SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Teks Eksposisi Kelas X SMA/SMK

Munic Talova Bhakti

Abstrak


ABSTRAK

 

Bhakti, Munic Talova. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Teks Eksposisi Kelas X SMA/SMK. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd, ( II) Dewi Pusposari, M.Pd.

 

Kata Kunci: bahan ajar, pembelajaran berbasis teks, teks eksposisi

 

Teks eksposisi adalah teks yang ditulis dengan cara memaparkan gagasan penulis terhadap suatu masalah yang diperkuat dengan argumen-argumen berupa fakta, teori, pendapat ahli, maupun hasil penelitian. Memahami, memproduksi, dan menyunting teks eksposisi merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik pada Kurikulum 2013. Pembelajaran menulis menjadi momok bagi sebagian peserta didik. Hal ini menjadi hambatan internal. Sementara itu, penggunaan bahan ajar yang kurang menarik dan keterbatasan sajian materi dalam pembelajaran menulis teks eksposisi menjadi hambatan eksternal sehingga peserta didik merasa kesulitan dalam mencapai kompetensi dasar tersebut.  Oleh karena itu, dibutuhkan bahan ajar yang dapat mengatasi hambatan dan mendukung ketercapaian kompetensi dasar tertentu.

Tujuan umum penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa LKS pembelajaran teks eksposisi yang memiliki kelayakan isi, bahasa, sistematika, dan tampilan. Adapun tujuan khusus penelitian tesebut (1) mendeskripsikan rancangan produk awal bahan ajar, (2) mendeskripsikan hasil uji produk bahan ajar, dan (3) mendeskripsikan revisi produk bahan ajar.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Desain penelitian ini mengadaptasi desain penelitian pengembangan Borg dan Gall (1983). Adaptasi dilakukan menjadi delapan tahap, yaitu (1) tahap analisis kebutuhan, (2) studi pendahuluan, (3)  perancangan produk awal, (4) uji validasi, (5) uji lapangan, (6) revisi tahap awal, (7) uji coba terbatas, dan (8) revisi produk akhir.

Wujud data penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa tuturan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia, catatan komentar dan saran perbaikan dari ahli bahan ajar, ahli pembelajaran bahasa Indonesia, praktisi, dan siswa. Data kuantitatif berupa skor angket yang diperoleh dari ahli bahan ajar, ahli pembelajaran bahasa Indonesia, praktisi, dan siswa serta skor siswa dalam mengerjakan tugas. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi pedoman wawancara dan angket penilaian.

Hasil uji produk bahan ajar oleh ahli bahan ajar mendapat persentase kelayakan aspek isi sebesar 94,2%, aspek bahasa 87,5%, aspek penyajian sebesar 95,4%, dan aspek tampilan sebesar 93,3%. Rerata kelayakan sebesar 92,4% dengan kualifikasi sangat layak dan dapat diimplementasikan. Ahli bahan ajar memberi komentar dan saran perlunya (a) penambahan konsep teks eksposisi oleh pendapat lain, (b) penggunaan bahasa harus benar-benar sesuai dengan EYD, dan (c) warna sampul harus lebih dicerahkan lagi. Hasil uji produk bahan ajar oleh ahli pembelajaran bahasa Indonesia mendapat persentase kelayakan pada aspek isi sebesar 81,9%, aspek bahasa sebesar 93,7%, aspek sistematika penyajian sebesar 93,7%, dan aspek tampilan sebesar 92,8%. Rerata kelayakanan sebesar 87,8% dengan kualifikasi sangat layak dan dapat diimplementasikan. Ahli pembelajaran bahasa Indonesia memberi komentar dan saran perbaikan yaitu (a) paparan teori teks eksposisi perlu direvisi, (b) latihan isi perlu diperbanyak dan divariasikan, (c) pemfokusan kompetensi dasar menyunting pada aspek bahasa, (d) pembatasan teori, (e) pemanfaatan sumber belajar, dan (f) penyederhanaan kombinasi warna. Hasil uji produk bahan ajar oleh praktisi mendapat persentase kelayakan pada aspek isi sebesar 86,1%, aspek bahasa sebesar 87,5%, aspek sistematika penyajian sebesar 87,5%, dan aspek tampilan sebesar 85,7%. Rerata kelayakan sebesar 86,5% dengan kualifikasi sangat layak dan dapat diimplementasikan. Praktisi memberi komentar dan saran perlunya (a) pemberian soal objektif, (b) penggunaan kata sapa untuk siswa, dan (c) penyajian gambar konkret, bukan ilustrasi kartun, dan pembatasan hiasan yang terlalu banyak. Hasil uji produk bahan ajar oleh siswa mendapat persentase kelayakan pada aspek isi sebesar 88,4%, aspek bahasa sebesar 88,3%, aspek sistematika penyajian sebesar 92,9%, dan aspek tampilan sebesar 92,5%. Persentase keseluruhan sebesar 91,2% dengan kualifikasi sangat layak dan dapat diimplementasikan.

Hasil pengembangan bahan ajar dari aspek isi menghasilkan kesesuaian, kelengkapan, dan kedalaman materi, contoh, serta latihan yang meliputi kompetensi dasar memahami, memproduksi, dan menyunting teks eksposisi. Bahan ajar dari aspek bahasa menghasilkan bahasa yang komunikatif, logis, dan sesuai dengan EYD. Bahan ajar dari aspek sistematika penyajian menghasilkan sistematika penyajian yang terstruktur dan konsisten. Sitematika penyajian LKS terdiri atas (a) pendahuluan yang meliputi sampul dalam, identitas LKS, kata pengantar, daftar isi, dan petunjuk penggunaan, (b) isi meliputi Unit 1, Unit 2, dan Unit 3 yang terdiri atas materi singkat, contoh, latihan kelompok, dan tugas individu, (c) penutup yang meliputi rangkuman dan daftar rujukan. Bahan ajar dari aspek tampilan ukuran, desain sampul, dan desain isi LKS yang menarik serta menumbuhkan minat siswa untuk mempelajarinya.

Penyebarluasan produk bahan ajar dilakukan dengan tiga cara. Pertama, disajikan dalam seminar ke sesama mahasiswa. Kedua, artikel hasil penelitian didiseminasikan melalui majalah online. Ketiga, produk ini dapat digunakan di sekolah menengah yang telah menerapkan Kurikulum 2013 yang membutuhkan LKS.