SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Mengonversi Teks Eksposisi Menjadi Teks Percakapan Siswa Kelas X-MIA SMAN 1 Kepanjen

SITI ROHMATUS SHOLEKHAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Sholekhah, Siti Rohmatus. 2015. Kemampuan Mengonversi Teks Eksposisi Menjadi Teks Percakapan Siswa Kelas X-MIA SMA Negeri 1 Kepanjen. Skripsi, Program Studi Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sumadi, M.Pd, (2) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd.

 

Kata Kunci: teks eksposisi, teks percakapan, pembelajaran menulis

 

Menulis merupakan salah satu aspek penting dalam keterampilan berbahasa. Salah satu keterampilan menulis adalah mengubah teks satu menjadi teks lain. Keterampilan mengubah teks satu menjadi teks lain disebut keterampilan mengonversi teks. Dalam mengonversi, siswa tidak sekedar menulis teks begitu saja namun siswa harus membaca terlebih dahulu teks yang akan dikonversi.Pada jenjang SMA, siswa dituntut mampu mengonversi teks eksposisi. Salah satu teks hasil konversi adalah teks percakapan. Siswa harus memahami teks eksposisi terlebih dahulu kemudian mengubahnya menjadi teks percakapan. Mengonversi merupakan salah satu keterampilan yang memerlukan latihan-latihan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dan berpikir serta keterampilan menulis.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Kepanjen tahun ajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X-MIA SMAN 1 Kepanjen semester genap tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 247 siswa. Sementara sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 71 siswa. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik acak kelas. Langkah pelaksanaan penelitian ini yaitu melakukan uji pengambilan data di kelas X-MIA 7 kemudian melakukan uji pengambilan data di kelas X-MIA 2. Setelah dilakukan tes, data diberi skor pada tiap aspek-aspek yang diteliti kemudian diolah dengan menggunakan teknik persentase. Aspek yang diteliti pada penelitian ini terdiri atas aspek kelengkapan isi, aspek ketepatan pilihan kata, aspek keefektifan kalimat, aspek keterpaduan wacana, dan aspek kekreatifan. Setelah itu, dilakukan penyimpulan kemampuan siswa secara individu dan secara kelompok.

Berdasarkan temuan penelitian pada siswa kelas X-MIA SMAN 1 Kepanjen, diperoleh lima hasil penelitian. Pertama, siswa mampu mengonversi teks eksposisi menjadi teks percakapan berdasarkan aspek kelengkapan isi. Hal itu dibuktikan oleh jumlah persentase siswa yang mampu sebesar 78,86%, sedangkan persentase siswa yang tidak mampu sebesar 21,12%. Kedua, siswa mampu mengonversi teks eksposisi menjadi teks percakapan berdasarkan aspek ketepatan pilihan kata. Hal itu dibuktikan oleh jumlah persentase siswa yang mampu sebesar 97,18%, sedangkan persentase siswa yang tidak mampu sebesar 2,81%. Ketiga, siswa mampu mengonversi teks eksposisi menjadi teks percakapan berdasarkan aspek keefektifan kalimat. Hal itu dibuktikan oleh jumlah persentase siswa yang mampu sebesar 100%. Keempat, siswa mampu mengonversi teks eksposisi menjadi teks percakapan berdasarkan aspek keterpaduan wacana. Hal itu dibuktikan oleh jumlah persentase siswa yang mampu sebesar 100%. Kelima, siswa tidak mampu mengonversi teks eksposisi menjadi teks percakapan berdasarkan aspek kekreatifan. Hal itu dibuktikan oleh jumlah persentase siswa sebesar 59,14%, sedangkan persentase siswa yang tidak mampu sebesar 40,84%.

