SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Bebas Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Malang

Dewi Masitoh Muiz

Abstrak


ABSTRAK

 

Muiz, Dewi Masitoh. 2015. Penggunaan Metode SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Bebas Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., ( II) Dra. Ida Lestari, M.Si.

 

Kata Kunci: keterampilan menulis puisi, metode SAVI, pembelajaran sastra

 

Menulis puisi merupakan bagian dari penulisan kreatif sastra dan menjadi salah satu kompetensi yang diajarkan dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Akan tetapi, pada kurikulum 2013 pembelajaran menulis puisi tidak tercantum secara eksplisit, bahkan bisa dikatakan bahwa Kurikulum 2013 “kering sastra”. Realitas tersebut disiasati oleh guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia dengan menyisipkan pembelajaran menulis puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia sebagai tugas pengayaan dan diintegrasikan ke dalam kompetensi bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013. Hasil studi pendahuluan menunjukkan rendahnya minat siswa dalam pembelajaran dan kualitas produk puisi siswa. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan rendahnya perolehan nilai siswa dan persentase ketuntasan siswa yang hanya mencapai 43% dari jumlah siswa secara keseluruhan. Berdasarkan realitas tersebut peneliti berinisiatif untuk merancang inovasi pembelajaran yang menarik untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi bebas siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang dengan mengambil fokus subjek siswa kelas VIII-B.  Kegiatan pembelajaran menulis puisi bebas dijadikan sebagai tugas pengayaan dan diintegrasikan ke dalam kompetensi menyusun teks prosedur kelas VIII pada Kurikulum 2013.

Alasan dipilihnya subjek penelitian berupa siswa kelas VIII-B meliputi (1) berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia, diketahui bahwa tingkat kemampuan siswa dalam pembelajaran di kelas tersebut seimbang antara siswa berkategori Baik dengan siswa berkategori Cukup, (2) terdapat dua siswa baru dalam kelas tersebut yang pada saat dilakukan studi pendahuluan kedua siswa yang bersangkutan belum menjadi subjek pengamatan, (3) rekomendasi dari guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas tersebut, dan (4) intensitas pembelajaran sastra yang disisipkan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesa di kelas tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang lain.

Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini meliputi (1) bagaimanakah peningkatan kualitas proses menulis puisi bebas siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang dengan menggunakan metode SAVI? dan (2) bagaimanakah peningkatan kualitas hasil menulis puisi bebas siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang dengan menggunakan metode SAVI? Berdasarkan rumusan masalah tersebut dapat diketahui adanya dua fokus sasaran penelitian, yakni peningkatan kualitas proses dan hasil menulis puisi bebas dengan menggunakan metode SAVI.

Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut. Pertama, apabila dilihat dari perolehan nilai rata-rata pada studi pendahuluan, dapat diketahui adanya peningkatan yang cukup signifikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus I dan II. Pada studi pendahuluan, nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 67.7, sedangkan pada siklus I sebesar 73.5, dan pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 84.7.

Kedua, pada tahap pramenulis, besarnya siswa dengan kriteria SB pada siklus I sebanyak 12 siswa (41.4%). Jumlah tersebut meningkat pada siklus II menjadi 15 siswa (55%) dan tidak ada sama sekali siswa yang memeroleh skor 1.

Ketiga, pada tahap menulis, Besarnya siswa dengan kriteria SB pada siklus I sebanyak 9 siswa (31%). Jumlah tersebut meningkat sebesar 28.25% pada siklus II menjadi 16 siswa (59.25%). Adapun untuk tahap pascamenulis dengan kegiatan penyuntingan dan revisi hanya terlaksana pada siklus I sehingga hanya ada satu data skor yang diperoleh pada tahap tersebut.

Keempat, peningkatan pada masing-masing aspek juga dapat dilihat dari rata-rata skor yang diperoleh siswa meliputi (1) aspek diksi meningkat sebesar 0.39 poin. Jika pada siklus I rata-rata skor siswa sebesar 2.72, maka pada siklus II rata-rata skor tersebut naik menjadi 3.11, (2) aspek pengimajian meningkat sebesar 0.12 poin. Jika pada siklus I rata-rata skor siswa sebesar 3.65, maka pada siklus II rata-rata skor tersebut naik menjadi 3.77, (3) aspek rima meningkat sebesar 0.45 poin. Jika pada siklus I rata-rata skor siswa sebesar 2.62, maka pada siklus II rata-rata skor tersebut naik menjadi 3.07, (4) aspek majas meningkat sebesar 0.46 poin. Jika pada siklus I rata-rata skor siswa sebesar 2.72, maka pada siklus II rata-rata skor tersebut naik menjadi 3.18, dan (5) aspek judul meningkat sebesar 0.41 poin. Jika pada siklus I rata-rata skor siswa sebesar 3.03, maka pada siklus II rata-rata skor tersebut naik menjadi 3.44.

Secara keseluruhan, pemilihan metode atau strategi pembelajaran hendaknya sangat diperhatikan dengan menyesuaikan karakteristik siswa dan minat siswa terhadap pembelajaran. Penggunaan metode SAVI dapat menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang dapat dipilih guru untuk meningkatkan kemampuan dan minat siswa dalam menulis puisi bebas dengan mengalami langsung fokus objek yang dipilih.