SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pendidikan Karakter pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X SMA dalam Konteks Implementasi Kurikulum 2013

KHURROTUN A'YUNI

Abstrak


ABSTRAK

 

A’yuni, Khurrotun. 2015. Pendidikan Karakter pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X SMA dalam Konteks Implementasi Kurikulum 2013. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widodo Hs, M.Pd, (II) Dewi Pusposari, S.Pd, M.Pd. 

 

Kata Kunci : pendidikan karakter, buku teks, kurikulum 2013

 

Pendidikan karakter merupakan salah satu komponen yang wajib diterapkan di sekolah. Salah satu pelajaran yang mengusung pendidikan karakter adalah Bahasa Indonesia. Buku teks Bahasa Indonesia—sebagai salah satu alat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia—juga memiliki peran penting dalam penyampaian pendidikan karakter pada siswa di sekolah. Penelitian terkait dengan pendidikan karakter dalam buku teks kelas X SMA masih minim sehingga diperlukan pembahasan mengenai pendidikan karakter dalam buku teks kelas X SMA tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tiga hal, yaitu bentuk pendidikan karakter yang muncul dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X SMA, sebaran pendidikan karakter dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X SMA, dan konteks yang melatari pendidikan karakter dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X SMA.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa deskripsi bentuk, sebaran, dan konteks yang memunculkan pendidikan karakter dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi dokumen. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti dan lembar observasi berupa tabel pengumpul data yang disusun berdasarkan fokus penelitian. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap menghimpun, memahami, menginterpretasi, menyimpulkan, dan memverifikasi data.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bentuk pendidikan karakter dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X SMA muncul dalam 17 bentuk karakter utama. Ketujuh belas bentuk karakter yang muncul berdasarkan jumlah temuan dalam buku teks, yaitu disiplin, kreatif, gemar membaca, rasa ingin tahu, toleransi, bersahabat/komunikatif, cinta tanah air, menghargai prestasi, jujur, kerja keras, demokratis, peduli lingkungan, mandiri, peduli sosial, tanggung jawab, religius, dan semangat kebangsaan. Bentuk karakter yang tidak muncul adalah cinta damai. Kedua, sebaran pendidikan karakter dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X SMA terbagi dalam delapan bagian. Sebaran pendidikan karakter berdasarkan frekuensi kemunculan pendidikan karakter dalam buku teks, yaitu tugas, pengantar, teks nonsastra, subsubjudul bab, subjudul bab, judul bab, pengayaan, dan teks sastra. Ketiga, konteks yang memunculkan pendidikan karakter dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X SMA terwadahi pada pemberian tugas, peristiwa yang terjadi dalam teks, cerita dalam pengantar, dan perintah dalam tiap bagian bab.

Berdasarkan temuan di atas, maka saran/rekomendasi yang diajukan dirumuskan sebagai berikut. Bagi guru, disarankan untuk memaksimalkan 17 karakter yang ada dalam buku teks pada siswa. Ketidakmunculan satu karakter dapat disiasati guru dengan memberikan tambahan teks atau tugas pada siswa. Meskipun kemunculan karakter masih kurang seimbang, buku ini adalah buku yang baik untuk digunakan guru sebagai buku acuan dalam penanaman pendidikan karakter untuk siswa kelas X SMA. Bagi penulis atau penyusun buku teks, disarankan untuk memperhatikan proporsi bentuk karakter sehingga keseluruhan bentuk karakter dapat dimunculkan dalam buku teks. Telaah terhadap buku teks ini menghasilkan sebaran pendidikan karakter yang kurang seimbang sehingga penulis buku diharapkan dapat mengukur penyeimbangan karakter pada tiap bagian buku. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penelitian sejenis dengan memerhatikan proporsi bentuk karakter, penyeimbangan dalam sebaran, dan kesesuaian konteks. Selain itu, peneliti lain juga dapat melakukan penelitian terkait pendidikan karakter pada buku teks di tingkat pendidikan yang lain, seperti SD, SMP, atau Perguruan Tinggi.