Berdasarkan hasil penelitian pada siswa kelas X-MIA SMAN 1 Kepanjen terdapat lima simpulan. Pertama, siswa mampu mengonversi teks eksposisi menjadi teks percakapan berdasarkan aspek kelengkapan isi. Kedua, siswa mampu mengonversi teks eksposisi menjadi teks percakapan berdasarkan aspek ketepatan pilihan kata. Ketiga, siswa mampu mengonversi teks eksposisi menjadi teks percakapan berdasarkan aspek keefektifan kalimat. Keempat, siswa mampu mengonversi teks eksposisi menjadi teks percakapan berdasarkan aspek keterpaduan wacana. Kelima, siswa tidak mampu mengonversi teks eksposisi menjadi teks percakapan berdasarkan aspek kekreatifan.Berdasarkan kesimpulan tersebut, dikemukan tiga saran. Pertama, siswa disarankan agar banyak berlatih mengidentifikasi kelengkapan isi, berlatih menulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik, dan berlatih untuk menulis kreatif. Kedua, guru disarankan untuk memberikan contoh dan materi mengenai teks percakapan, penggunaan bahasa, dan menulis kreatif sebelum kegiatan mengonversi dilaksanakan. Ketiga, Peneliti selanjutnya disarankan dapat melakukan penelitian mengenai mengonversi teks yang lainnya. Peneliti selanjutnya juga dapat meneliti mengenai karakteristik struktur teks, karakteristik pola kalimat atau menggunakan rancangan penelitian lain seperti eksperimen untuk mengetahui kemampuan mengonversi teks eksposisi maupun teks yang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

Sholekhah, Siti Rohmatus. 2015. The Ability of X-MIA Class Students SMA Negeri 1 Kepanjen in Converting Expository Texts into Conversational Texts. Thesis, Study Program of Language, Indonesian and Regional Literature, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Sumadi, M. Pd, (2) Dr. Imam Agus Basuki, M. Pd.

 

Keywords: expository texts, conversational texts, learning to write

 

Writing is one of important aspects in language skills. Either writing skills is converting one text format into another texts. The ability in converting texts is called as converting skill. In converting texts, the students do not only write the text but also have to read the texts first before converting. In Senior High School level, the students are demanded to have ability in converting expository texts. One example of converted texts is conversational texts. The students must understand the expository texts first before converting them into conversational texts. Converting is one of skills which needs much exercises to increase the writing skill, the comprehension, and thinking ability.

This study uses quantitative approach with descriptive method. This study is held in SMAN 1 Kepanjen 2014/2015. The population of the study is all of X-MIA Class Students SMA Negeri 1 Kepanjen with the number of the students are 247 students. Whereas the used samples in the study are 71 students. The samples are determined by using class random technique. The procedure of this study is firstly taking the data from X-MIA 7 Class and continued by taking from X-MIA 2 Class. After having test, the data are given scores in every observed aspect and then processed by using percentage technique. The observed aspects in this study are the completeness of the contents, the accuracy of dictions, the sentences effectiveness, the texts cohesiveness, and the creativity aspect. Then, the writer summarizes the students’ ability either individual or group.

Based on the finding in the X-MIA Class Students SMA Negeri 1 Kepanjen, there are five finding results. First, the students are able to convert expository texts into conversational texts based on the completeness of the contents. It is proved by the percentage of the students who are able to convert texts. The percentage is 78,86% . Whereas, the percentage of the disable students in converting texts is 21,12%. Second, the students are able to convert expository texts into conversational texts based on the accuracy of dictions. The percentage of this aspect is 97,18% capable and the percentage of the disable students in converting texts is 2,81%. Third, the students are able to convert expository texts into conversational texts based on the sentences effectiveness. The percentage of this aspect is 100% capable. Fourth, the students are able to convert expository texts into conversational texts based on the texts cohesiveness. The percentage of this aspect is 100% capable. Fifth, the students are not able to convert expository texts into conversational texts based on the creativity aspect. The percentage of this aspect is 59,14% capable and the percentage of the disable students in converting texts is 40,84%.

   Based on the result, the writer takes five conclusions. First, the students are able to convert expository texts into conversational one based on the completeness of the contents. Second, the students are able to convert expository texts into conversational one based on the accuracy of dictions. Third, the students are able to convert expository texts into conversational one based on the sentences effectiveness. Fourth, the students are able to convert expository texts into conversational one based on the texts cohesiveness. Fifth, the students are not able to convert expository texts into conversational one based on the creativity aspect. Based on the conclusion above, the writer has three suggestions. First, the students are suggested to have more exercises in identifying the completeness of the contents, more exercises in writing skill by using good Indonesian, and also more exercises in creative writing. Second, the teachers are suggested to give examples and learning material about conversational texts, language use, and creative writing before asking the students to convert texts. Third, the next researchers are suggested to have researches about another texts conversion. They also can have researches about texts structure characteristics, sentence structure characteristic or using another research design such as having an experiment to find out the ability in converting either expository texts or the other one.