SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Dialog Bahasa Jawa Sesuai Unggah-ungguh Untuk Siswa SMP Kelas VII

Dodik Roby Dermawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Dermawan, Dodik Roby. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Dialog Bahasa Jawa Sesuai Unggah-ungguh untuk Siswa SMP Kelas VII. Skripsi, Jurusan Sastra  Indonesia  Fakultas Sastra Universitas Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Abdul Syukur Ghazali, M.Pd, (II) Dr. Martutik, M.Pd.

 

Kata kunci: media pembelajaran, menulis dialog, unggah-ungguh.

 

Dalam kehidupan sehari-hari orang Jawa mengenal istilah ora njawani atau ora jawa. Kata ora jawa dimaksudkan untuk menyindir orang yang tidak mengerti unggah-ungguh atau sopan santun. Sebagai anggota masyarakat, generasi muda pada saat ini perlu memahami tata-cara berdialog dengan orang lain dengan menggunakan unggah-ungguh. Berdasarkan obeservasi awal, peneliti menemukan hasil belajar yang kurang memuaskan. Selain itu siswa mengalami kesulitan dalam menentukan ide, mengembangkan ide menjadi dialog, dan menentukan kosakata bahasa Jawa dalam dialog. Guru sudah mengajarkan tentang teori-teori dan aturan tentang unggah-ungguh. Guru mengajarkan teori berdasarkan lembar kerja siswa yang ada. Menurut guru, siswa masih merasa kurang tertarik dan semangat dalam pembelajaran dialog sesuai unggah-ungguh. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian pengembangan media pembelajaran untuk memberikan motivasi dan daya tarik siswa dalam belajar menulis dialog sesuai unggah-ungguh.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) menghasilkan media pembelajaran menulis dialog sesuai unggah-ungguh untuk siswa SMP kelas VII (2) mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran menulis dialog sesuai unggah-ungguh untuk siswa SMP kelas VII.

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah modifikasi dari model desain penelitian dan pengembangan Sadiman. Model modifikasi desain penelitian dan  pengembangan dari Sadiman dirumuskan dalam langkah-langkah  sebagai berikut (1) analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan instruksional, (3) pengembangan materi pembelajaran (4)  pengembangan alat evaluasi media, (5)  penyusunan naskah media, (6) produksi media, dan (7) uji coba.

Manfaat-manfaat yang didapat dari penggunaan media ini meliputi (1) media pembelajaran ini dapat menarik minat siswa untuk belajar menggunakan unggah-ungguh saat berdialog, (2) dalam media ini siswa dapat memahami aturan dan penggunaan unggah-ungguh secara lebih rinci, dan (3) dalam media ini tidak hanya teks yang digunakan sebagai contoh, tetapi juga video yang berisi dialog menggunakan unggah-ungguh untuk menambah pemahaman siswa.

Uji coba produk dilakukan dengan melibatkan (1) ahli materi bahasa Jawa, (2) ahli media pembelajaran, (3) ahli praktisi, yakni guru bahasa Jawa, dan (5) uji lapangan. Jenis data penelitian ini adalah data verbal dan data nonverbal. Data nonverbal yakni berupa data skor yang diperoleh dari hasil angket penilaian ahli, praktisi, dan siswa terhadap produk. Data verbal berupa komentar, saran, dan kritik.

Hasil uji produk yang melibatkan ahli pembelajaran bahasa Jawa menghasilkan rata-rata kelayakan produk sebesar 79,1%, ahli media pembelajaran 94,6%, praktisi 79,1%, dan siswa 80%. Berdasarkan hasil uji melibatkan ahli pembelajaran, ahli media, ahli praktisi dan uji lapangan, produk tergolong layak dan siap untuk diimplementasikan. Namun, ada beberapa aspek yang perlu direvisi dan ditambahkan berdasarkan komentar dan saran perbaikan dari ahli pembelajaran, ahli media, dan ahli praktisi yaitu: (1) perbaikan pada tampilan pembuka, (2) perbaikan pada bagian materi, dan (3) perbaikan pada tampilan menu utama.

Media pembelajaran ini dapat digunakan oleh siswa sebagai fasilitator dalam belajar menulis teks dialog sesuai unggah-ungguh. Untuk guru, media pembelajaran ini dapat digunakan sebagai komponen yang membantu guru dalam mengajarkan materi menulis dialog sesuai unggah-ungguh. Pengambangan media pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peneliti-peneliti yang lain untuk tertarik mengembangkan media pembelajaran menulis dialog sesuai unggah-ungguh yang lebih kreatif. Selanjutnya produk pengembangan dapat disebarluaskan melalui jurnal penelitian dan forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bahasa Jawa.