SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kajian Ekranisasi Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari

Dini Arsyista

Abstrak


ABSTRAK

 

Arsyista, Dini. 2015. Kajian Ekranisasi Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. (II) Karkono, S.S., M.A.

 

Kata Kunci : ekranisasi, alih wahana, transformasi, struktural

 

Novel merupakan salah satu karya sastra yang menarik untuk diapresiasi. Cerita-cerita yang unik dan menarik membuat novel banyak diminati pembaca. Untuk itu, banyak juga yang ingin membuat cerita pada novel tersebut tidak hanya bisa dibaca, tetapi juga diubah atau dialihwahanakan ke dalam bentuk audiovisual atau film. Proses pengalihwahanaan dari novel menjadi film disebut ekranisasi. Pada saat ini, fenomena ekranisasi sudah tidak asing lagi. Novel-novel yang menjadi best seller telah banyak diangkat menjadi sebuah film, salah satunya adalah novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Pada proses ekranisasi akan selalu muncul perbedaan-perbedaan di dalamnya. Hal tersebut menarik untuk dijadikan sebuah penelitian, sehingga penelitian yang berjudul Kajian Ekranisasi Pada Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari ini dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan tema, tokoh dan penokohan, latar, dan alur pada proses ekranisasi novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari.

Rancangan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan pendekatan struktural. Sumber data yang digunakan yaitu berupa (1) novel Perahu Kertas, (2) film Perahu Kertas, dan (3) transkripsi film Perahu Kertas. Data yang diambil berupa perubahan-perubahan dari proses ekranisasi yang mendukung tujuan penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengidentifikasi perubahan unsur-unsur yang ada pada novel dan film Perahu Kertas. Kegiatan menganalisis data dimulai dari tahap mendeskripsikan, mengklasifikasikan, mengintepretasikan, hingga menyimpulkan data yang telah diperoleh.

Paparan data dan temuan penelitian ini adalah (1) tema pada proses ekranisasi novel Perahu kertas tidak mengalami perubahan, (2) tokoh dan penokohan pada proses ekranisasi novel Perahu Kertas mengalami perubahan yaitu terdapat penambahan, pengurangan, dan perubahan pada karakter tokoh, (3) latar tempat pada proses ekranisasi novel Perahu Kertas mengalami perubahan yaitu terdapat tempat-tempat yang tidak dimunculkan dan perbedaan tempat pada beberapa bagian cerita, dan (4) alur pada proses ekranisasi novel Perahu Kertas mengalami perubahan yaitu pada novel pengarang menggunakan alur maju, sedangkan pada film menggunakan alur campuran.

Hasil penelitian ini adalah (1) unsur tema antara novel dan film memiliki persamaan yaitu bertema tentang persahabatan, percintaan, dan cita-cita, (2) unsur tokoh dan penokohan mengalami perubahan yaitu penambahan pada tokoh Papa Kugy, Pacar Wanda, dan tokoh-tokoh pembantu atau figuran pada film. Terdapat pengurangan tokoh yaitu pada tokoh Nenek Keenan, Pak Somad, Bimo, Kevin, Mas Itok, sekumpulan perempuan “Arisan toilet”, dan Gina. Variasi tokoh yang mengalami perubahan karakter yaitu pada tokoh Siska, Pilik, Jeroen, dan Keshia, (3) unsur latar tempat mengalami perubahan yaitu terdapat latar tempat yang tidak dimunculkan yaitu di Amsterdam dan hotel tempat Wanda menginap. Sementara itu, perbedaan latar tempat terjadi ketika Remi melamar Kugy dan ketika Keenan bertemu Noni untuk mencari keberadaan Kugy, dan (4) unsur alur pada novel menggunakan alur maju, dilihat pada cara pengarang menceritakan tokoh utama dari awal akan kuliah hingga sampai tokoh utama menikah. Film menggunakan alur campuran, dilihat dari adegan yang menunjukkan tokoh utama yang sedang hamil, lalu adegan kembali pada saat tokoh utama masih akan menjalani masa perkuliahan dan kembali lagi pada adegan yang pertama kali dimunculkan.

Kesimpulan penelitian ini adalah sebuah novel yang diangkat menjadi sebuah film akan mengalami perubahan. Meskipun inti cerita sama, akan ada beberapa unsur-unsur yang memiliki perbedaan. Hal tersebut terjadi karena tidak semua yang ada pada novel bisa divisualisasikan. Selain itu, film juga mempunyai keterbatasan waktu atau durasi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pengetahuan tentang kajian ekranisasi. Penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya. Penelitian ini juga bermanfaat untuk masyarakat luas, agar mengetahui bahwa perbedaan-perbedaan dalam film yang diangkat dari sebuah novel bukanlah semata-mata karena pembuat film ingin mengubahnya. Akan tetapi, pembuat film telah menfokuskan pada bagian-bagian penting dalam novel.