SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Rangsang Video Pertunjukan Lukisan Pasir Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Srengat

Afry Adi Chandra

Abstrak


ABSTRAK

 

Chandra, Afry Adi. 2015. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Rangsang Video Pertunjukan Lukisan Pasir Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Srengat. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M. Hum.

 

Kata Kunci: cerpen, kemampuan menulis cerpen, video pertunjukan lukisan pasir

 

Pembelajaran menulis cerpen pada kurikulum KTSP diajarkan pada siswa kelas X, salah satunya diajarkan di kelas X K SMA Negeri 1 Srengat. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan dengan mengamati kegiatan pembelajaran siswa di kelas dan menganalisa cerpen hasil tulisan siswa bahwa kemampuan siswa dalam kegiatan menulis cerpen masih rendah. Permasalahan yang terjadi antara lain kesulitan pada saat mengembangkan ide cerita, tidak memergunakan kerangka cerpen terlebih dahulu sebelum menulis cerpen, masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan alur cerita, pengembangan, dan tokoh dan penokohan masih kurang. Keseriusan siswa dalam menulis cerpen juga masih kurang.Oleh karena itu, diperlukan media yang dapat menarik siswa dalam kegiatan menulis cerpen.

Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) meningkatkan proses kemampuan menulis cerpen dengan rangsang video pertunjukan lukisan pasir meliputi (a) tahap pramenulis, (b) tahap menulis, (c) tahap pascamenulis; (2) meningkatkan hasil kemampuan menulis cerpen dengan rangsang video pertunjukan lukisan meliputi sub kemampuan mengembangkan (a) tema, (b) latar, (c) tokoh dan penokohan, (d) sudut pandang, serta (e) alur. Adapun tujuan umum penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan menulis cerpen dengan rangsang video pertunjukan lukisan pasir siswa kelas X SMA Negeri 1 Srengat.

Rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan rancangan yang dipergunakan dalam penelitian ini.Ketuntasan minimal atau nilai rata-rata kelas yang diharapkan adalah 75.Pada tiap siklusnya terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dalam penelitian ini terdiri atas dua jenis, yaitu data proses dan hasil. Data proses tindakan berupa interaksi proses pembelajaran menulis cerpen yang dilakukan siswa di kelas, sedangkan data hasil berupa skor hasil evaluasi kemampuan menulis cerpen siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan cara pengamatan/observasi, rubrik penilaian proses, dan dokumentasi; sedangkan pengumpulan data hasil dilakukan dengan memberikan tes menulis cerpen yang dibantu dengan rubrik penilaian menulis cerpen. Pengolahan data dilakukan dengan menyeleksi, mengoreksi, menskor, serta menarik kesimpulan.Siswa dan guru bahasa Indoesia kelas X K SMA Negeri 1 Srengat merupakan sumber data dalam penelitian ini.

Secara umum, kemampuan siswa kelas X K SMA Negeri 1 Srengat pada kegiatan menulis cerpen dengan rangsang video pertunjukan lukisan pasir mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Peningkatan proses menulis cerpen dapat dilihat dari tahap pramenulis, menulis, dan pascamenulis. Kegiatan yang dilakukan pada tahap pramenulis meliputi (1) melakukan curah pendapat tentang kegiatan menulis cerpen, (2) guru model memberikan contoh pengembangan cerpen dari video pertunjukan lukisan pasir, (3) siswa menyimak dan mengidentifikasi tayangan video pertunjukan lukisan pasir, serta (4) siswa menyusn hasil identifikasi menjadi kerangka cerpen. Pada kegiatan pramenulis siswa cukup aktif untuk bertanya maupun menyampaikan pendapatnya dan pada siklus II siswa semakin serius dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menulis cerpen.Kegiatan yang dilakukan pada tahap menulis meliputi (1) guru model mengingatkan kepada siswa terkait kegiatan pembelajaran pada kegiatan sebelumnya dan (2) siswa mengembangkan kerangka cerpen menjadi cerpen yang utuh.Kegiatan siswa tahap menulis pada tiap siklusnya semakin meningkat, pada siklus II siswa semakin serius dan lancar dalam mengembangkan kerangka cerpen menjadi cerpen yang utuh. Tahap pasmenulis kegiatan siswa meliputi (1) siswa menukarkan hasil menulis cerpennya untuk disunting bersama rekan sejawat dan (2) siswa menampilkan hasil menulis cerpennya di depan kelas. Pada tahap pascamenulis pada tiap siklusnya siswa semakin berani menampilkan hasil cerpennya di depan kelas dan memberikan komentar yang lebih beragam.

Peningkatan hasil menulis cerpen siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil penilaian yang dilakukan terhadap setiap sub kemampuan yang meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, sudut pandang, serta alur. Pada sub kemampuan mengembangkan tema siklus I, siswa yang berkategori sangat baik sejumlah 20% dan menjadi 33,33% pada siklus II. Tema yang berkategori sangat baik tersebut mempunyai indikator tema yang sesuai dengan isi video pertunjukan lukisan pasir, menarik, dan baru. Pada sub kemampuan mengembangkan latar siklus I, siswa yang berkategori sangat baik sejumlah 13,3% dan menjadi 26,67% pada siklus II. Latar yang berkategori sangat baik tersebut mempunyai indikator latar waktu, tempat, dan suasana yang tergambar dengan jelas dalam cerita. Pada sub kemampuan mengembangkan tokoh dan penokohan siklus I, siswa yang berkategori sangat baik sejumlah 36,7% dan menjadi 40% pada siklus II. Tokoh dan penokohan yang berkategori sangat baik tersebut mempunyai indikator tokoh dan penokohan yang berkaitan dengan isi video pertunjukan lukisan pasir, dideskripsikan ciri watak, dan ciri fisik dengan jelas. Pada sub kemampuan mengembangkan sudut pandang siklus I, siswa yang berkategori sangat baik sejumlah 66,7% dan menjadi 60% pada siklus II. Sudut pandang yang berkategori sangat baik tersebut mempunyai indikator memilih dan memergunakan sudut pandang dengan tepat serta konsisten. Pada sub kemampuan mengembangkan alur siklus I, siswa yang berkategori sangat baik sejumlah 6,67% dan menjadi 30% pada siklus II. Alur yang berkategori sangat baik tersebut mempunyai indikator pengenalan awal cerita yang menarik, jalannya konflik runtut, dan penyelesaian konflik jelas.

Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan guru bahasa Indonesia menggunakan rangsang video pertunjukan lukisan pasir untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan rangsang video pertunjukan lukisan pasir untuk meingkatkan kemampuan berbahasa lainnya.