SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Komik untuk Menulis Cerita Fabel bagi Siswa Kelas VIII SMP

Ferry Ardianto

Abstrak


ABSTRAK

 

Ardianto, Ferry. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Komik untuk Menulis Cerita Fabel bagi Siswa Kelas VIII SMP. Skripsi, Jurusan Sastra  Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd., (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M.Hum.

 

Kata kunci: media, komik, pembelajaran menulis ceritafabel.

 

Pembelajaran menulis cerita fabel merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa SMP kelas VIII. Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan di SMPN 20 Malang ditemukan bahwapembelajaranmenulisceritafabeltanpa menggunakan media pembelajaran apapun. Akibatnya, siswa sulit berimajinasiuntukmenemukan ide, mengembangkan paragraf, dan memunculkan unsur pembangun cerita.

Berdasarkan identifikasi kebutuhan yang dilakukan di sekolah, pengembang memberikan alternatif berupa media pembelajaran menulis cerita fabel berbasis ilustrasi gambar berbentukkomik. Komik dipilih sebagai media pembelajaran karena siswa lebih menyukai menggunakan gambar yang dikombinaiskan dengan warna. Media komik ini untuk merangsang imajinasi siswa dalam berpikir kreatif untuk mengembangkan ide menjadi sebuah cerita fabel yang menarikPenelitianpengembanganinibertujuanuntukmenghasilkan poduk berupa media komik, dan buku panduan penggunaan media yang menarik dan layak dari segi tampilan, penyajian, isi, dan bahasa.

Penelitian ini menggunakan pola gabungan model Sadiman dan model Tim Puslitjaknov. Tahapan-tahapan modifikasitersebut meliputi: (1) analisis kebutuhan, (2) merumuskan tujuan instruksional, (3) perumusan materi pembelajaran, (4) perumusan alat pengukur kelayakan media, (5) penulisan naskah media, (6) produk awal, (7) uji validasi, (8) uji praktisi, (9) uji coba lapangan, (10) revisi, dan (11) produk akhir.

Data penelitian pengembangan ini berupa data verbal dan nonverbal. Data verbal dibedakan menjadi data tulis dan lisan. Data verbal tulis berupa saran perbaikan yang ditulis oleh subjek coba pada lembar penilaian. Data lisan berupa informasi lisan yang diperoleh ketika wawancara dengan guru. Data nonverbal berupa skor yang ditulis oleh subjek uji, yaitu ahli pembelajaran sastra, ahli media, praktisi (guru), dan siswa pada lembar penilaian.

Hasil uji coba tampilan produkmenunjukkan produk tergolong sangat layak dan siap diimplementasikanberdasarkanskor ahli (85,7%), praktisi (92,3%), dan siswa (93,88%). Hasil uji coba isi produk menunjukkan produk tergolong layak dan siap untuk diimplementasikanberdasarkanskor ahli (85%), praktisi (95%), dan siswa (92,22%). Hasil uji coba penyajian produk menunjukkan produk tergolong layak dan siap untuk diimplementasikan berdasarkanskorahli (89,3%), praktisi (96,42%), dan siswa (95,58%). Hasil uji coba kebahasaan produk menunjukkan produk tergolong sangat layak dan siap untuk diimplementasikan berdasarkanskorahli (87,5%), praktisi (100%), dan siswa (90%).

Ada enamkomentar dan saran perbaikan dari ahlipembelajaransastra, ahli media, dan praktisi dalam penelitian ini. Komentar dan saran tersebut meliputi: (1)penyesuaiantahapan pembelajaran dengan kurikulum yang digunakan, (2) pemberian contoh pada lembar kerja imajinasi, (3) penggunaan gambar dalam komik karakter tokohnya diperjalas, (4) penomoran pada urutan komik untuk memudahkan siswa, (5) covermemakai ilustrasi sesuai dengan keterampilan menulis, yaitu hand writting, serta (6) penggunaan warna pada kolom harus diperhatian agar warnanya padu.

Hasil penelitian berupa produk media komikyang dilengkapi dengan buku panduan penggunaan media komikdan lembar kerja siswa atau lembar kerja imajinasi. Penerapan produk dalam pembelajaran dilakukan dalam empat tahap kegiatan. Tahapan-tahapan tersebut meliputi (1) memahami isi komik dan menuliskan unsur pembangun ceritafabel, (2) menulis kerangka cerita fabelberdasarkan imajinasi sendiri, (3) menulis ceritafabelsecara utuh dan menarik, serta (4) menelaah dan merevisi hasil penulisan ceritafabel.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa produk tergolong layak dan siap diimplementasikan dalam pembelajaran menulis cerita fabeluntuk siswa SMP kelas VIII. Terkait dengan hal tersebut, disarankan kepada guru untuk memanfaatkan produk media sebagai sarana pembinaan moral dan karakter siswa. Selain itu, bagi siswa supaya produk dimanfaatkan untuk memunculkan  ide, mengembangkan ide, dan merangkai kalimat menjadi cerita fabel secara maksimal. Bagi pengembang lain, prosedur penelitian pengembangan media ini diharapkan bisa dikembangkan dalam kompetensi yang berbeda.