yaitu sebagai model dan peragawati serta pelacur. Diva memasang tarif tinggi pada dua pekerjannya tersebut. Aman secara psikologis ditunjukkan dengan pekerjaan Diva sebagai peragawati dan model serta pelacur yang menghasilkan uang banyak, secara tidak langsung membuat Diva tidak perlu khawatir merasa kekurangan.

Kebutuhan cinta dan rasa memiliki Diva telah terpenuhi karena Diva mampu memberikan cinta dan mendapatkan cinta. Memberikan cinta ditunjukkan Diva dengan mencintai dua pria yaitu, Gio dan Ferre. Selain itu, hubungan Diva dengan Gio dan Ferre menunjukkan ikatan emosional.

Kebutuhan harga diri Diva secara menghargai diri sendiri maupun penghargaan dari orang lain telah terpenuhi. Menghargai diri sendiri ditunjukkan melalui dua hal yaitu, percaya diri dan prestasi. Menghargai diri sendiri ditunjukkan Diva dengan percaya diri mengatakan dirinya pintar dan cantik. Menghargai diri sendiri ditunjukkan Diva dengan mendapatkan prestasi berupa gelar sebagai peragawati dan model papan atas.

 

Pemenuhan penghargaan dari orang lain ditunjukkan dengan apresiasi dari penonton dan klien Diva bernama Dahlan. Apresiasi dari penonton ditunjukkan dengan selalu menunggu-nunggu penampilan Diva di panggung. Apresiasi dari Dahlan ditunjukkan dengan mengakui Diva cantik dan lebih pintar dari CEO perusahaan tempat dia bekerja.

 

Kebutuhan aktualisasi diri Diva telah terpenuhi. Pemenuhan aktualisasi diri Diva ditunjukkan dengan dua cara yaitu tidak memperdagangkan pikirannya dan membagikan pengetahuan dan perspektif yang dia miliki melalui newslatter. Diva memilih menjadi pelacur agar pikirannya merdeka. Selain itu, dalam pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri Diva dalam upaya pengerahan potensi yang dimiliki ditunjukkan Diva dengan membuat semacam newsletter dengan nama samaran Supernova dan di sana dia membagikan pengetahuan dan perspektif yang dia punya kepada orang banyak akan mereka mampu melihat kehidupan lebih baik.

 

Terdapat lima belas karakterisitik yang merupakan ciri-ciri orang yang telah mengaktualisasikan diri. Diva memiliki 10 karakteristik dari 15 karakteristik individu yang telah mengaktualisasi diri. 10 karakteristik itu adalah 1) mampu mengamati realitas secara efisen, 2) terpusat pada masalah, 3) kebutuhan akan privasi, 4) kemandirian dari kebudayaan dan lingkungan, 5) kesegaran dan apresiasi, 6) minat sosial, 7) hubungan interpersonal yang kuat, 8) rasa humor yang filosofis, 9) kreatif dan 10) tidak mengikuti enkulturasi.

 

Cara Diva mencintai merupakan cara orang yang mengaktualisasi ketika mencintai seseorang. Individu yang mengaktualisasi diri ketika mencintai seseorang akan menginginkan orang tersebut menjadi lebih baik, cenderung membebaskan. Hal itu ditunjukkan dengan mencintai Gio dan Ferre dengan tidak mengikat mereka dan membiarkan mereka bebas.

 

Rana hanya memenuhi lima kebutuhan dalam hierarki kebutuhan yaitu 1) kebutuhan fisiologis, 2) kebutuhan rasa aman, 3) kebutuhan cinta dan memiliki, dan 4) kebutuhan harga diri. Kebutuhan aktualisasi diri belum dipenuhi oleh Rana.

 

Kebutuhan fisiologis Rana ditunjukkan dengan makan. Kebutuhan fisiologis untuk makan ditunjukkan Rana dengan makan siang bersama Ferre. Kebutuhan rasa aman ditunjukkan Rana dengan pemenuhan kebutuhan keamanan fisik yang dapat dimaknai sebagai kebutuhan untuk tetap sehat. Pemenuhan tersebut ditunjukkan Rana dengan rajin melakukan chek-up rutin setiap enam bulan agar penyakitnya jantungnya tidak kambuh.

 

Dalam pemenuhan kebutuhan cinta dan rasa memiliki, Rana sering mengalami penurunan dalam memenuhi kebutuhan cinta dan rasa memilikinya. Sepanjang jalan cerita di novel, Rana terus mengupayakan agar kebutuhan ini terpenuhi. Terpenuhi ketika dia menyadari Arwin mencintai dia dengan sungguh-sungguh.

 

Kebutuhan harga diri Rana baik secara menghargai diri sendiri maupun penghargaan dari orang lain telah terpenuhi. Menghargai diri sendiri ditunjukkan melalui Rana yang bebas memilih pekerjaan yang diinginkan dan jabatan Rana sebagai Pemred di usia muda. Memilih pekerjaan yang diinginkan ditunjukkan Rana dengan menjadi reporter, walaupun dia lulusan teknik industri. Jabatan Rana sebagai Pemred di usia menunjukkan bahwa Rana memiliki prestasi. Pemenuhan kebutuhan harga diri berbentuk penghargaan dari orang lain ditunjukkan Rana dengan jabatannya sebagai Pemred, yang merupakan jabatan penting. 

