SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Komik Elektronik Untuk Pembelajaran Menulis Teks Anekdot SMA Kelas X

Rina Septi Maharani

Abstrak


ABSTRAK

 

Maharani, Rina Septi. 2015. Pengembangan Media Komik Elektronik Untuk Pembelajaran Menulis Teks Anekdot SMA Kelas X. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd, (2) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd

 

Kata Kunci: media komik elektronik, menulis, teks anekdot.

 

Perkembangan teknologi pada era modern juga berdampak pada dunia pendidikan. Pembaruan dilakukan pada hampir seluruh aspek pendidikan, begitupun dengan penerapan kurikulum. Pada ranah pembelajaran bahasa Indonesia, kurikulum terbaru yakni Kurikulum 2013 pada jenjang SMP dan SMA berbasis pada teks. Pada jenjang SMA, teks anekdot adalah salah satu teks yang harus dikuasai oleh siswa kelas X. Bahan ajar yang sudah mulai variaif belum diikuti dengan media pembelajaran yang mendukung. Media pembelajaran merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Media pembelajaran erat kaitannya dengan kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran adalah salah satu unsur yang dapat memudahkan kegiatan pembelajaran. Pentingnya sebuah media pembelajaran dapat dilihat dari studi pendahuluan yang ada di lapangan.

Hasil studi pendahuluan di lapangan menunjukkan bahwa siswa memiliki minat yang baik terhadap pembelajaran menulis teks anekdot. Siswa memiliki skemata bahwa pembelajaran menulis teks anekdot adalah kegiatan belajar yang baru mereka lakukan dalam pelajaran bahasa Indonesia. Karakter teks anekdot yang lain dari teks lain semisal cerpen, novel, maupun teks drama yang sering mereka baca menjadikan teks anekdot sedikit terasa asing bagi siswa. Selain itu, media pembelajaran yang tersedia belum variatif. Sumber belajar dari buku kurang menarik bagi siswa. Pada akhirnya hal tersebut membuat siswa mengalami banyak kesulitan meskipun minat karena rasa penasaran baik untuk menulis teks anekdot. Alasan tersebut mendorong peneliti untuk melakukan pengembangan media komik elektronik untuk pembelajaran menulis teks anekdot.

Berdasarkan hasil studi pendahuluan, maka tujuan umum penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran menulis teks anekdot untuk siswa kelas X SMA yang mencakup tiga kriteria, yaitu deskripsi isi media pembelajaran yang relevan dengan kompetensi dasar menulis teks anekdot, sistematika penyajian media pembelajaran yang atraktif untuk siswa kelas X SMA, dan tampilan media pembelajaran yang menarik untuk siswa kelas X SMA.

Untuk mencapai tujuan penelitian, digunakan rancangan penelitian yang diadaptasi dari model desain pengembangan Borg dan Gall. Berdasarkan model tersebut, dalam penelitian ini ada 4 tahap, yakni (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba dan revisi, dan (4) tahap penyempurnaan produk akhir.Validasi dilakukan melalui validasi ahli materi, ahli media, dan praktisi. Uji coba lapangan dilakukan dengan siswa kelas X SMA Negeri 1 Pare.

Dari hasil uji coba produk, ahli materi dan pembelajaran bahasa Indonesia memberikan nilai kelayakan aspek materi sebesar 86,1%, sedangkan praktisi memberikan 91,6%. Pada aspek sistematika penyajian media pembelajaran, ahli media pembelajaran memberikan nilai sebesar 81,2%, ahli materi dan pembelajaran bahasa Indonesia memberikan nilai kelayakan sebesar 80%, sedangkan praktisi memberikan 100%. Pada aspek bahasa media pembelajaran, ahli media memberi nilai 83,3%, ahli materi memberi nilai 83,3%, sedangkan praktisi memberi nilai 100%. Pada aspek tampilan media pembelajaran, ahli media memberi nilai kelayakan sebesar 93,3%, ahli materi dan pembelajaran bahasa Indonesia memberi nilai kelayakan sebesar 96,4%, sedangkan praktisi memberikan 82,1%. Dari uji coba lapangan, siswa memberikan nilai kelayakan pada aspek materi sebesar 78,3%. Pada aspek sistematika penyajian sebesar 80%. Pada aspek bahasa sebesar 85% dan aspek tampilan sebesar 76,6%. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa aspek materi, sistematika penyajian, dan tampilan telah memenuhi kriteria layak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa (1) aspek materi telah sesuai dengan materi menulis Teks anekdot SMA, (2) aspek sistematika penyajian mudah digunakan oleh siswa, dan (3) tampilan media pembelajaran menarik.

Hasil pengembangan produk media pembelajaran menulis teks anekdot ini dari segi isi mudah dipahami oleh siswa karena materi sesuai dengan materi menulis teks anekdot SMA, materi fokus pada pengembangan struktur teks anekdot bukan definisi teks anekdot, terdapat komik anekdot yang dikemas dalam bentuk elektronik sebagai sumber ide untuk siswa, serta terdapat latihan pada setiap komik agar siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan. Dari segi bahasa, media pembelajaran menggunakan ragam bahasa baku, lugas, menarik, memotivasi, dan menggunakan sapaan “kalian”. Dari segi sistematika, media pembelajaran mudah digunakan oleh guru karena setiap menu media pembelajaran ini langsung disusun sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran menulis teks anekdot. Dan dari segi tampilan, media pembelajaran dilengkapi dengan berbagai gambar yang menarik serta perpaduan warna yang sesuai dengan siswa SMA.

Produk media pembelajaran menulis teks anekdot ini dapat dibaca, dipelajari, dan dimanfaatkan oleh semua pihak diantaranya guru dan siswa SMA kelas X. Guru dapat memanfaatkan media pembelajaran ini untuk membantu para siswa dalam materi menulis teks anekdot. Media pembelajaran ini dapat digunakan oleh siswa dengan bimbingan guru. Media pembelajaran ini juga dapat digunakan oleh guru sebagai salah satu media pembelajaran untuk materi menulis teks anekdot.