SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Penilaian Membaca dan Menulis dalam Soal Ulangan Harian Bahasa Indonesia Implementasi K13 Kelas VII SMP N 4 Malang

Winda Primasanti

Abstrak


ABSTRAK

Primasanti, Winda. 2017. Analisis Penilaian Membaca dan Menulis dalam Soal Ulangan Harian Bahasa Indonesia Implementasi Kurikulum 2013 Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: (I) Dr. TitikHarsiati, M.Pd., (II) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd.

Kata Kunci: penilaian, membaca, menulis, ulangan harian

Kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dilakukan pada setiap jenjang pendidikan, salah satunya adalah sekolah menengah pertama (SMP). Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia nomor 104 tahun 2014 tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik dasar dan menengah. Pasal 2 menyebutkan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilaksanakan dalam bentuk penilaian autentik dan non-autentik. Bentuk penilaian autentik yang dimaksud mencakup penilaian berdasarkan pengamatan, tugas ke lapangan, portofolio, proyek produk, jurnal, unjuk kerja, dan penilaian diri. Bentuk penilaian non-autentik yang dimaksud mencaku ptes, ulangan, dan ujian. Berdasarkan telaah kurikulum, penilaian hasil belajar oleh pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilaksanakan menggunakan instrument penilaian yang memuat komponen materi, konstruksi, dan bahasa. Sasaran hasil belajar oleh pendidik terhadap kompetensi pengetahuan meliputi tingkatan pembelajaran mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan kognitif.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk penilaian membaca, bentuk-bentuk penilaian menulis, dan proses penyusunan perangkat penilaian membaca dan menulis. Penilaian hasil belajar siswa dilakukan secara terencana dan berkesinambungan melalui ulangan, ujian, tugas mandiri atau kelompok. Dalam penelitian ini, penilaian yang dianalisis adalah penilaian ulangan harian. Ulanganharian merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar siswa.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dan perilaku yang dapat diamati. Data penelitian ini berupa soal-soal tes ulangan harian membaca dan menulis dengan kompetensi dasar, yaitu memahami, membandingkan, menangkap makna, dan menyusun. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara antara narasumber (guru) dan peneliti, hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, dan analisis dokumen RPP. Data yang sudah dianalisis kemudian dikelompokkan dalam tabel sesuai dengan tabel pedoman analisis data sehingga dapat diketahui bentuk penilaian membaca, bentuk penilaian menulis, dan proses penyusunan penilaian membaca dan menulis dalam soal ulangan harian Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 4 Malang.

Hasil dalam penelitian ini, yaitu pertamabentuk-bentuk penilaian membaca dalam soal ulangan harian Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 4 Malang ditemukan dua bentuk, yaitu tes pilihan ganda dan tes uraian. Masing-masing tes mencapai sasaran penilaian membaca berdasarkan keterampilan mikro maupun makro. Itu berarti bahwa masih banya ktes yang dibuat oleh guru yang berbentuk pilihan ganda. Padahal tes pilihan ganda tersebut banyak memiliki kekurangan.

Kedua, bentuk-bentuk penilaian menulis dalam soal ulangan harian Bahasa Indonesia implementasi kurikulum 2013 kelas VIII SMP Negeri 4 Malang ditemukan hanya ada satu bentuk, yaitu tes menulis dengan berbagai rangsang. Kedua jenis rangsangannya yaitu, video dan bacaan. Masing-masing tes tersebut sudah mencapai sasaran keterampilan makro dan mikro penilaian menulis. Minimnya jenis rangsangan menulis yang diberikan membuat siswa kurang mengembangkan kemampuan menulisnya.

Ketiga, proses penyusunan perangkat penilaian membaca dan menulis ditemukan lima tahap. Kelima tahap tersebut, yaitu guru menentukan kompetensi dasar, guru menjabarkan indikator sesuai dengan kompetensi dasar, guru menentukan tujuan pembelajaran, guru menyusun kisi-kisi penilaian, dan guru menyusun alat penilaian. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara, hasil pengamatan, dan analisis RPP.