 

Kebutuhan aktualisasi Rana belum terpenuhi. Hal tersebut disebabkan karena terjadi penurunan kebutuhan cinta dan rasa memiliki yang tidak terpuaskan pemenuhannya, sehingga sepanjang novel, Rana sibuk berkutat untuk memuaskan kembali kebutuhan cinta dan rasa memiliki, agar kebutuhan tersebut kembali terpuaskan.

 

Pemenuhan Kebutuhan Tokoh Pria Ferre telah memenuhi lima kebutuhan hierarki kebutuhan yaitu, 1) kebutuhan fisiologis, 2) kebutuhan rasa aman, 3) kebutuhan cinta dan rasa memiliki, 4) kebutuhan harga diri, dan 5) kebutuhan aktualisasi.

Kebutuhan fisiologis Ferre ditunjukkan dengan makan dan tidur.  Kebutuhan fisiologis untuk makan ditunjukkan Ferre dengan makan siang bersama Rana. Kebutuhan untuk tidur ditunjukkan Ferre dengan memutuskan untuk tidur setelah begadang.

Kebutuhan rasa aman Ferre baik secara psikologis dan harta telah terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan rasa aman secara psikologis ditunjukkan dengan kebutuhan untuk perlindungan, keamanan, kebebasan dari rasa takut dan kecemasan yang telah terpenuhi. Hal tersebut ditunjukkan dengan wasiat Opa dan Oma-nya untuk menitipkan Ferre di keluarga kakeknya di San Fransico, beserta semua biaya hidup dan sekolah. Kebutuhan rasa aman secara harta telah terpenuhi. Hal tersebut ditunjukkan dengan fasilitas mewah yang didapatkan Ferre, seperti terbang dengan first class, mobil dinas mahal dan akomodasi hampir selalu bintang lima.

 

Kebutuhan cinta dan rasa memiliki Ferre telah terpenuhi, walaupun sempat mengalami penurunan. Ferre terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan ini sampai tingkat kepuasaan yang dia inginkan. Di akhir novel, kebutuhan ini terpenuhi ketika Ferre mampu mendapatkan cinta dari Diva.

 

Kebutuhan harga diri Ferre baik berbentuk menghargai diri sendiri maupun penghargaan dari orang lain terpenuhi. Namun, kebutuhan harga diri berbentuk menghargai diri sendiri Ferre mengalami penurunan sebelum terpenuhi kembali.  Ferre yang merupakan pria muda sukses yang telah menjadi Managing Director di usia 29 tahun menunjukkan bahwa kebutuhan harga diri baik berbentuk menghargai diri sendiri maupun penghargaan dari orang lain. Menjabat sebagai Managing Director di usia 29 tahun merupakan suatu keberhasilan serta prestasi. Penghargaan dari orang lain ditunjukkan dengan reputasi Ferre yang bagus dan terkenal di kalangan masyarakat.

 

Penurunan kebutuhan harga berbentuk menghargai diri sendiri ditunjukkan ketika Rana meninggalkannya, sehingga menyebabkan, 1) Ferre mengatakan dia benci dirinya sendiri, dan 2) Ferre mengalami keterpurukan yang membuat Ferre mencoba bunuh diri karena kebencian pada dirinya sendiri.

 

Pemenuhan kembali kebutuhan harga diri berbentuk menghargai diri sendiri ditunjukkan Ferre dengan mengalami pengalaman puncak. Akibat mengalami pengalaman puncak, membuat Ferre lebih menghargai diri sendiri dengan memutuskan untuk tetap hidup dan tidak memiliki beban lagi.

 

Diketahui bahwa Ferre mengalami pengalaman puncak yang merupakan salah satu ciri dari karakteristik orang yang mengaktualisasi diri. Pengalaman puncak tersebut berupa Ferre yang mendengar suara yang berupa suaranya sendiri. Setelah mengalami pengalam puncak, Ferre merasa lebih kuat dan baik-baik saja meskipun telah ditinggalkan Rana.

 

Arwin telah memenuhi lima kebutuhan dalam hierarki kebutuhan, yaitu, 1) kebutuhan fisiologis, 2) kebutuhan rasa aman, 3) kebutuhan cinta dan rasa memiliki, 4) kebutuhan harga diri, dan 5) kebutuhan aktualisasi diri.

