SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku Suplemen Bacaan Teori Sastra Lisan

Nina Nofita

Abstrak


Sastra lisan merupakan bentuk sastra pertama yang diakui oleh ahli kesusastraan dunia dan diikuti pula oleh ahli kesusastraan Indonesia. Sastra lisan tercipta sebelum nenek moyang mengenal aksara, sehingga penyebarannya melalui mulut ke mulut dari generasi ke generasi. Pelestarian sastra lisan dapat dilakukan dengan mengetahui pengetahuan yang lebih mendalam tentang sastra lisan. Namun, buku-buku teori tentang sastra lisan terbatas jumlahnya. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitian pengembangan tentang buku sastra lisan.

Penelitian dan pengembangan ini secara umum bertujuan untuk menghasilkan produk buku suplemen bacaan teori sastra yang dapat digunakan oleh mahasiswa maupun masyarakat umum. Adapun secara khusus bertujuan untuk melaporkan hasil uji dari produk buku suplemen bacaan teori sastra lisan.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangan ini adaptasi dari model penelitian dan pengembangan Recursive Reflective Design and Development atau yang disingkat dengan R2D2 yang dikemukakan oleh Willis (1995). Model R2D2 terdapat tiga fokus, yaitu (a) penetapan, (b) desain dan pengembangan, dan (c) diseminasi atau penyebarluasan. Pada fokus penetapan terdapat penetapan produk dan penetapan tim partisipan. Pada fokus desain dan pengembangan terdapat persiapan dan pengembangan produk. Pada fokus diseminasi dilakukan dengan melakukan penulisan artikel dari penelitian dan pengembangan. Uji ahli produk dilakukan kepada dua ahli sastra lisan. Jenis data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data verbal dan data angka. Data verbal dibagi menjadi dua, yaitu data tertulis dan data lisan. Data tertulis berupa kritik dan saran yang dituliskan oleh penguji ahli pada lembar penilaian. Data lisan berupa komentar yang diperoleh dari para ahli. Data lisan digunakan untuk mengetahui tanggapan dan memperoleh saran perbaikan produk. Data angka berupa angka-angka yang didapat dari penghitungan nilai pada lembar penilaian yang diberikan kepada penguji ahli.

Berdasarkan uji coba produk, diperoleh data berikut. Presentase hasil uji ahli sastra lisan yang pertama mencapai 73,5% (kualifikasi cukup layak dengan tindak lanjut implementasi). Presentase uji ahli sastra lisan yang kedua mencapai 80% (kualifikasi cukup layak dengan tindak lanjut implementasi). Berdasarkan data hasil uji coba produk tersebut dimaknai bahwa (1) buku suplemen Pengantar Sastra Lisan memiliki kualifikasi layak dan dapat dilakukan tindak lanjut implementasi pada pembaca, yaitu mahasiswa maupun masyarakat umum, dan (2) buku suplemen tersebut efektif digunakan sebagai bahan bacaan pelengkap maupun sebagai buku rujukan matakuliah sastra lisan. Kelebihan buku suplemen ini dibanding dengan buku-buku yang sudah ada adalah teori dalam buku ini dikutip dari sumber-sumber yang relevan, mencakup ruang lingkup teori yang dibutuhkan secara luas dan mendalam, dan disertai dengan contoh-contoh sastra lisan yang ada dan dekat dengan masyarakat sehingga mudah dipahami oleh pembaca.

 

Saran yang disampaikan peneliti, yakni (1) untuk mahasiswa diharapkan dengan membaca buku ini, wawasan atau pengetahuan tentang sastra lisan dapat bertambah, (2) untuk masyarakat umum diharapkan dengan adanya buku ini dapat menambah jumlah buku-buku teori tentang sastra lisan yang terbatas. Selain itu, dengan membaca buku ini wawasan atau pengetahuan tentang sastra lisan dapat bertambah, dan (3) untuk peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan produk sejenis dengan bahasan yang berbeda.