SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Menulis Anekdot Berdasarkan Fenomena Sosial Budaya Siswa SMA/SMK Kelas X

Tanti Lestari

Abstrak


ABSTRAK

 

Lestari, Tanti. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Anekdot berdasarkan Fenomena Sosial Budaya Siswa SMA/SMK Kelas X. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nurchasanah, M.Pd., (2) Dr. Roekhan, M.Pd.

 

Kata kunci: bahan ajar menulis anekdot, fenomena sosial budaya.

 

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan bahwa pembelajaran menulis anekdot mengalami beberapa kendala. Permasalahan tersebut bukan hanya muncul dari siswa, melainkan juga dari bahan ajar yang digunakan oleh sekolah tersebut. Bahan ajar yang digunakan sekolah tersebut masih belum cukup memadai. Bahan ajar yang digunakan belum memenuhi prinsip kecukupan. Latihan-latihan yang disajikan juga kurang membantu siswa dalam mencapai kompetensi dasar. Bahan ajar yang digunakan oleh sekolah masih terbatas teori, contoh, dan latihan sederhana, belum menyajikan uji kompetensi. Bahan ajar memegang peran penting terhadap pembelajaran karena bahan ajar dapat mempermudah proses belajar siswa sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai secara optimal. Tujuan pembelajaran menulis anekdot antara lain (1) melatih siswa dalam merespon lingkungan sekitar, (2) melatih siswa menuangkan idenya dalam bentuk tulisan anekdot, dan (3) memberikan kesempatan pengembangan kemampuan menulis siswa. Beberapa hal tersebut memberi pertimbangan, bahan ajar untuk pembelajaran menulis anekdot perlu dikembangkan agar tujuan pembelajaran menulis anekdot dapat dicapai.

Tujuan umum penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar menulis anekdot berdasarkan fenomena sosial budaya. Adapun tujuan khusus penelitian ini, yaitu (1) mendeskripsikan bahan ajar menulis anekdot yang digunakan sekolah sasaran berdasarkan survei awal, (2) mengembangkan bahan ajar menulis anekdot berdasarkan fenomena sosial budaya sesuai kebutuhan siswa, (3) mendeskripsikan hasil uji produk terhadap ahli, praktisi, dan lapangan, dan (4) mendeskripsikan profil produk akhir.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan penelitian ini diadaptasi dari prosedur penelitian pengembangan Borg dan Gall. Berdasarkan prosedur tersebut, tahap penelitian yang dilakukan oleh peneliti, meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan draf produk, uji ahli dan uji praktisi, revisi hasil uji ahli dan uji praktisi, uji lapangan, dan penyempurnaan produk akhir. Uji produk dilakukan dengan melibatkan (1) ahli materi, (2) ahli pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, (3) ahli desain, (4) praktisi, yakni guru bahasa Indonesia, dan (5) lapangan, yakni siswa kelas X RPL 3 SMKN 5 Malang.

Uji produk melibatkan ahli materi menghasilkan rata-rata kelayakan produk sebesar 85%, ahli pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 75%, ahli desain 75%, praktisi 78,12%, dan siswa 90,67%. Berdasarkan hasil uji melibatkan ahli materi, produk tergolong sangat layak dan diimplementasikan. Berdasarkan hasil uji melibatkan ahli pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, ahli desain, dan praktisi, produk tergolong layak dan diimplementasikan. Meskipun demikian, ada beberapa aspek yang perlu direvisi dan ditambahkan berdasarkan komentar dan saran perbaikan dari ahli materi, ahli pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, ahli desain, dan praktisi. Uji lapangan dengan melibatkan siswa kelas X RPL 3 SMKN 5 Malang dimaksudkan untuk mengetahui respon siswa terhadap bahan ajar menulis anekdot yang digunakan dalam pembelajaran menulis anekdot.

Simpulan penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar menulis anekdot yang dikembangkan berdasarkan pendekatan saintifik menunjukkan bahwa produk tergolong layak dan siap diimplementasikan dalam pembelajaran menulis anekdot. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan untuk menggunakan bahan ajar Menulis Anekdot: Mengorek Fenomena Sosial Budaya dalam pembelajaran menulis anekdot sehingga kendala-kendala dalam pembelajaran menulis anekdot dapat teratasi. Siswa disarankan untuk mempelajari semua tahapan-tahapan menulis anekdot dalam bahan ajar agar tercipta pembelajaran yang aktif, kreatif, dan multiinteraksi. Prosedur penelitian pengembangan bahan ajar ini dapat menjadi pedoman bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian serupa. Pengembang lain disarankan untuk mengikuti langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini. Langkah tersebut dapat diterapkan dalam pengembangan bahan ajar untuk kompetensi lain. Selanjutnya, penyebarluasan produk harus memertimbangkan efektivitas dan efisiensi. Oleh karena itu, agar penyebarluasan produk memenuhi kriteria efektif dan efisien, maka produk dapat diunggah dengan memanfaatkan media internet.