 

Kebutuhan fisiologis Arwin telah terpenuhi yaitu makan dan seks. Pemenuhan kebutuhan fisiologis berupa makan ditunjukkan dengan Arwin yang sedang berada di meja makan. Pemenuhan kebutuhan fisiologis berupa seks ditunjukkan dengan melakukan seks dengan Rana. Kebutuhan rasa aman Arwin telah terpenuhi baik secara harta dan psikologis. Aman secara harta ditunjukkan dengan pekerjaan Arwin sebagai kontraktor. Pekerjaan kontraktor dengan gaji besar berpengaruh kepada pemenuhan kebutuhan rasa aman secara psikologis, karena dengan gaji kontraktor yang besar menjamin Arwin tidak akan kesulitan secara materi dan tidak perlu merasa kekurangan.

 

Kebutuhan cinta dan rasa memiliki Arwin telah terpenuhi. Pemenuhan tersebut ditunjukkan dengan dua hal yaitu menikah dengan Rana dan mencintai Rana dengan sungguh-sungguh. Kebutuhan harga diri Arwin yang terpenuhi berupa menghargai diri sendiri dan penghargaan dari orang lain. Kebutuhan harga diri Arwin berupa menghargai diri sendiri ditunjukkan dengan  posisinya sebagai kontraktor yang merupakan pencapaian atau keberhasilan yang telah dia capai. Kebutuhan harga diri Arwin yang berupa penghargaan dari orang lain, berupa reputasinya yang merupakan bagian dari keluarga priyayi lama.

 

Kebutuhan aktualisasi diri Arwin telah terpenuhi. Hal tersebut ditunjukkan dengan cara Arwin mencintai Rana. Meskipun, Arwin mengetahui Rana berselingkuh dengan Ferre, Arwin tidak marah pada Rana, akan tetapi Arwin merasa bahagia ketika melihat Rana bahagia ketika Rana bersama Ferre. Selain itu, Arwin merelakan Rana untuk bersama Ferre. Arwin menunjukkan dirinya sebagai orang yang mengaktualisasi diri memiliki cinta yang menginginkan orang yang dicintainya menjadi lebih baik.

 

Reuben telah memenuhi lima kebutuhan dalam hierarki kebutuhan, yaitu, 1) kebutuhan fisiologis, 2) kebutuhan rasa aman, 3) kebutuhan cinta dan rasa memiliki, 4) kebutuhan harga diri, dan 5) kebutuhan aktualisasi diri.

 

Kebutuhan fisiologis Arwin telah terpenuhi yaitu kebutuhan minum dan tidur. Pemenuhan kebutuhan fisiologis dengan minum ditunjukkan Reuben dengan meminum kopi. Pemenuhan kebutuhan fisiologis dengan tidur ditunjukkan dengan Reuben yang tidur di sofa. Kebutuhan rasa aman Reuben telah terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan aman ditunjukkan dengan orangtua Reuben yang menerima bahwa anaknya gay. Penerimaan tersebut secara psikologis menimbulkan Reuben memperoleh ketentraman, serta bebas dari rasa takut dan cemas, karena orangtua menerima orientasi seksualnya.

 

Kebutuhan cinta dan rasa memiliki Reuben telah terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan cinta dan rasa memiliki ditunjukkan dengan Reuben yang memiliki pasangan yaitu, Dimas, dan hubungan mereka yang telah memasuki tahun kesepuluh.

 

Kebutuhan harga diri Reuben telah terpenuhi. Dalam novel ini, hanya diketahui bahwa kebutuhan harga diri Reuben yang terpenuhi berupa menghargai diri sendiri. Kebutuhan harga diri berbentuk menghargai diri sendiri ditunjukkan Reuben dengan berani mengakui dirinya gay. Hal tersebut menandakan bahwa kebutuhan harga diri menghargai diri sendiri berupa kepercayaan diri dan kebebasan telah dipenuhi Reuben. Kebutuhan aktualisasi Reuben telah terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri Reuben ditunjukkan dengan mengembangkan potensi dengan mencoba membuat satu mahakarya yang membantu menjembatani semua percabangan sains.

 

Reuben memiliki 3 karakteristik dari 15 karakteristik individu yang mengaktualisasi diri. 3 karakteristik tersebut yaitu, 1) kesegaran dan apresiasi, 2) mengalami pengalaman puncak, dan 3) kreatif.

 

Aktualisasi diri Reuben juga dapat dilihat dari cara dia mencintai Dimas. Cara Reuben mencintai Dimas dengan tidak pernah mengikrarkan diri, dia membiarkan Dimas tidak terikat. Cara Reuben mencintai tersebut merupakan cara orang mengaktualisasi diri ketika mencintai, yaitu menjadikan orang yang dicintainya menjadi lebih baiknya, hal itu dapat ditunjukkan dengan membebaskannya.

 

Kebutuhan fisiologis Dimas telah terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan fisiologis tersebut berupa kebutuhan untuk minum. Kebutuhan untuk minum ditunjukkan Dimas dengam meminta Reuben untuk membuatkan dia kopi. Kebutuhan rasa aman Dimas telah terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan rasa aman ditunjukkan Dimas yang merupakan anak orang kaya. Menjadi anak orang kaya menunjukkan bahwa Dimas telah memenuhi kebutuhan aman secara harta dan psikologis. Menjadi anak orang kaya menunjukkan bahwa Dimas memiliki uang yang banyak, yang menunjukkan aman secara harta. Selain itu, menjadi anak orang kaya menunjukkan pemenuhan kebutuhan rasa aman secara psikologis, karena Dimas tidak perlu khawatir merasa kekurangan.

