SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Teks Deskripsi untuk Siswa Kelas VII SMP.

NURUS DWI ARISKA

Abstrak


ABSTRAK

 

Ariska, Nurus Dwi. 2015. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Teks Deskripsi untuk Siswa Kelas VII SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd., (II) Dr. Widodo Hs, M.Pd.

 

Kata Kunci: pengembangan multimedia pembelajaran dan teks deskripsi.

 

Penelitian pengembangan multimedia pembelajaran dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan bahwa guru mengalami kendala ketika menyampaikan pembelajaran teks deskripsi kepada siswa. Kendala yang dialami oleh guru adalah siswa cenderung kurang berminat terhadap pembelajaran dan cepat bosan ketika pembelajaran sedang berlangsung. Kendala tersebut bisa terjadi karena beberapa hal, salah satunya adalah kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dalam kegiatan pembelajaran teks deskripsi. Guru cenderung menjelaskan materi secara verbal melalui ceramah berdasarkan buku ajar tanpa didampingi oleh media pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran teks deskripsi dibutuhkan media pembelajaran berbasis teknologi yang memilki prinsip kemenarikan agar dapat membuat siswa menjadi tidak cepat bosan ketika pembelajaran berlangsung. Artinya bahwa media pembelajaran yang digunakan di kelas memungkinkan dapat digunakan juga oleh siswa ketika sudah berada di luar kelas.

Penelitian ini menghasilkan produk berupa multimedia pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran teks deskripsi. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan multimedia pembelajaran teks deskripsi yang layak dari segi isi, bahasa, dan tampilan.

Metode penelitian pengembangan ini dilakukan berdasarkan hasil adaptasi dari metode Borg dan Gall. Metode tersebut diadaptasi menjadi empat tahap prosedur penelitian, yaitu (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba dan revisi produk, dan (4) tahap penyempurnaan produk akhir.

Proses pengujian produk dilaksanakan dengan melibatkan (1) ahli materi dan ahli media, (2) praktisi yaitu guru Bahasa Indonesia, dan (3) uji coba terbatas terhadap 34 siswa kelas VII SMP. Hasil uji coba produk berdasarkan kelayakan isi menghasilkan rata-rata kelayakan produk sebesar 86,5%, berdasarkan kelayakan bahasa sebesar 86,6%, berdasarkan kelayakan tampilan yang dibagi menjadi tiga aspek, meliputi: desain pembelajaran sebesar 92,3%, kemudahan navigasi sebesar 88,3%, dan komunikasi visual sebesar 85,5%.

Berdasarkan hasil uji coba produk yang melibatkan ahli materi, ahli media, uji praktisi, dan uji coba terbatas pada 34 siswa, produk termasuk dalam kriteria sangat layak dan dapat diimplementasikan. Akan tetapi, ada beberapa catatan atau saran perbaikan terhadap multimedia pembelajaran yang diberikan oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi (guru Bahasa Indonesia). Sedangkan, hasil uji coba terbatas yang melibatkan 34 siswa kelas VII SMP dimaksudkan untuk mengetahui respons siswa terhadap multimedia pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran teks deskripsi.

Simpulan penelitian pengembangan ini adalah multimedia pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti tersebut termasuk dalam kriteria sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran teks deskripsi. Kriteria tersebut dikatakan sangat layak karena hasil uji coba produk menunjukkan skor dalam kualifikasi sangat layak sesuai dengan pedoman persentase kelayakan produk, yaitu persentase 80%-100% menunjukkan kualifikasi sangat layak dan dapat diimplementasikan. Langkah pemanfaatan produk yang dilakukan peneliti adalah memberikan saran pemanfaatan bagi guru Bahasa Indonesia agar dapat memanfaatkan multimedia pembelajaran sebagai salah satu media dalam pembelajaran teks deskripsi untuk mendampingi buku teks yang diperoleh dari pemerintah. Siswa disarankan untuk memanfaatkan produk multimedia pembelajaran sebagai sumber belajar selain buku teks pelajaran. Multimedia pembelajaran ini juga dapat digunakan secara mandiri ketika berada di luar kelas, sehingga siswa dapat mempelajari materi yang berada dalam multimedia pembelajaran secara mandiri maupun secara berkelompok. Bagi peneliti lain, produk yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai salah satu acuan untuk melengkapi multimedia pembelajaran yang sejenis dari kompetensi dasar yang berbeda atau untuk menghasilkan multimedia pembelajaran yang lebih inovatif lagi. Penyebarluasan produk dapat dilakukan melalui jurnal pendidikan dan forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).