SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Teks Eksplanasi Karangan Siswa Kelas VII SMP Negeri 20 Malang Tahun Pelajaran 2014/2015

Septian Adi Kurniawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawan, Septian Adi. 2015. Karakteristik Teks Eksplanasi Karangan Siswa Kelas VII SMP Negeri 20 Malang Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd., (II) Drs. Dwi Saksomo, M.Si.

 

Kata kunci: teks eksplanasi, struktur isi, ciri bahasa, pola pengembangan paragraf

 

Teks eksplanasi merupakan salah satu jenis teks baru dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ketika menulis teks eksplanasi, siswa lebih menitikberatkan penulisan pada pokok permasalahan atau isu-isu yang menarik untuk dibedah sehingga mampu menarik minat para pembaca. Hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan atau tolok ukur sejauh mana siswa dapat menunjukkan karakter tulisannya dengan menulis teks eksplanasi sesuai dengan pokok permasalahan yang diangkat. Oleh karena itu, karangan teks eksplanasi dapat dikaji dan ditelaah dari unsur-unsur pembangun yang ditulis oleh siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tiga fokus penelitian. Pertama, karakteristik struktur isi teks eksplanasi yang meliputi judul, pernyataan umum, rincian penjelas, dan simpulan teks eksplanasi. Kedua, ciri bahasa teks eksplanasi yang meliputi penggunaan istilah, konjungsi, dan peristiwa. Ketiga, pola pengembangan paragraf teks eksplanasi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini juga termasuk dalam jenis penelitian deskriptif. Desain penelitian yang digunakan berupa studi dokumen. SMP Negeri 20 Malang dipilih sebagai lokasi penelitian karena siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 20 Malang memiliki kegiatan Pokja, yaitu semacam bentuk aplikasi program kerja yang di dalamnya juga terdapat kegiatan menulis secara intensif beberapa topik bahasan. Data penelitian ini berupa sembilan puluh teks eksplanasi karangan siswa kelas VII SMP Negeri 20 Malang. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 20 Malang tahun pelajaran 2014/2015. Instrumen yang digunakan terdiri atas instrumen kunci dan pelengkap. Peneliti menjadi instrumen kunci dari penelitian ini, sedangkan instrumen pelengkap berupa perintah menulis teks eksplanasi dan panduan analisis yang berisi aspek serta deskriptor bagian-bagian teks eksplanasi secara rinci. Tahapan yang dilakukan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian.

Analisis karakteristik teks eksplanasi siswa kelas VII menghasilkan tiga butir kesimpulan. Pertama, diawali dari karakteristik struktur isi teks eksplanasi berupa judul. Berdasarkan tujuan penulisannya, judul dibedakan atas dua kategori, yaitu judul yang mengutarakan (1) ‘bagaimana’ lebih menekankan pada cara-cara terjadinya, dan (2) ‘mengapa’ lebih menekankan pada sebab atau alasan suatu proses terjadi. Berdasarkan pola strukturnya, judul terdiri atas (1) kata, (2) frasa, (3) klausa, dan (4) kalimat tanya. Pada bagian pernyataan umum, terdapat tiga karakteristik yang menggambarkan pernyataan umum, yaitu (1) definisi, (2) konteks, dan (3) karakteristik suatu peristiwa. Pada bagian rincian penjelas juga terdapat tiga karakteristik, yaitu berupa (1) kesatuan paragraf secara utuh, (2) kata tahap yang diikuti penomoran, dan (3) numerik. Pada bagian kesimpulan teks eksplanasi yang bersifat opsional, terdapat dua karakteristik, yaitu (1) opini/pendapat dan (2) pengulangan proses secara singkat dan jelas.

Kedua, dilihat dari ciri bahasa teks eksplanasi terdapat tiga kesimpulan setelah dilakukan pemaparan dan pembahasan. Kata istilah memunculkan dua kesimpulan, yaitu (1) penggunaan istilah umum perlu memperhatikan penulisan bentuk baku dan (2) penggunaan istilah khusus pada teks eksplanasi perlu diintensifkan untuk menambah kredibilitas teks. Pada penggunaan konjungsi memunculkan empat kesimpulan, yaitu (1) penulisan konjungsi koordinatif perlu memperhatikan letak dan fungsi penulisannya, (2) penulisan konjungsi subordinatif, khususnya pada penggunaan konjungsi yang menyatakan hubungan sebab tidak perlu berlebihan, cukup untuk menerangkan anak kalimat dan induk kalimat, (3) penulisan konjungsi korelatif perlu mendapat perhatian lebih untuk menambah kekayaan dan kebervariasian penggunaan konjungsi, dan (4) penulisan konjungsi antarkalimat. Penjelasan tentang peristiwa yang diinformasikan memunculkan empat kesimpulan, yaitu (1) peristiwa fenomena alam menjadi pilihan utama siswa dalam menulis teks eksplanasi, (2) peristiwa yang berhubungan dengan hewan masih relatif banyak dikembangkan, (3) peristiwa yang berhubungan dengan manusia juga relatif banyak, serta (4) peristiwa yang berhubungan dengan tumbuhan kurang diminati oleh siswa.

Ketiga, dilihat dari pola pengembangan paragraf teks eksplanasi terdapat tiga jenis pola yang dapat ditarik sebagai kesimpulan. Pola pengembangan paragraf tersebut mengacu pada rincian penjelas yang digunakan oleh siswa dalam menulis teks eksplanasi. Pola pengembangan paragraf yang digunakan oleh siswa meliputi (1) pola pengembangan sebab-akibat, (2) proses, dan (3) contoh.

Kesimpulan akhir penelitian ini menghasilkan tiga saran. Bagi guru Bahasa Indonesia, perlu adanya inovasi dan stimulasi untuk melahirkan kreativitas-kreativitas baru pada tulisan siswa, khususnya pada kegiatan menulis teks eksplanasi. Selain itu, perlu adanya pembenahan pada penggunaan istilah dan konjungsi agar sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bagi penulis buku teks, perlu adanya penguatan materi-materi baru pada teks eksplanasi dengan berbagai macam topik bahasan yang lebih aktual, informatif, menarik, dan dekat dengan lingkungan siswa. Bagi peneliti yang lain, diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai teks eksplanasi dengan rumusan masalah yang lebih kompleks.