 

Kebutuhan cinta dan rasa memiliki Dimas telah terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan cinta dan rasa memiliki Dimas ditunjukkan dengan Dimas yang mempunyai pasangan, yaitu Reuben dan hubungan mereka telah memasuki tahun kesepuluh. Mempunyai pasangan menunjukkan Dimas berhasil menciptakan ikatan emosional dengan individu lain, yaitu Reuben. Hubungan Dimas dan Reuben yang bertahan selama sepuluh tahun menunjukkan bahwa Reuben berhasil mendapatkan dan memberi cinta. Selain itu, menunjukkan bahwa kebutuhan cinta dan rasa memiliki Dimas tidak mengalami penurunan.

 

Kebutuhan harga diri Dimas telah terpenuhi. Dalam novel ini, hanya diketahui bahwa kebutuhan harga diri Dimas yang terpenuhi berupa menghargai diri sendiri. Pemenuhan kebutuhan harga diri berbentuk menghargai diri sendiri ditunjukkan dengan Dimas yang memberanikan diri mengakui dirinya gay. Hal tersebut menandakan bahwa kebutuhan harga diri menghargai diri sendiri berupa kepercayaan diri dan kebebasan telah dipenuhi Dimas.

 

Kebutuhan aktualisasi Dimas telah terpenuhi. Pemenuhan aktualisasi diri tersebut ditunjukkan Dimas dengan mencoba membuat satu mahakarya yang berdimensi luas dan menyentuh hati banyak orang. Mencoba membuat satu mahakarya merupakan usaha Dimas untuk mengembang potensi dirinya.  Cara Dimas mencintai Reuben menunjukkan bahwa kebutuhan aktualisasi diri Dimas telah terpenuhi. Hal itu ditunjukkan dengan Dimas yang tidak pernah mengingkat Reuben. Cara Dimas tersebut merupakan cara orang mengaktualisasi, mencintai adalah dengan membuat orang yang dicintai menjadi lebih baik, dan hal tersebut dapat ditunjukkan dengan tidak mengikat orang yang dicintai.

 

Pembahasan

 

Pemenuhan Kebutuhan Tokoh Wanita

 

Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan paling mendasar yang menyangkut kelangsungan hidup. Siagian berpendapat (1995:146) bahwa tanpa pemuasan kebutuhan fisiologis seseorang tidak dapat dikatakan hidup secara normal. Dalam hal ini, Diva dan Rana yang tak mengalami kendala dan ditunjukkan sebagai rutinitas, hal tersebut menunjukkan Diva dan Rana menjalani kehidupan normal karena kebutuhan fisiologis yang telah terpenuhi.

 

Rasa aman bukan hanya dalam arti fisik saja akan tetapi juga kebutuhan yang bersifat psikologis dan harta. Dalam hal ini, Diva menunjukkan pemenuhan kebutuhan rasa aman secara harta dan psikologis. Alwisol (2011:205) menyatakan pada masa dewasa kebutuhan rasa aman dapat berwujud dalam berbagai berbentuk seperti, kebutuhan pekerjaan dan gaji yang mantap. Diva yang memiliki dua pekerjaan yang sama-sama menghasilkan uang yang banyak, sehingga dapat dikatakan kebutuhan rasa aman secara harta Diva telah terpenuhi.

Aman secara psikologis ditunjukkan dengan pekerjaan Diva sebagai peragawati atau model serta pelacur yang menghasilkan uang banyak, secara tidak langsung membuat Diva tidak perlu khawatir merasa kekurangan. Feist & Feist (2010:333) mengatakan yang termasuk dalam kebutuhan rasa aman adalah keamanan fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan, dan kebebasan dari kekuataan yang mengancam. Dengan menghasilkan uang yang banyak secara tidak langsung kebutuhan akan stabilitas telah terpenuhi oleh Diva.

Dalam hal pemenuhan kebutuhan rasa aman ditunjukkan Rana dengan keamanan fisik. Feist & Feist (2011:333) menyatakan kebutuhan akan keamanan yang termasuk di dalamnya salah satunya adalah keamanan fisik. Pemenuhan tersebut ditunjukkan Rana dengan rajin melakukan chek-up rutin setiap enam bulan. Rana memiliki penyakit jantung, agar penyakitnya jantungnya tidak kambuh Rana harus melakukan chek-up.

