SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

SIMBOLISME PADA UPACARA SELAMATAN TUJUH BULANAN (TINGKEBAN) DI DESA PASIRHARJO KECAMATAN TALUN KABUPATEN BLITAR

BUDI WIBOWO

Abstrak


ABSTRAK

 

Wibowo, Budi. 2009. Simbolisme pada Upacara Selamatan Tujuh Bulanan (Tingkeban)di Desa Pasirharjo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar . Skripsi, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Program Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Soedjijino, M.Hum.

 

Kata kunci: selamatan, tingkeban, ujub.

 

Masyarakat merupakan kumpulan beberapa individu yang mempunyai latar belakang dan ciri khas tersendiri sesuai dengan lingkungan yang di tempatinya, kemudian membentuk suatu kebudayan. Kebudayaan yang ada itu merupakan cerminan dari kehidupan masyarakat, baik dari segi mata pencaharian, religi, ilmu pengetahuan juga kebudayaan yang terbentuk dari kepercayaan rakyat. Kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi berikutnya, baik melalui tulis maupun lisan disebut folklor.  Menurut Jan Harold Bruvand (dalam Danadjaja,1986:21) menggolongkan folklor berdasarkan tipenya ke dalam kelompok besar, yaitu: (1) folklor lisan, (2) folklor setengah lisan, (3) folklor bukan lisan. Upacara tradisional tingkeban merupakan salah satu bentuk folklor setengah lisan dan dilaksanakan oleh suatu kolektif masyarakat untuk memperingati suatu peristiwa yang mereka yakini kebenarannya. Upacara tingkeban merupakan kegiatan religius yang pada umumnya bertujuan untuk memohon keselamatan, memohon berkah, mensyukuri nikmat Tuhan, atau memohon keselamatan dari roh-roh halus.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan makna unsur verbal yang terdapat dalam upacara selamatan tingkeban di Desa Pasirharjo, mendeskripsikan makna dan unsur non verbal dalam upacara selamatan tingkeban di Desa Pasirharjo, dan mendeskripsikan prosesi pelaksanaan selamatan tingkeban di Desa Pasirharjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian semiotik. Data penelitian ini adalah (1) paparan ujub dan doa, (2) hasil observasi mengenai sikap dan perilaku partsispan upacara, tempat dan waktu upacara, prosesi upacara, maupun perlengkapan upacara, (3) foto atau dokumentasi tentang perlengkapan, pelaku, dan prosesi upacara Tingkeban, (4) hasil wawancara dengan responden yang berupa salinan rekaman atau catatan tentang komponen dan prosesi upacara. Sumber data penelitian ini adalah upacara selamatan tingkeban di Desa Pasirharjo. Adapun teknik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen dan teknik analisisnya, yaitu dengan (1) menelaah data, (2) mengidentifikasi data, dan (3) pengklasifikasian data.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur unsur verbal yang terdapat dalam upacara selamatan tingkeban terdiri dari tiga bagian, yaitu (1) pengatntar, (2) isi, dan (3) penutup. Sedangkan makna yang terkandung dalam komponen selamatan tingkeban di Desa Pasirharjo, yakni siraman bermakna membersihkan serta menyucikan calon ibu dan bayi yang sedang dikandung lahir maupun batin. Berbagai sajian makanan yang ada dalam selamatan tingkeban di Desa Pasirhajo merupakan simbol dari kehidupan bermasyarakat warga Desa Pasirharjo. Selamatan tingkeban di Desa Pasirharjo ini ada dua tahap, yaitu (1) siraman, dan (2) pelaksanaan prosesi selamatan. Prosesi pelaksanaan selamatan ada dua tahap, yakni (1) tahap persiapan sebelum selamatan dimulai, dan (2) tahap pelaksanaan selamatan.