SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Gagasan dalam Teks Nonsastra Karya Siswa SMA Negeri 8 Malang.

Mufidah Nur Amalia

Abstrak


ABSTRAK

 

Amalia, Mufidah Nur. 2015. Gagasan dalam Teks Nonsastra Karya Siswa SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd., (II) Musthofa Kamal, S.Pd., M.Sn.

 

Kata kunci: gagasan, teks nonsastra, pembelajaran menulis

 

Gagasan adalah pendapat dan pengalaman pada diri seseorang. Gagasan  tersebut dapat digunakan sebagai modal awal untuk mengarang. Ketika menuangkan gagasan ke dalam karangan, penulis harus memperhatikan bahasa yang digunakan. Bahasa yang digunakan harus jelas sehingga pembaca tidak merasa kesulitan menangkap maksud penulis.

Gagasan bisa dilihat pada paragraf-paragraf yang ada pada teks nonsastra. Gagasan tersebut pada umumnya terdiri atas gagasan utama dan penjelas. Namun, tidak semua paragraf terdiri atas gagasan utama dan penjelas. Pada karangan deskriptif dan naratif sering ditemukan paragraf yang isinya hanya gagasan penjelas saja. Seperti yang dikemukakan oleh Keraf (2004:96), alinea yang gagasan utamanya didukung oleh semua kalimat (deskriptif dan naratif) agak lebih sukar karena harus dirumuskan secara tersendiri dengan memperhatikan isi semua kalimatnya. Jadi, dalam satu paragraf tidak selalu terdiri atas gagasan utama dan penjelas.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gagasan dalam teks nonsastra karya siswa SMA Negeri 8 Malang. Penelitian ini difokuskan pada gagasan berdasarkan berdasarkan (1) produktivitas, (2) kualitas, yang meliputi kerincian, kejelasan, serta kepaduan, dan (3) keragaman gagasan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam kajian teks. Pendekatan tersebut dilakukan karena sumber data yang digunakan berupa teks hasil karangan siswa SMA Negeri 8 Malang. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan gagasan siswa SMA Negeri8 Malang dalam menulis teks non sastra dalam satuan waktu tertentu dengan menggunakan lima modus yang berbeda. Data dalam penelitian ini berupa (1) produktivitas gagasan, (2) kualitas gagasan, dan (3) keragaman gagasan dalam teks nonsastra karangan siswa SMA Negeri 8 Malang.

Berdasarkan temuan penelitian, diperoleh tiga hasil penelitian. Pertama, dari segi produktivitas, siswa paling banyak menghasilkan gagasan pada saat menggunakan modus topik, kerangka karangan, dan kalimat utama, yaitu sebanyak 44 gagasan. Sebaliknya, siswa paling sedikit menghasilkan gagasan pada saat menggunakan modus tanpa topik sebanyak enam gagasan.

Kedua, dari segi kualitas gagasan yang dihasilkan siswa SMA Negeri 8 Malang beraneka ragam. Dari segi kerincian ada siswa yang menghasilkan gagasan yang rinci dan tidak rinci. Kerincian tersebut dapat dilihat dari adanya bukti pendukung atau tidak. Selanjutnya, dari segi kejelasan dilihat dari cara mengungkapkan gagasan yang berbelit-belit atau tidak. Kemudian, kepaduan tidak hanya dilihat dari penanda kohesi yang digunakan, tetapi juga keterjalinan secara maknawi antar bagian-bagian di dalam paragraf.

Ketiga, keragaman gagasan siswa SMA Negeri 8 Malang kurang beragam. Keragaman gagasan meliputi variasi pola kalimat dan jenis paragraf. Variasi gagasan menggunakan persamaan kata (sinonim) dalam menyampaikan gagasan. Penggunaan variasi tersebut untuk menjaga ketertarikan pembaca dalam membaca karangan. Variasi juga dilakukan dengan panjang-pendeknya kalimat. Dalam satu paragraf ditemukan jumlah kata dalam satu kalimat yang berbeda-beda. Tidak hanya itu, variasi dalam menyampaikan gagasan dilakukan dengan menggunakan bentuk me- dan di- pada kata kerja. Pengarang menggunakan variasi bentuk me- dan di- bertujuan untuk membuat karangan lebih menarik untuk dinikmati pembaca. Variasi yang selanjutnya adalah variasi dengan mengubah posisi dalam kalimat. Ditemukan variasi dengan mengubah struktur pada umumnya, tetapi dengan tidak mengubah isi. Siswa paling banyak menggunakan paragraf eksposisi dalam mengungkapkan gagasannya. Ditemukan adanya paragraf yang bersifat persuatif. Dilihat dari cara penyampaian gagasan oleh pengarang yang sifatnya mempengaruhi pembaca dengan disertai bukti. Ditemukan pula paragraf yang bersifat argumentatif. Dilihat dari cara pengarang dalam menyampaikan gagasannya dengan memberikan bukti-bukti untuk memperkuat argumennya. Selain itu, ditemukan juga paragraf yang bersifat naratif dalam karangan tersebut. Dilihat dari cara pengarang menyampaikan gagasannya dengan menggunakan urutan peristiwa yang ditandai dengan adanya penggunaan kata pada awalnya, setelah itu, lalu, pertama, dan kedua. Selanjutnya, ditemukan paragraf deskriptif pada karangan siswa yang mendeskripsikan tentang akibat sampah bagi lingkungan. Terakhir, ditemukan paragraf yang bersifat ekspositoris yang di dalamnya berisi tentang informasi-informasi baru yang berusaha disampaikan pengarang kepada pembaca.