SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Alih Kode dan Campur Kode Guru Kelas 2 SDN Sumberejo II Rengel Tuban

Rini Lestyo Rahayu

Abstrak


Alih kode merupakan salah satu fenomena dalam interaksi sosial. Untuk mengetahui bagaimana alih kode dan campur kode yang terjadi dalam interaksi belajar mengajar di kelas, diperlukan penelitian. Penelitian ini dilandasi oleh pemikiran bahwa bahasa yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas sangat beragam, adanya macam-macam kode yang digunakan guru dalam pembelajaran di kelas, dan melihat bagaimana guru harus membuat pilihan bahasa secara tepat dalam pembelajaran di kelas.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alih kode mencakup jenis-jenis alih kode dan faktor-faktor penyebab alih kode serta mendeskripsikan faktor-faktor penyebab campur kode guru kelas II SDN Sumberejo 2 Rengel Tuban.

            Penelitian ini mengambil lokasi di SDN Sumberejo II Rengel Tuban. Subjek penelitian ini adalah guru kelas 2 SDN Sumberejo 2 Rengel Tuban. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 12 sampai 15 September 2005. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan secara apa adanya kondisi penggunaan bahasa guru dalam pemebelajaran di kelas. Untuk pengumpulan data digunakan metode observasi dan wawancara. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan alat bantu (1) alat perekam data dan (2) instrumen pengumpul data. Data diambil dari proses belajar mengajar di dalam kelas. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dengan perekaman tuturan guru selama pembelajaran di kelas, dilanjutkan dengan pentranskripsian data, identifikasi data, pengklasifikasian data, pengkodean data, penginterpretasian data, dan penyimpulan data.

            Hasil penelitian tentang alih kode dan campur kode guru di SDN Sumberejo 2 Rengel Tuban menggambarkan bahwa alih kode yang dilakukan guru kelas II selama interaksi belajar mengajar yaitu AK situasional, AK intersentensial, AK intrasentensial, AK tag, AK Sementara, AK permanen, dan AK intern. Faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam melakukan alih kode dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa selama interaksi belajar mengajar berlangsung yaitu, ingin menegaskan sesuatu, adanya anggapan bahwa beralih kode secara tepat menyebabkan penjelasan konsep akan lebih mudah dipahami, keinginan untuk mendekatkan/menjauhkan diri dengan kelompok tertentu/kawan tutur, keinginan untuk menyesuaikan diri dengan bahasa yang dikuasai kawan tutur, ingin menyampaikan ide/gagasan secara tepat, dan dipengaruhi oleh suasana kejiwaan O1 yang tiba-tiba berubah.

            Dari hasil penelitian, selain melakukan alih kode, selama interaksi belajar mengajar di kelas guru kelas II SDN Sumberejo II Rengel Tuban juga melakukan campur kode. Guru menyisipkan unsur-unsur bahasa Jawa seperti serpihan kata dan frasa bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia yang ia gunakan dalam pembelajaran di kelas. Sehingga timbul tuturan guru dalam bahasa Indonesia yang keJawa-jawaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam melakukan campur kode yaitu bilingualitas/multilingualitas, penutur ingin memberikan rasa hormat terhadap sesamanya, adanya ketergantungan terhadap bahasa ibu, keinginan untuk bersikap rendah hati, dan bahasa yang digunakan oleh guru tidak memiliki ungkapan untuk konsep yang akan diungkapkannya.


Teks Penuh: DOC