Kebutuhan cinta dan rasa memiliki adalah sebuah kebutuhan yang mendorong individu untuk memiliki ikatan atau hubungan dengan individu lain. Feist & Feist (2011:334) menyatakan kebutuhan cinta dan rasa memiliki mencakup beberapa aspek dari seksualitas dan hubungan dengan manusia lain dan juga kebutuhan untuk memberi dan mendapatkan cinta. Sejalan dengan Feist & Feist, Koeswara (1991:122) menyatakan kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki adalah suatu kebutuhan yang mendorong individu untuk mengadakan hubungan afektif atau ikatan emosional dengan individu lain, baik dengan sesama jenis maupun dengan yang berlainan jenis, di lingkungan keluarga ataupun di lingkungan kelompok di masyarakat.

 

Pemenuhan kebutuhan cinta dan rasa memiliki ditunjukkan Diva dengan memberikan cinta untuk Gio dan Ferre dan mendapatkan cinta dari Gio dan Ferre. Selain itu ditunjukkan dengan memiliki hubungan ikatan emosional dengan Gio dan Ferre. Dalam hal ini, Rana mengalami naik-turun serta sering mengalami penurunan dalam memenuhi kebutuhan cinta dan rasa memiliki. Pemenuhan cinta dan rasa memiliki Rana akhirnya terpenuhi ketika Rana menyadari Arwin mencintai Rana dengan sungguh-sungguh.

 

Kebutuhan harga diri mencakup penghormatan diri, kepercayaan diri, kemampuan dan, pengetahuan yang orang lain hargai tinggi (Feist & Feist, 2012: 335).  Alwisol (2011:205) mengatakan pembagian kebutuhan harga diri sebagai berikut.

 

(1)   Menghargai diri sendiri (self respect): kebutuhan kekuatan, pengusaan, kompetensi, prestasi, kepercayaan diri, kemandirian, dan kebebasan. Orang membutuhkan pengetahuan tentang dirinya sendiri, bahwa dirinya berharga, mampu menguasai tugas dan tantangan hidup.

 

(2)Mendapat penghargaan dari orang lain (respect from others); kebutuhan prestise, penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, menjadi orang penting, kehormatan, diterima dan apresiasi. Orang membutuhkan pengetahuan bahwa dirinya dikenal baik dan dinilai baik oleh orang lain.

 

Menghargai diri sendiri ditunjukkan Diva melalui dua hal yaitu, percaya diri dan prestasi. Percaya diri ditunjukkan dengan mengatakan dirinya pintar dan cantik. Prestasi ditunjukkan Diva dengan gelar sebagai peragawati dan model papan atas. Pemenuhan penghargaan dari orang lain ditunjukkan dengan apresiasi dari penonton dan klien Diva bernama Dahlan. Apresiasi dari penonton ditunjukkan dengan selalu menunggu-nunggu penampilan Diva di panggung. Apresiasi dari Dahlan ditunjukkan dengan mengakui Diva cantik dan lebih pintar dari CEO perusahaan tempat dia bekerja.

 

Dalam hal ini, Menghargai diri sendiri ditunjukkan melalui Rana yang bebas memilih pekerjaan yang diinginkan dan jabatan Rana sebagai Pemred di usia muda, yang menunjukkan prestasi. Pemenuhan kebutuhan harga diri berbentuk penghargaan dari orang lain ditunjukkan Rana dengan jabatannya sebagai Pemred, yang merupakan jabatan penting.

 

Kebutuhan aktualisasi diri menurut Alwisol (2011:206) merupakan keinginan untuk memperoleh kepuasaan dengan dirinya sendiri (self fulfilment), untuk menyadari semua potensi dirinya, untuk menjadi apa saja yang dia dapat melakukannya, dan untuk menjadi kreatif dan bebas mencapai puncak prestasi potensinya. Pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri Diva ditunjukkan dengan dua cara yaitu, 1) tidak memperdagangkan pikirannya dan 2) membagikan pengetahuan dan perspektif yang dia miliki melalui newsletter.

 

Maslow (dalam Feist & Feist, 2011:345) membuat lima belas karakterisitik yang merupakan ciri-ciri individu yang telah mengaktualisasikan diri. Diva memiliki 10 karakteristik dari 15 karakteristik yang disebutkan di atas.  10 karakteristik yang dimiliki Diva yaitu, 1) mampu mengamati realitas secara efisen, 2) terpusat pada masalah, 3) kebutuhan akan privasi, 4) kemandirian dari kebudayaan dan lingkungan, 5) kesegaran dan apresiasi, 6) minat sosial, 7) hubungan interpersonal yang kuat, 8) rasa humor yang filosofis, 9) kreatif dan 10) tidak mengikuti enkulturasi.

 

Ada dua jenis cinta (dewasa) menurut Alwisol (2011:205) yaitu Deficiency atau D-Love dan Being atau B-Love. D-love adalah kebutuhan cinta karena kekurangan, mencintai sesuatu yang tidak dimiliki seperti harga diri, seks, atau seseorang yang membuat tidak kesepian lagi. Sedangkan B-love adalah kebutuhan cinta yang didasarkan pada penilaian mengenai orang lain apa adanya. B-love adalah cinta yang tidak berniat memiliki, tidak mempengaruhi dan tujuan utamanya adalah memberi orang lain gambaran positif, penerimaan diri dan perasaan dicintai, yang membuka kesempatan orang tersebut untuk berkembang. Orang-orang yang mengakutalisasi diri dapat merasakan B-Love (Feist & Feist, 2011:354).

