SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perkembangan Bentukan Kosakata Bahasa Indonesia Tulis Mahasiswa Jurusan ASEAN Studies Universitas Walailak Thailand dalam Program In-Country 2015-2016

Iin Lutfia Arofah

Abstrak


Pada pembelajaran bahasa kedua perkembangan kosakata mahasiswa merupakan salah satu hal penting. Perkembangan kosakata tersebut dapat diidentifikasi melalui berbagai kegiatan menulis yang dilakukan. Salah satu bentuk kegiatan menulis pada program in-country adalah menulis jurnal harian. Perkembangan bentukan kosakata inilah yang dibahas pada penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan kosakata pada karangan mahasiswa jurusan ASEAN Studies  Universitas Walailak Thailand dalam program In-country 2015/2016, yang meliputi (a) perkembangan bentukan kata yang dihasilkan mahasiswa jurusan ASEAN Studies pada program In-country di Universitas Negeri Malang bulan ke-2 dan (b) perkembangan bentukan kata yang dihasilkan mahasiswa jurusan ASEAN Studies pada program In-country di Universitas Negeri Malang bulan ke-3.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif dengan jenis penelitian pemerolehan bahasa kedua. Pada penelitian ini, peneliti sebagai instrument utama. Data pada penelitian ini adalah bentukan kosakata tulis mahasiswa. Sumber data pada penelitian ini adalah karangan mahasiswa tingkat menengah yang terdapat pada jurnal harian yang dianalisis pada satuan minggu selama program berlangsung selama semester satu yaitu sebanyak 10 minggu. Lokasi penelitian ini dilakukan pada program In-country 2015/2016 di Universitas Negeri Malang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, bentukan kosakata dengan afiksasi pada minggu ke-1 ditandai dengan 16 bentukan dasar dan ada bentukan kata yang belum tepat. Perkembangan bentukan kosakata pada minggu ke-2 ditandai oleh mahasiswa yang menghasilkan variasi perfiks meN- dengan variasi menge, dan variasi konfiks peN-an serta per-an. Kedua, bentukan kosakata dengan proses pengulangan pada minggu ke-1 dan minggu ke-2 ditandai dengan kata ulang sesungguhnya yang terdiri atas (1) pengulangan seluruh, (2) pengulangan sebagian, (3) pengulangan berubah bunyi, dan (4) pengulangan berimbuhan,  serta munculnya kata ulang semu. Ketiga, bentukan kosakata dengan proses pemajemukan pada minggu ke-1 dan minggu ke-2 yaitu berupa bentukan kosakata majemuk berdasarkan pada  kelas kata yang membentuknya dengan wujud Kata Benda-Kata Benda (KB-KB),Kata Benda-Kata Kerja (KB-KK), Kata Benda-Kata Sifat (KB-KS),Kata Kerja-Kata Benda (KK-KB). Keempat, pada minggu ke-3 bentukan kosakata yang dihasilkan mahasiswa terbatas pada 15 afiks, sedangkan pada minggu ke-4 bentukan kosakata yang dihasilkan mahasiswa ada 16 afiks. Pada minggu ke-3 dan ke-4 ada bentukan kata yang masih belum tepat ketika digunakan dalam kalimat. Kelima, bentukan kosakata dengan proses pengulangan pada minggu ke-3 ditandai dengan munculnya pengulangan sesungguhnya terdiri atas (1) pengulangan seluruh, (2) pengulangan sebagian, (3) pengulangan berubah bunyi, dan (4) pengulangan berimbuhan. Pengulangan berubah bunyi muncul pada minggu ke-3, sedangkan pada minggu ke-4 bentukan kata tidak muncul lagi. Pengulangan berimbuhan muncul pada minggu ke-3, sedangkan pada minggu ke-4 pengulangan berimbuhan  tidak muncul lagi. Keenam, bentukan kosakata dengan proses pemajemukan pada minggu ke-3 ditandai dengan munculnya wujud Kata Benda-Kata Benda (KB-KB). Bentukan kata dengan wujud Kata Benda-Kata Benda  muncul pada minggu ke-3. Pada minggu ke-4 bentukan tersebut tidak muncul lagi. Selain itu, ada bentuk lain, yaitu bentukan kosakata dengan wujud Kata Benda-Kata Kerja (KB-KK) juga tidak muncul lagi pada minggu ke-3 dan minggu ke-4. Bentukan kosakata dengan wujud Kata Benda-Kata Sifat (KB-KS). Perkembangan bentukan kosakata pada minggu ke-3 ditandai oleh mahasiswa yang menghasilkan variasi kata majemuk KB-KB-KB. Selanjutnya pada minggu ke-4 tidak ada bentukan kata melalui proses pemajemukan yang bervariasi.