SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas X SMA Negeri 3 Kediri Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi Tahun 2005/2006

Dwi Setyanis

Abstrak


Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan subjek didik dalam berkomunikasi dengan bahasa sasaran, baik secara lisan maupun tertulis. Selain itu, pembelajaran bahasa dalam KBK diarahkan agar siswa terbuka terhadap beragam informasi di sekitarnya. Agar siswa mampu menyaring informasi yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuannya.

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui perencanaan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berdasarkan KBK, (2) untuk mengetahui kegiatan belajar mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia berdasarkan KBK, (3) untuk mengetahui kegiatan penilaian pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berdasarkan KBK, (4) untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berdasarkan KBK.

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Kediri yang telah melaksanakan KBK, pada bulan April-Mei 2006, yang dilakukan di dua kelas yakni kelas X1 dan X5. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan kualitatif deskriptif. Adapun analisis hasil penelitian diarahkan pada pemerolehan informasi tentang pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berdasarkan KBK pada siswa kelas X di SMA Negeri 3 Kediri. Instrumen yang digunakan adalah studi dokumentasi, pedoman observasi dan panduan wawancara.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam perencanaan berdasarkan KBK meliputi (1) program tahunan, (2) program semester, (3) silabus, dan (4) rencana pembelajaran. Adanya silabus membuat khas Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bagian-bagian silabus sangat rinci. Komponen-komponen silabus memberi kemudahan guru dalam mengajar. Pada komponen penilaian dalam format silabus mencakup jenis tagihan, bentuk instrumen dan contoh instrumen.

Hasil penelitian pelaksanaan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berdasarkan KBK adalah aspek-aspek yang berkaitan dengan interaksi atau kegiatan belajar mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia, meliputi (1) membuka pelajaran, (2) melaksanakan kegiatan inti, serta (3) refleksi dan penilaian. Kegiatan yang dilakukan dalam membuka pelajaran dan melaksanakan kegiatan inti menggunakan metode inquiry, learning community, dan questioning.

Hasil penilaian dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia meliputi   (1) aspek penilaian, (2) cara melakukan penilaian, dan (3) pelaporan hasil penilaian. Aspek penilaiannya berupa aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga aspek tersebut mencakup empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Penilaian yang digunakan adalah penilaian sebenarnya (authentic assessment) yaitu penilaian berbasis kelas. Sesuai dengan prinsip authentic assessment kompetensi siswa dapat diukur dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber. Alat penilaian otentik meliputi (1) hasil karya berupa karya seni, laporan, gambar, bagan, tulisan, dan benda, (2) penugasan berupa proyek/kegiatan dan laporan, (3) unjuk kerja berupa presentasi atau penampilan siswa, (4) tes tertulis berupa ulangan harian dan ulangan semester, serta (5) kumpulan hasil kerja siswa (portopolio) berupa karya siswa meliputi laporan, gambar, peta, dan tabel-tabel.

Ada dua faktor dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berdasarkan KBK, yaitu (1) faktor pendukung pelaksanaan KBK dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, dan (2) faktor penghambat pelaksanaan KBK dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Faktor pendukung perencanaan KBK dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah adanya kerjasama antar guru mata pelajaran dalam menyusun silabus.

Faktor pendukung pelaksanaan KBK dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah (1) lingkungan sekolah yang kondusif, (2) motivasi guru dalam menerima KBK, dan (3) kebijakan kepala sekolah. Faktor pendukung penilaian KBK dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, yaitu kemudahan guru dalam menilai siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Faktor penghambat perencanaan pembelajaran adalah kesulitan dalam menentukan alokasi waktu dalam silabus, karena kalender pendidikan yang ada di sekolah hanya satu, dan itupun hanya ditempel di ruang guru. Faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran adalah siswa yang terlalu besar dan kurang terampilnya guru dalam mengatur kompetensi dasar. Selanjutnya, faktor penghambat penilaian pembelajaran, yaitu terlalu tingginya standar nilai yang harus dicapai siswa yaitu 75 dan terlalu banyak rubrik penilaian di setiap indikator yang harus diukur.

Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran dapat menciptakan situasi yang menyenangkan atau menyegarkan serta mampu memaksimalkan penggunaan metode, media, dan strategi yang kreatif. Untuk penelitian lanjutan, hendaknya melakukan penelitian dengan fokus yang berbeda, misalnya untuk tingkat SD atau SMP.


Teks Penuh: DOC