 

Berdasarkan pengertian di atas, Diva adalah individu yang memiliki cinta jenis B-love, Ketika Gio dan Ferre mencintainya, Diva membiarkan mereka untuk bebas dan tidak perlu memilikinya, karena dia tidak ingin mereka terbelenggu. Hal tersebut sesuai dengan pengertian B-love bahwa mencintai untuk memberikan kesempatan orang tersebut untuk berkembang. Rana yang terus berusaha memenuhi kebutuhan cinta dan rasa memiliki menunjukkan Rana masih memiliki D-Love. Rana yang masih memiliki D-Love menunjukkan Rana belum mencapai kebutuhan aktualisasi diri.

 

Pemenuhan Kebutuhan Tokoh Pria

 

Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan paling mendasar yang menyangkut kelangsungan hidup. Siagian berpendapat (1995:146) bahwa tanpa pemuasan kebutuhan fisiologis seseorang tidak dapat dikatakan hidup secara normal. Keempat tokoh pria dalam novel ini  menunjukkan menjalani kehidupan normal, karena kebutuhan fisiologis ditunjukkan sebagai rutinitas.

 

Sobur menyatakan (2011:275) pada dasarnya kebutuhan rasa aman mengarah pada dua bentuk yaitu kebutuhan keamanan jiwa (psikologi) dan kebutuhan keamanan harta. Dalam hal ini, pemenuhan kebutuhan rasa aman secara psikologi ditunjukkan Ferre dengan mendapatkan perlindungan. Alwisol (2011:333) menyatakan kebutuhan rasa aman dapat berupa perlindungan. Wasiat Opa dan Oma-nya untuk menitipkan Ferre di keluarga kakeknya di San Fransisco menunjukkan kebutuhan untuk mendapatkan perlindungan telah diperoleh Ferre. Perlindungan tersebut berupa tempat untuk berlindung dan orang-orang yang dapat melindunginya serta menjaganya setelah Opa dan Oma-nya meninggal.

 

Pekerjaan Arwin sebagai kontraktor dengan gaji besar secara tidak langsung berpengaruh kepada pemenuhan kebutuhan rasa aman secara psikologis, karena dengan gaji kontraktor yang besar menjamin Arwin tidak akan kesulitan secara materi dan tidak perlu merasa kekurangan. Feist & Feist (2010:333) mengatakan yang termasuk dalam kebutuhan rasa aman adalah keamanan fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan, dan kebebasan dari kekuataan yang mengancam. Dengan menghasilkan uang yang banyak secara tidak langsung kebutuhan akan stabilitas telah terpenuhi oleh Arwin.

 

 Pemenuhan kebutuhan aman secara psikologis ditunjukkan Rueben melalui orangtua Reuben yang menerima bahwa anaknya gay. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Koeswara (1991:121) bahwa kebutuhan rasa aman adalah sesuatu kebutuhan yang mendorong individu untuk memperoleh ketentraman, kepastian, dan keteraturan dari keadaan lingkungannya, serta bebas dari rasa cemas dan takut. Penerimaan dari orangtuanya akan orientasi seksualnya secara psikologis menimbulkan Reuben memperoleh ketentraman, serta bebas dari rasa takut dan cemas, karena orangtuanya menerima orientasi seksualnya.

 

Kebutuhan rasa aman secara harta telah terpenuhi Ferre. Hal tersebut ditunjukkan dengan fasilitas mewah yang didapatkan Ferre, seperti terbang dengan first class, mobil dinas mahal dan akomodasi hampir selalu bintang lima. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Alwisol (2011:205) pada masa dewasa kebutuhan rasa aman dapat berwujud dalam berbagai berbentuk seperti, kebutuhan pekerjaan dan gaji yang mantap. Pada tokoh Arwin, Aman secara harta ditunjukkan dengan pekerjaan Arwin sebagai kontraktor. Pekerjaan Arwin sebagai kontraktor menunjukkan dia memiliki pekerjaan dan gaji yang mantap. Pada tokoh Dimas ditunjukkan dengan menjadi anak orang kaya. Sebagai anak orang kaya berarti menunjukkan Dimas memiliki harta yang lebih dari cukup.

 

Feist & Feist (2011:334) menyatakan kebutuhan cinta dan rasa memiliki mencakup beberapa aspek dari seksualitas dan hubungan dengan manusia lain dan juga kebutuhan untuk memberi dan mendapatkan cinta. Sejalan dengan Feist & Feist, Koeswara (1991:122) menyatakan kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki adalah suatu kebutuhan yang mendorong individu untuk mengadakan hubungan afektif atau ikatan emosional dengan individu lain, baik dengan sesama jenis maupun dengan yang berlainan jenis, di lingkungan keluarga ataupun di lingkungan kelompok di masyarakat.

