SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tindak Bertanya Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX Akselerasi SMP Negeri 3 Malang

RIFQI RISNADYATUL HUDHA

Abstrak


ABSTRAK

 

Hudha, Rifqi Risnadyatul. 2015. Tindak Bertanya Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX Akselerasi SMP Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd. (II) Dr. Sunaryo Hs. S.H., M.Hum.

 

Kata Kunci: Tindak bertanya siswa, interaksi belajar mengajar, wacana kelas

 

Tindak bertanya merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembelajaran. Melalui bertanya, siswa dapat mengasah kemampuan bernalar dan berpikir kritis untuk mendapatkan informasi serta dapat menggali pengetahuan lebih dalam. Pada umumnya, guru lebih sering bertanya kepada siswa daripada siswa yang bertanya kepada guru. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan siswa aktif bertanya karena idealnya siswa dituntut lebih aktif bertanya dari pada guru.Berdasarkan urgensi tindak bertanya dalam konteks pembelajaran, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pertanyaan yang diajukan siswa. Selain itu, tindak bertanya dapat menjadi tolok ukur kemampuan berpikir dan aktivitas siswa.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif studi kasus.Jenis penelitian kualitatif deskriptif dipilih karena ingin menggambarkan atau memaparkan fungsi dan bentuk pertanyaan. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman observasi dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil penelitian, bentuk pertanyaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IX Akselerasi SMP Negeri 3 Malang ditemukan(1) dominasi bentuk pertanyaan perihal dan (2) minimnya bentuk pertanyaan alternatif. Fungsi pertanyaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IX Akselerasi SMP Negeri 3 Malang ditemukan(1) dominasi fungsi epistemik referensial serta (2) ketiadaan pertanyaan ekspresif dan kontrol sosial.

Berdasarkan temuan penelitian, Saran pertama diajukan bagi guru kelas mata pelajaran Bahasa Indonesia.  Guru seharusnya melakukan (1) memilih metode/strategi pembelajaran yang dapat memicu siswa menggunakan bentuk pertanyaan alternatif, fungsi ekspresif, dan kontrol sosial, (2) melatih siswa menggunakan bentuk pertanyaan alternatif, fungsi ekspresif, dan kontrol sosial dengan sopan, (3) guru tidak hanya memberikan penawaran siapa yang mau bertanya, tetapi guru harus bisa memancing siswa menggunakan bentuk pertanyaan alternatif, fungsi ekspresif, dan kontrol sosial, (4)guru memberi motivasi yang menarik, dan (5) guru tidak mengkritik pertanyaan siswa. Saran kedua diajukan bagi pengembang bahan ajar, seharusnya melakukan (1) mengembangkan bahan materi yang menarik dan (2) mengembangkan bahan materi yang dapat menumbuhkan partisipasi siswa. Saran yang ketiga diajukan bagi siswa, yaitu (1) siswa harus memahami tentang ‘apa’ yang dipelajari dan ‘mengapa’ perlu kajian selanjutnya, (2) siswa harus bisa memahami kesulitan yang dialaminya selama pembelajaran berlangsung, (3) siswa harus kritis, (4) siswa harus berani, dan (5) siswa harus mempunyai motif keingintahuan.