SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ARGUMEN DALAM KARANGAN ESAI SISWA KELAS XII SMA

ISMA WAKHIDATUL AMROH

Abstrak


ABSTRAK

 

Amroh, Isma Wakhidatul. 2015. Argumen dalam Karangan Esai Siswa Kelas XII IPA 3 SMAN 2 Pare Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nurchasanah, M.Pd, dan Dr. Muakibatul Hasanah M.Pd.

 

Kata Kunci: argumen, karangan esai, pembelajaran menulis

 

Perwujudan pemikiran kritis dan logis dapat dilihat dari tulisan yang bersifat argumentatif. Salah satu tulisan yang bersifat argumentatif adalah karangan esai. Di dalam esai, penalaran kritis dan logis berwujud argumen. Penelitian ini mengkaji tentang tindak penalaran berupa argumen dalam karangan esai siswa Kelas XII IPA SMA. Secara khusus, fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) unsur argumen, (2) struktur argumen, dan (3) pola argumen pada karangan esai siswa kelas XII IPA 3 SMAN 2 Pare. Dasar terbentuknya tiga fokus tersebut adalah dari teori karakteristik argumen.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian analisis dokumen. Lokasi penelitian yang dipilih sebagai tempat penelitian adalah SMAN 2 Pare dengan subjek penelitian siswa kelas XII IPA 3. Data yang akan diambil adalah data kutipan teks yang berisi argumen yang bersumber pada karangan esai siswa kelas XII IPA 3 SMAN 2 Pare. Terdapat dua jenis instrumen yang akan digunakan, yaitu (1) instrumen pengumpul data (perekam dan tabel pedoman reduksi data), serta (2) instrumen analisis data (tabel analisis data yang dipandu oleh pedoman analisis data).

Langkah pengambilan data pada penelitian ini adalah (1) meminta izin ke sekolah, (2) menemui guru bahasa Indonesia yang bersangkutan, lalu berwawancara secara terbuka, serta (3) mengambil contoh karangan esai dari kelas XII IPA 3 lalu mencermati semua karangan, dan (4) melakukan pengecekan kevalidan sumber data dengan guru, dosen pembimbing, dan peneliti secara berulang-ulang. Langkah-langkah analisis data adalah (1) membaca dengan cermat, (2) mereduksi serta mengklasifikasikan data, serta (3) membuat korpus data berdasarkan tiga fokus penelitian. Analisis data unsur argumen didasarkan pada teori Toulmin, Rieke, dan Janik (1984), analisis data struktur argumen didasarkan pada teori Dawud (2008), dan analisis data pola argumen didasarkan pada teori Keraf (2001) dan Toulmin, Rieke, dan Janik (1984).

Unsur argumen yang ditemukan pada karangan siswa adalah gabungan dua unsur (pernyataan utama dan bukti); gabungan tiga unsur ((a) pernyataan utama, bukti, dan modalitas, (b) pernyataan utama, bukti, dan penyanggah, serta (b) pernyataan utama, bukti, dan penguat); gabungan empat unsur (pernyataan utama, bukti, penguat, dan pendukung); serta gabungan lima unsur ((a) pernyataan utama, bukti, penguat, pendukung, dan penyanggah dan (b) pernyataa utama, bukti, penguat, pendukung, dan modalitas). Gabungan unsur terbanyak yang ditemukan merupakan gabungan dua unsur argumen (47 data), sedangkan temuan unsur paling sedikit adalah gabungan tiga (pernyataan utama, bukti, dan penyanggah) dan lima unsur argumen (pernyataan utama, bukti, penguatan, pendukung, dan penyanggah) yang masing-masing ditemukan sebanyak satu data.  Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa gabungan unsur yang dominan digunakan adalah gabungan unsur yang tidak lengkap, karena terdiri dari gabungan dua unsur argumen.

Struktur argumen yang ditemukan pada karangan esai siswa adalah struktur tunggal ((a) struktur sederhana dan (b) struktur kompleks) serta struktur gabungan  ((a) struktur matarantai dan struktur kompleks, (b) struktur matarantai dan struktur sederhana, dan (c) struktur matarantai dan struktur majemuk). Temuan terbanyak dari struktur argumen pada karangan esai siswa adalah gabungan struktur matarantai dan kompleks (49 data), sedangkan temuan paling sedikit adalah gabungan struktur matarantai dan struktur majemuk (dua data).

Pola argumen yang ditemukan pada karangan esai siswa adalah pola induktif (hipotesis, teori, generalisasi, dan hubungan kausal), serta pola deduksi, (entimem). Temuan yang paling dominan adalah pola induksi berupa hipotesis (44 data), dan yang paling sedikit adalah entimem (lima data). Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa siswa cenderung bernalar dengan cara mengajukan suatu fakta-fakta atau fenomena tertentu yang menurunkan suatu kesimpulan (induksi).

Setelah melakukan penelitian dan mendapatkan hasil penelitian, disarankan untuk guru agar memberikan latihan-latihan berargumen yang tepat, sehingga siswa dapat menyusun argumen dengan unsur yang lengkap. Saran untuk peneliti lain adalah peneliti lain sebaiknya dapat memastikan data yang diambilnya valid dengan cara memberi tes menulis untuk siswa. Hasil tulisan tersebut dapat dijadikan sumber data.