 

Dalam hal ini, tokoh Ferre berhasil memenuhi kebutuhan cinta dan rasa memiliki walau sempat mengalami penurunan dalam memenuhi kebutuhan cinta dan rasa memilikinya. Kebutuhan cinta dan rasa memiliki Ferre benar-benar terpenuhi ketika mencintai dan dicintai Diva. Pada tokoh Arwin, kebutuhan ditunjukkan dengan menikah dan mencintai Rana dengan sungguh-sungguh. Pada tokoh Reuben dan Dimas ditunjukkan dengan saling mencintai dan berpacaran yang memasuki tahun kesepuluh.

 

Alwisol (2011:205) mengatakan pembagian kebutuhan harga diri sebagai berikut.

 

(3)Menghargai diri sendiri (self respect): kebutuhan kekuatan, pengusaan, kompetensi, prestasi, kepercayaan diri, kemandirian, dan kebebasan. Orang membutuhkan pengetahuan tentang dirinya sendiri, bahwa dirinya berharga, mampu menguasai tugas dan tantangan hidup.

 

(4)Mendapat penghargaan dari orang lain (respect from others); kebutuhan prestise, penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, menjadi orang penting, kehormatan, diterima dan apresiasi. Orang membutuhkan pengetahuan bahwa dirinya dikenal baik dan dinilai baik oleh orang lain.

 

Pada tokoh Ferre, kebutuhan menghargai diri sendiri sering mengalami penurunan akibat tidak sesuai dengan tingkat kepuasaan yang diinginkan. Terpenuhi ketika Ferre mengalami pengalaman puncak yang membuat dia lebih menghargai hidup. Menghargai diri sendiri ditunjukkan Arwin dengan keberhasilan yaitu memiliki pekerjaan dengan gaji besar. Reuben dan Dimas menunjukkan menghargai diri sendiri dengan berani mengungkapkan dirinya adalah seorang gay.

 

Pada tokoh Ferre, penghargaan dari orang lain ditunjukkan dengan apresiasi dari media dan prestasi Ferre yang berhasil menjabat sebagai Managing Director di usia muda. Penghargaan dari orang lain ditunjukkan Arwin dengan reputasinya sebagai bagian dari keluarga priyayi.

 

Mengalami pengalaman puncak yang merupakan salah satu ciri dari karakteristik orang yang mengaktualisasi diri. Koeswara (1991:142) menyatakan pengalaman puncak menunjuk kepada momen-momen dari perasaan yang mendalam dan meningginya tegangan. Selaras dengan dua pendapat tersebut Ferre menunjukkan dia mengalami pengalaman puncak dengan merasakan momen dari perasaan mendalam dan meninggi tegangan yang ditunjukkan dengan Ferre mendengar suara yang berupa suaranya.

 

Ada dua jenis cinta (dewasa) menurut Alwisol (2011:205) yaitu Deficiency atau D-love dan Being atau B-love. D-love adalah kebutuhan cinta karena kekurangan, mencintai sesuatu yang tidak dimiliki seperti harga diri, seks, atau seseorang yang membuat tidak kesepian lagi. Sedangkan B-love adalah kebutuhan cinta yang didasarkan pada penilaian mengenai orang lain apa adanya. B-love adalah cinta yang tidak berniat memiliki, tidak mempengaruhi dan tujuan utamanya adalah memberi orang lain gambaran positif, penerimaan diri dan perasaan dicintai, yang membuka kesempatan orang tersebut untuk berkembang. Orang-orang yang mengakutalisasi diri dapat merasakan B-love (Feist & Feist, 2011:354). Berdasarkan dua pendapat tersebut, Arwin, Reuben, dan Dimas menunjukkan B-Love karena mereka tidak mengikat pasangan mereka, dan membiarkan pasangan mereka bebas tanpa perlu terikat dengan mereka.

 

Penutup

 

Kesimpulan

 

Berdasarkan pembahasan temuan penelitian disimpulkan bahwa lima tokoh dalam novel Supernova:Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh telah memenuhi lima kebutuhan dalam hierarki kebutuhan, yakni 1) kebutuhan fisiologis, 2) kebutuhan rasa aman, 3) kebutuhan cinta dan rasa memiliki, 4) kebutuhan harga diri, dan 5) kebutuhan aktualisasi diri. Lima tokoh tersebut adalah Diva, Ferre, Arwin, Reuben, dan Dimas. Tokoh Rana hanya memenuhi empat kebutuhan dalam hierarki kebutuhan. Kebutuhan yang belum dipenuhi adalah kebutuhan aktualisasi diri.

 

Saran

 

Berdasarkan hasil penelitian disampaikan saran-saran sebagai berikut. Pertama, untuk peneliti lain untuk melakukan penelitian berikut ini. 1) Penyebab dan dampak mengenai kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi, 2) Aktualisasi diri, dan 3) Penelitian tentang kepribadian tokoh dalam novel Supernova: Kesatria, Putri, dan, Bintang Jatuh dengan pendekatan psikologi sastra yang lain.

 

Kedua, bagi pembaca, pembaca diharapkan mampu memahami tentang lima kebutuhan dalam hierarki kebutuhan. Selain itu, diharapakan agar pembaca mampu memenuhi lima kebutuhan tersebut. Ketiga, bagi ahli sastra, agar dapat membuat landasan teoretis tentang pemenuhan kebutuhan dalam hierarki kebutuhan yang lebih fleksibel dan relatif dalam penerapannya di fokus penelitian lain.

 

Daftar Rujukan

 

Andini, Laily. 2013. Maraknya Fenomena Lesbian dan Gay di Indonesia,

(Online), (http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2013/12/24/

maraknya-fenomena-lesbian-dan-gay-di-indonesia-619262.html), diakses

22 Oktober 2016.

 

Aminuddin. 1987. Pengantar Apresiasi Sastra. Bandung: Sinar Baru.

 

Aminuddin. 1995. Sekitar Masalah Sastra. Malang: Yayasan Asih Asah Asuh Malang.

 

Alwisol. 2011. Psikologi Kepribadian: Edisi Revisi. Malang: UMM Press

 

Arifin, Fathol. 2012. Perkembangan Kejiwaan Tokoh Utama dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

 

Bastoni, L. Choirul. 2012. Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Orang-orang Proyek Karya Ahmad Tohari. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

 

Endraswara, Suwardi. 2008. Metode Penelitian Psikologi Sastra: Teori, Langkah dan Penerapannya. Yogyakarta: MedPress

 

Feist, Jess dan Gregory J. Feist. 2011. Teori Kepribadian : Theories of Personality. Jakarta: Salemba Humanika.

 

Hidayat, R Dede. 2015. Teori dan Aplikasi Psikologi Kepribadian dalam Konseling. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

 

Koeswara, E. 1991. Teori-teori Kepribadian: Psikoanalisis, Behaviorisme, Humanistik. Bandung: PT Eresco.

 

Li, Harold. 2012. Why do Gay People Feel the Need to "Come Out" and Speak Publicly About Their Same-Sex Relationships? (Online). (https://www.quora.com/Why-do-gay-people-feel-the-need-to-come-out-and-speak-publicly-about-their-same-sex-relationships). Diakses pada 22 Oktober 2016

 

Maulidiyah. Nur. 2012. Kepribadian Tokoh Roda Savitri Darsono dalam Novel Sutera yang Sobek Karya S. Mara Gd (Kajian Psikologi Behavioral Tokoh Cerita). Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

 

McLeod, Saul. 2016. Maslow's Hierarchy of Needs. (Online), (http://www.simplypsychology.org/maslow.html). Diakses pada tanggal 12 Oktober 2016.

 

Moleong, Lexy. 2001. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya

 

Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

 

Nurgiyantoro, Burhan. 2009. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

Ratna, Nyoman Khuta. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

Sangidu. 2004. Penelitian Sastra, Pendekatan Teori Sastra, Metode, Teknik, dan Kiat. Yogyakarta: Unit Penerbit Sastra Barat UGM.

 

Siswanto, Wahyu. 1993. Psikologi Sastra (Buku I). Malang: IKIP Malang.

 

Semi, Atar. 1993. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa

 

Semi, Atar. 1998. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.

 

Sobur, Alex. 2011. Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Bandung: Penerbit Pustaka Setia

 

Sofyan, Cecep Zafar. 2014. PSK, Proteksi Konstitusi & Pandangan Masyarakat atas Mereka. (Online), (http://www.kompasiana.com/kompol52/psk-proteksi-konstitusi-pandangan-masyarakat-atas-mereka_54f929baa3331169018b48c8). Diakses pada tanggal 29 November 2016.

 

Sugiono.2009. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfa Beta.

 

Sumita. 2010. Perubahan Perilaku Pada Tokoh Utama dalam Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhidin. Dalam Jurnal Artikulasi Vol.9 No.1 Februari 2010, (Online), (ejournal.umm.ac.id/index.php/jib/article/viewFile/1286/1377_umm_scientific_journal.pdf. Diakses pada 17 Januari 2016

 

Suwignyo, Heri. 2010. Kritik Sastra Indonesia Modern: Pengantar, Pemahaman Teori, dan Penerapannya. Penerbit A3: Malang.

 

Tanpa Nama. 2014. Apakah Kerja di Kontraktor itu Enak? (Online), (http://www.ilmusipil.com/apakah-kerja-di-kontraktor-itu-enak). Diakses pada tanggal 29 Oktober 2016.

 

Tanpa Nama. 2015. Teori Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow. (Online), (http://www.kuberbagi17.com/2015/02/teori-kebutuhan-dasar-manusia-menurut.html). Diakses pada tanggal 12 Oktober 2016.

 

Tarigan, Henri Guntur. 1984. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa

 

Teeuw. 2003. Sastera dan Ilmu Sastera. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

 

 

Yusuf, Syamsu dan Nurihsan, A. 2011. Teori Kepribadian. Bandung: PT Remaja Rosdakarya